SAHABAT DMP: Amanah Mai Sangga Putri, Selalu meminta kepada Allah SWT

28117323 1674668459222999 745492505 n

Amanah Mai Sangga Putri

Selalu meminta petunjuk kepada Allah SWT

Santri kelahiran 27 Mei 2003 ini bernama Amanah Mai Sangga Putri. Sering dipanggil dengan Amanah atau Aam. Gadis kelahiran Ketahun, Bengkulu Utara, ini sekarang menduduki bangku IX MTs.DMP Diniyyah Puteri. Amanah adalah putri dari pasangan Ridho Robinur dan Widi Astuti. Nah. Mari kita lihat prestasi yang pernah diaraih Amanah.

Bermula dari juara 2 Drumband di Kota Bengkulu, sering juara kelas, juara olimpiade Matematika di SD, juara 1 lomba pionering se-Padang panjang, dan lainnya.

Amanah yang hobi bermain sepeda, berenang, nonton dan dengar lagu ini bercita cita sebagai seorang pengusaha dan hafizoh. Gadis yang berwatak tegas ini bermottoingin menjadi seorang yang berguna bagi setiap orang.’

Gadis yang menyukai makanan pedas ini berpesan, “Apabila engkau ingin menjadi orang sukses, mencoba itu adalah kunci dari keberhasilanmu dan ketika engkau ragu dengan apa yang kau pilih, maka selalulah meminta petunjuk kepada Allah SWT. Karena dimanapun kau berada Allah SWT akan membantumu.”

Nah, dari pengalaman teman kita ini, kita dapat mengambil hikmahnya bahwa kerja keras itu penting.(Nadda Tykia Ullima/Dinteen)

Siska Margareta, khairunnas anfa’uhum linnas

28053031 1983265105224670 1886440861 nweb

Menjadi sosok muslimah yang berparas anggun membuat wanita kelahiran Bengkulu, 19 Mei 1992 ini disenangi oleh banyak orang di sekitarnya, baik itu rekan kerja, para siswa, maupun masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Tidak hanya karena paras yang anggun akan tetapi akhlaknya pun juga mencerminkan kepribadian seorang muslimah.

Anak ke dua dari enam bersaudara ini akrab dipanggil Siska dalam kesehariannya. Tutur kata yang penuh kelembutan dan senyuman menjadi keunggulan tersendiri bagi diri muslimah cantik ini. Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah ini, juga merupakan idola dari para juniornya karena keelokkan sifatnya. Walaupun ia menempuh pendidikannya di kota Bengkulu sejak dari SD sampai SMA, tetapi sebenarnya ia merupakan gadis berdarah Minangkabau yang berasal dari Pitalah, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Muslimah yang ketika kecilnya bercita-cita sebagai dokter spesialis jantung ini telah berhasil menamatkan pendidikannya di SD Al- Manar Bengkulu, kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMPN 2 Bengkulu, serta “masa putih abu-abunya” telah ia ukir dengan sangat baik dan penuh kenangan di SMA 6 Bengkulu. Selanjutnya, ia kembali ke kampung halamannya untuk menempuh jenjang perkuliahan di STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang.

Puteri dari pasangan Bakaruddin dan Erna Wati ini sedang menjalankan kesehariannya sebagai WakilKepalaSekolah di Madrasah Ibtidaiyyah (MIS) Rahmah El- Yunusiyyah. Berbagai kegiatan pun telah pernah ia ikuti seperti outbond, Training, malam bina taqwa (MABIT), workshop, BIMTEK dan lain-lain.

“Sebaik- baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Hal itu selalu menjadi prinsip yang tertanam kokoh dalam dirimuslimah satu ini. Berbagai oraganisasi pun di ikutinya agar ia dapat secara aktif ikut berperan serta dan dapat bermanfaat bagi orang lain, seperti sekretaris OSIS ketika SMA, Koordinator Kestari remaja mesjid Zaidul Ulum. Muslimah yang berhobikan bela diri dan karate ini juga pernah menjadi mentri luar negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), bendahara Senat Mahasiswa (SEMA) serta anggota tim kerja sama hubungan luar dan dalam negri Diniyyah Puteri.

Abdullah Gymnastiar, seorang tokoh inspiratif telah berhasil membuat muslimah ini mengidolakannya. Pesan-pesan dakwah yang diberikan berkisar pada pengendalian diri, hati nurani, toleransi dan keteguhan iman. Hal ini membuat Qalbu nya tersentuh dan merasa sejuk atas nilai-nilai dakwah yang telah disampaikan itu.

Gadis yang gemar membaca ini juga telah banyak menuntaskan buku-buku bacannya, diantara yang menjadi favorit ialah buku dengan judul Membangun Karakter Baik dan Kuat, Agar Hidup Allah yang Ngurus, Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya, dan sebagainya.

Memiliki impian terbesar membahagiakan orang tua di dunia dan akhirat menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya agar selalu menjadi muslimah yang berkepribadian Al-Quran dan Sunnah. Muslimah cantik ini ingin sekali mengunjungi Arab agar dapat melihat kota kelahiran Rasulullah yang selama ini hanya dapat ia baca melalui Sirah Nabawiyyah. Ia juga berharap suatu saat nanti dapat melihat secara langsung benda-benda bersejarah lainnya disana.(Irma Febriyani, Diniyyah News Reporter)

Yessi Oktora, Mendidik Muslimah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah

28117640 1983265121891335 177052999 nweb

Yessi Oktora, nama lengkap dari seorang tenaga kependidikan di Madrasah Aliyyah Kuliyyatul Mu’allimat El-Islamiyyah (MAS KMI) Diniyyah Puteri Padang Panjang. Yessi, sapaan akrab sejak kecilnya merupakan anak pertama dari dua orang bersaudara dari pasangan Muhammad Syofni dan (Almh) Nedriyanti.

Wanita kelahiran Padang Panjang, 10 Oktober 1986 ini sedang mengabdikan dirinya di pondok pesantren khusus puteri ini sebagai wakil bidang kurikulum di MAS KMI Diniyyah Puteri. Beliau dulunya pernah mengenyam pendidikan di Diniyyah Puteri yaitu di TK Rahmah El-Yunusiyyah pada tahun 1991-1992.

Menjadi pendidik berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah merupakan hal yang selalu ingin dilakukannya, karena menurut wanita berdarah Padang Panjang ini apapun yang dilakukan harus semata-mata ingin mencari ridha Allah SWT. Beliau jugaberharap dapat meraih kehidupan yang penuh berkah dan ridha Allah SWT.

Muslimah dengan hobi membaca ini sering membaca berbagai buku di waktu luangnya maupun ditengah kesibukannya. Diantara buku yang ia baca adalah “Begini Seharusnya Menjadi Guru” karangan Fuad Bin Abdul Azis Asy-Syalhub. Buku lainnya adalahMengapa Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu dan Misteri Energi Istighfar. Selain itu, pemegang motto “Ridha Allah Yang Paling Utama” ini juga suka memasak berbagai aneka makanan.

Ditengah kesibukannya sebagai guru Matematika, tak membuat muslimah cantik ini berhenti membaca dan mengikuti berbagai kegiatan, seperti Training Mengasuh dengan Bahasa Cinta, Training Sakinah finance dan Training PelatihanPendidikan Orang Tua (PPOT)Alfalah Program Magang.

Adapun impian terbesar dari sosok yang sangat mengidolakan Rasulullah dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz ini, ialah mendidik para santri agar dapat berakhlak seperti al-Quran dan Sunnah. Ini sesuai dengan kurikulum Quba yang telah ditetapkan di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. Selain itu, beliau juga berharap dapat memiliki putera dan puteri yang sholeh serta sholehah agar dapat memberikan kontribusi yang besar dalam membangkitkan kembali kejayaan Islam. (Irma Febriyani, Diniyyah News Reporter)

SAHABAT KMI : Hardianti, Cerdas itu dekat dengan Allah SWT

28109329 1674669175889594 1261558508 nweb

Hardianti

Orang cerdas adalah orang yang selalu dekat dengan Allah SWT

Hai sobat dinteen, pasti semua sudah pada kenal sama kakak kelas kita yang satu ini. Namanya Hardianti atau sering dipanggil Kak Ayang. Ia lahir pada tanggal 10 Juni 1999. Ia berasal dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Anak dari pasangan bapak Sudirman dan ibu Ermi Yusnita ini banyak dikagumi olehsantri-santri yang lain karena kebaikan dan keramahannya.

Tentunya sobat ingin tau, apa saja prestasi yang telah diraih oleh kakak kita yang satu ini. Prestasinya cukup mengesankan loh, dan patut dijadikan contoh oleh sobat semua, di antaranya: Juara umum di SD sampai DMP, juara 1 dari SD sampai DMP, nilai tertinggi di antara santri yang lain, juara 2 Olimpiade Biologi se-Padang Panjang, mengikuti Olimpiade Biologi se-Sumatra-Jawa-Bali di UNAND, mengikuti lomba 4 Pilar sebanyak 2 kali, KSM Al-qur’an Hadits, juara 1 puisi bahasa Arab, Olimpiade IPA di SD, ratu bahasaArab di Diniyyah Puteri, musyrifah bahasaArab, dan saat mengikuti dauroh,kakak kita yang satu ini merupakan peserta terbaik dengan hafalan 7 juz dalam 1 bulan. Wah,ternyatabanyaksekaliprestasi yang sudahdiraiholehKakAyang.

Kak Ayang mempunyai hobbi membaca, menghafalsegalasesuatu yang baru, bahkansukamemotivasi orang lain yang sedangmemerlukan kata-kata mutiaranya. Lalu apa ya cita-citanya? Ternyata Kak Ayang ingin menjadi seorang dokter dengan gelaran hafidzoh. Amin. Semoga cita-citanya tercapai ya. Moto dan misinya sangat unik loh, semua bersumber di dalam Al-qur’an, di antaranya berada di QS. Muhammad ayat 7, dan QS. At-Tahrim ayat 6, silahkan dibaca makna dari surah yang menjadi moto dan misi dalam hidup Kak Ayang.

“Aduh, sebenarnya kakak ini belum pantas loh dijadikan sahabat KMI dengan tema cerdas sebagai khalifah, karena ilmu yang kakak punya masih sedikit,” guraunya saat sedang diwawancarai.

Cerdas sebagai khalifahmenurutKakAyang adalahseseorang yang tidakhanyacerdas dibidangakademik, tapijugaharuscerdas dibidang spiritual danemosional. Sesuai kata Umar bin Khattab, “Dia yang bisa menghisabdirinya sebelum dihisab di hari kiamat.Maksudnya adalah orang cerdas itu dia tidak mau rugi sedikit pun, dia hanya ingin untung terus menerus dan sebelum Allah SWT menimbang amalannya, maka dia sudah tahu amalannya sendiri.

Kak Ayang menjelaskan bahwa cerdas itu adalah dia yang sadar apa peran yang harus dilakukannya di dalam masyarakat, agar dapat memimpin dirinya untuk menuju jalan kebenaran serta menjadi virus yang dapat menyebarkan kebaikan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut harus mulai kita terapkan kepada diri kita sendiri dengan cara mengontrol tujuan hidup, memperdalam ilmu-ilmu pengetahuan yang belum pernah kita ketahui sebelumnya, dan bisa berbagi kepada orang-orang di sekitar lingkungan.

Menurut Kak Ayang, orang yang cerdas adalah seorang penghafal Al-qur’an, karena dia lebih bisa tahan banting. Maksudnya seorang penghafal Al-qur’an tidak akanpernahterlibatemosi yang tidakjelas, danpenghafal Al-qur’anakansenantiasasabar menghadapicobaan. Hal yang paling pentingadalahmencerdaskansuatubangsa, agar kitabisamenghasilkangenerasi yang cerdassebagaikhalifah, danmenjadipedomanbagi orang lain. Pada akhirnya bumi yang kita cintai ini akan dipimpin oleh umat Islam, dan telah ditetapkansejak lama di dalam Al-qur’an.

Jangan pernah kita memperhitungkanmatematika Allah SWT,sesungguhnyamatematika Allah SWT tidakakanpernahkitadugasebelumnya. Kakak ada pengalaman yang luar biasa. Saat itu kakak ingin sekali baca Al-qur’an tapi besok ujian, trus kakak berdo’a, “Ya Allah, Ayang ingin sekali menyelesaikan membaca Al-qur’an 1 juz untuk hari ini.” Akhirnya kakak lebih memilih membaca Al-qur’an dan belajarnya di-pending dulu. Rupanya ada pelajaran yang akan masuk dalam soal yang belum kakak pelajari. Tiba-tiba saja, teman disebelah kakak menjelaskan materi yang belum kakak pelajari dan ternyata betul materi tersebut ada dalamsoal yang akan dijawab. Terbukti, ternyata jikkita mementingkan hal yang lebih membuat kita dekat dengan Allah SWT, makaDiaakansenantiasamembantukita.

Pesan dari kakak untuk sobat setia dinteen, jangan lupa untuk minta do’a kepada Allah SWT dan kedua orang tua, tanpa do’a mereka belum tentu kita bisa jadi seperti sekarang ini, mintalah do’a agar senantiasa diberi kemudahan dalam menuntut ilmu. Jangan pernah kita menyia-nyiakan waktu yang telah ada karena waktu tidak akan pernah menunggu kita, dan yang paling penting jangan pernah kita meninggalkan Al-qur’an sesibuk apapun kita di dunia karena sesungguhnya Al-qur’anlah yang akan mencerdaskan kita.

Ternyata kata-kata Kak Ayang ini sungguh menyentuh ya, apalagi pengalaman-pengalaman yang ia dapat saat ia lebih memilih mendekatkan diri dengan Al-qur’an. Orang yang cerdas adalah orang yang selalu dekat dengan Allah SWT. (Adhifa Azra/Dinteen)

Nadhira Asiyah Arrin; Meraih Beasiswa Kuliah di Negeri Sakura

IMG-20170923-WA0007website

Nadhira Asiyah Arrin adalah nama lengkap mahasiswa Jurusan Culture, Society, Media, Fakultas Asia Pacific Studies, Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Beppu, Jepang. Ia merupakan mahasiswa peraih beasiswa angkatan 2017.

Keberhasilan alumni Diniyyah Puteri ini meraih beasiswa kuliah di negeri sakura tersebut adalah berkat perjuangannya yang gigih dan pantang menyerah. Ia tetap optimis meski banyak pesaing yang hebat dan luar biasa dari seluruh penjuru Indonesia yang ikut dalam seleksi beasiswa tersebut.

Menurut mantan pimpinan redaksi Diniyyah News Teen (majalah sekolah Diniyyah Puteri) yang sering menulis di Singgalang Masuk Sekolah ini, bekal kemampuan menulis yang dipelajarinya selama di bangku sekolah sangat membantunya menjalani proses perkuliahan di Jepang. Hal ini dikarenakan tugas-tugas kuliah yang diberikan dosen seringkali dalam bentuk esai.

“Alhamdulillah, beruntung sekali sejak kelas VII SMP Diniyyah Puteri Arrin udah belajar nulis.Dengan kemampuan ini Arrin bisa mengerjakan tugas kuliah dengan baik.Awalnya sempat sedih karena banyak hal yang harus dikejar. Tapi ternyata nggak di semua bidang kita harus hebat. Karena itu Arrin ingin menonjolkan diri di bidang menulis,” jelas gadis yang baru terpilih sebagai pengurus organisasi divisi media dan pers APUIna (Organisasi Mahasiswa Indonesia di APU).

Gadis asal Rao Rao, Kab. Tanah Datar yang lahir dan menetap di Jakarta ini merasakan sekali bagaimana atmosfer masyarakat Jepang yang sangat menghargai nilai-nilai tradisional. Tradisional terintegrasi tanpa harus pudar dengan modernisasi. Nilai-nilai dan norma sangat terjamin di kalangan masyarakatnya.

Selama di Jepang, tentu banyak tantangan berat yang harus dilalui Arrin. Salah satunya adalah menghadapi 4 musim yang mengharuskannya mampu beradaptasi. Di samping itu kerinduan akan kampung halaman harus ia pendam demi menggapai cita-citanya menjadi jurnalis yang dibutuhkan umat masa kini dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Arrin berharap adik-adiknya di Diniyyah Puteri bisa mengikuti jejaknya. Ia berpesan agar mereka terus belajar, memperdalam ilmu jurnalistik, dan meningkatkan ibadah. (Riki Eka Putra)

 IMG-20170920-WA0035website

 

Biodata Arrin:

Nama Lengkap            : Nadhira Asiyah Arrin

Panggilan                    : Arrin

TTL                             : Jakarta/7 Agustus 1999

Aktivitas             : Mahasiswa jurusanCulture, Society, Media, Fakultas Asia Pacific StudiesRitsumeikan Asia Pacific University (APU) Beppu, Jepang.

Prestasi                      

$1.    Peserta Lomba Debat Bahasa Inggris se-Asia Tenggara di MRSM Felda, Malaysia (2012)

$2.    Juara I Lomba Debat Bahasa Inggris SLTP se-Kota  Padang Panjang  (2013)

$3.    Best Speaker dalam Lomba Debat Bahasa Inggris SLTP se-Kota  Padang Panjang  (2013)

$4.    Peraih nilai UN tertinggi SMP se-Padangpanjang (2013)

$5.    Juara III Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kewarganegaraan SLTA se-Kota Padang Panjang (2014)

$6.    Peserta Jambore Dunia di Kirahama, Yamaguchi, Jepang (2015)

$7.    Juara III  Lomba Debat Bahasa Inggris SLTA se-Kota Padangpanjang (2015)

$8.    Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah KOSBEMA UNAND SLTA se-Sumatra Barat (2015)

$9.    Peserta Magang Kompas MuDA (2016)

$10.    Finalis Duta Baca Sumbar (2017)

 

Pengalaman Organisasi:

$11.                                                                                                    1. Reporter Diniyyah News Teen TP.2012-2017

$12.                                                                                                    2. Ketua Pendidikan PMDS MTs DMP & SMP Diniyyah Puteri TP. 2012/2013

$13.                                                                                                    3. Wakil Presiden PKM MAS KMI Diniyyah Puteri TP. 2014/2015

$14.                                                                                                    4. Wakil Presiden Dewan Santri MAS KMI Diniyyah Puteri TP. 2015/2016

$15.                                                                                                    5. Pimpinan Redaksi Diniyyah News Teen TP. 2016/2017

$16.                                                                                                    6. Anggota divisi media dan pers APUIna (Organisasi Mahasiswa Indonesia di APU) 2017