Dra. Rifnawati “Kerjakanlah Apa yang Bisa Dikerjakan Hari Ini, Jangan Tunda Sampai Esok”

15747863 1277287988961050 7319404080150589473 n

Dra. Rifnawati, guru cantik berkaca mata yang mengajar Geografi di MAS KMI Diniyyah Puteri ini menamatkan pendidikan SD di Simawang, kemudian melanjutkan SMP Balimbing, dan SMA 1 Batusangkar. Ibu dari Widodo Prima Putra yang telah menamatkan Pendidikan S1 di UNP, dan Aziza Dina Rahmi yang sekarang melanjutkan pendidikan di UI.

Guru yang akrab disapa bu Rif ini berkeinginan mencerdaskan para generasi muda, baik untuk agama, nusa dan bangsa. Beliau menamatkan S1 Pendidikan Geografi di IKIP Padang. Pengalaman sebagai mahasiswa, membuatnya menjadi guru handal dalam mata pelajaran ini. Beliau sangat menyukai buku-buku yang berkaitan dengan ilmu Geografi dan tak lupa juga tentang ilmu agama dan buku Kesehatan.

“Kerjakanlah apa yang bisa dikerjakan hari ini, jangan tunda sampai esok,” adalah kata-kata yang membuat bu Rif lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas. Baik menjadi ibu bagi kedua anaknya, maupun sebagai guru bagi para murid. Baginya, Nabi Muhammad SAW adalah Uswatun Hasanah dalam kehidupan ini, karena perjuangan yang beliau berikan sangat berharga bagi umat Islam. Kita sebagai umat beliau bisa meneladaninya. (Fitri Yeni/Diniyyah News Reporter)

Rasyidah Z. Day, S.Psi.I Usaha dengan Kemampuan Terbaik dan Ikhlas Mengharap Ridha Allah SWT

1930450 1261327070547279 1677988452680721327 n

“Tidak pun kita menjadi guru di kelas, setidaknya kita menjadi guru di rumah untuk mendidik anak-anak kita, karena tugas seorang wanita yang akan menjadi ibu”. Itulah kata-kata yang sampai saat ini tetap diingat oleh Rasyidah Z. Day, S.Psi.I yang lahir di Kamang Hilir, 16 Mei 1987. Kata-kata dari Alm. Zul Ihsan Day, ayah dari wanita cantik yang akrab disapa bu Iras, masih diingat sampai saat ini. Karena kata-kata ini yang membuat bu Iras merasakan betapa mulia menjadi seorang guru, meski pada mulanya tidak pernah terbayangkan olehnya akan menjalani profesi tersebut.

Terlahir sebagai puteri keempat dari pasangan Alm. Zul Ihsan Day dan Tisliar, bu Iras sekarang memikul jabatan sebagai Kepala SMP Diniyyah Puteri. Tentunya itu semua tidak lepas dari usaha dan juga pendidikan yang ia tempuh selama ini. Mulai dari SDN 32 Gadang Baso, MTsN Kamang, MAN Model Bukittinggi, dan S1 Psikologi Islam IAIN Imam Bonjol Padang. Di samping menjalankan kuliah, ia juga mengikuti aktivitas organisasi yang ada di kampus, diantaranya menjadi anggota HMJ Psikologi Islam serta menjadi anggota FKPS Fakultas Ushuluddin.

          Menjadi terapis, itulah cita-cita mulia yang dimilikinya. Sebuah tujuan mulia guna membantu setiap orang yang memang membutuhkan bantuan terapi dalam setiap kondisi permasalahan dalam hidupnya. Psikologi perkembangan Jw. Santrock dan Elizabeth dan Hurlock, dan Ihya ‘Ulumuddin Imam Al Ghazali, adalah buku favorit yang pernah ia baca. Adapun tokoh idolanya adalah Rasulullah SAW karena beliau adalah sebaik-baik manusia yang membuat wanita begitu berharga di mata umat manusia.  

“Usaha dengan kemampuan terbaik dan ikhlas mengharap ridha Allah SWT,” inilah motto hidup bu Iras dalam menjalankan kehidupan. Usaha yang akan membuat kita mendapat hasil yang terbaik. Adapun impian terbesar beliau adalah melanjutkan S2, naik Haji ke tanah suci Makkah, dan yang paling penting meraih ridha Allah SWT.

Disamping itu, bu Iras juga memilki negara impian yang akan dikunjungi. Spanyol (Andalusia) tujuan negara pertama, karena di sana ia ingin mempelajari sejarah peradaban Islam guna menambah ilmu pengetahuan selain pergi travelling. Negara selanjutnya adalah Jepang, untuk melihat dan mempelajari sistem pendidikan serta budaya negara itu dalam mendidik anak-anak. Tak lupa Makkah dan Madinah, untuk merasakan bagaimana perjuangan Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam. (Fitri Yeni/Diniyyah News Reporter)

Yusmaneli, S. Ag. “Hidup Mulia dengan Islam”

15589846 309642262762518 6739903952611698280 n

“Hidup mulia dengan islam” adalah motto hidup seorang wanita soleha bernama lengkap Yusmaneli, S.Ag. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, sekarang menjabat sebagai kepala MAS KMI Diniyyah Puteri Padang Panjang.

Wanita yang biasa dipanggil bu Neli ini lahir pada tanggal 03 Oktober 1973 Padang Panjang. Ia berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Pada masa sekolah, bu Neli pernah mengenyam pendidikan di SD Swasta Jihad Padang Panjang, kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP di MTs DMP Diniyyah Puteri Padang Panjang, dan tingkat SMA di MAS KMI Diniyyah Puteri Padang Panjang. Tidak hanya berhenti disitu, wanita lembut ini melanjutkan pendidikannya ke IAIN Imam Bonjol Padang dengan memasuki fakultas Tarbiyyah dan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam.

Puteri dari bapak Mansyur dan ibu Gustimar ini memiliki cita-cita yang sangat mulia. Beliau ingin menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa (guru). Karena menurutnya guru adalah tempat belajar, baik guru yang bekerja disuatu lembaga ataupun tidak. Dia berpendapat bahwa dunia tidak akan menjadi apa-apa tanpa adanya seorang guru.

Selain menjadi kepala sekolah, ibu pendidik ini juga aktif di berbagai kegiatan, di antaranya sering mengikuti seminar-seminar, PPOT ke Jakarta pada tahun 2014, studi ilmiah ke Malaysia-Singapore pada tahun 2014, serta mendampingi santri homestay ke Jepang pada tahun 2014 dan 2015. Tidak hanya itu, bu Neli juga aktif dalam sebuah organisasi ikatan keluarga Diniyyah (IKD). Ia menjadi anggota sekaligus sekretaris.

Wanita yang menyukai buku Sirah Nabawiyah ini sangat mengidolakan sosok tauladan umat islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Hal itu bisa dilihat dari buku kesukaannya. Ia beralasan bahwa Allah SWT saja zat yang menciptakan dan pemilik bumi sampai langit beserta isinya, memberikan shalawat kepada Nabi dan menjadikannya manusia yang paling mulia diseluruh alam. Selain itu, ia juga menyukai buku Syarah Yatushalihin, Ensiklopedia Akhirat, dan Ensiklopedia Sains Islami.

Wanita ramah ini juga sangat ingin mengunjungi Mekah dan Madinah, yaitu tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW dan tempat itu adalah tempat yang dijaga oleh Allah SWT sampai akhir zaman. Ia juga memiliki impian terbesar, yaitu menjadi seorang hafizah, menghantarkan anak-anaknya agar menjadi anak yang soleh dan soleha, serta menghantarkan anak didiknya mencapai tujuan pendidikan Diniyyah Puteri Padang Panjang.(Bona Ligusti/Diniyyah News Reporter)

Sumiati, S.Pd Belajar Seumur Hidup

15727135 1277283838961465 2420391870534272845 n

“Menjadi makhluk Allah yang berguna bagi semua orang” adalah cita-cita dari bu Sumiati, seorang guru berprestasi yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Rahmah El Yunusiyyah Diniyyah Puteri Padang Panjang. Baginya, hidup akan hampa jika tidak bermanfaat untuk semua orang. Dia juga sangat ingin mensukseskan banyak orang, karena menurutnya, dia sukses apabila dia telah membuat orang lain sukses.

Anak dari pasangan alm. Bapak Zakaria dan alm. Ibu Fatimah ini lahir di Pekanbaru, 18 April 1958. Ia pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Pekanbaru, Sekolah Kepandaian Keputerian Pertama (SKKP) Padang, Sekolah Pendidikan Guru Negeri Pekanbaru dan S1 Biologi di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Ahlussunnah Bukittinggi yang ia masuki ketika berumur 40 tahun, hal yang sangat sesuai dengan motonya “Belajar Seumur Hidup”, usia bukanlah alasan untuknya terus belajar.

Guru cerdas yang biasa dipanggil ibu Sum ini aktif diberbagai organisasi dan kegiatan, di antaranya menjadi bendahara koperasi desa, salah seorang anggota organisasi Salimah, mendampingi murid lomba OSN. Selain aktif, bu Sum juga memiliki segudang prestasi, yaitu pernah mengikuti lomba workshop bidang sains se Padang Panjang, melatih murid sehingga bisa meraih juara ke-2 OSN nasional, juara 1 KSM nasional, mendampingi murid yang menjadi peserta nasional di olimpiade Jakarta, juara 2 perlombaan guru berprestasi di bawah naungan Kemenag, pelatih olimpiade Padang Panjang, dan studi banding ke berbagai tempat di Jepang.

Wanita ramah ini sangat gemar membaca. Salah satu buku yang pernah dibacanya ialah buku Manjadda Wajadda, salah satu buku yang mengispirasi dan memberinya semangat. Tidak hanya itu, yang memotivasi dan menginspirasinya ialah pimpinanPerguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, ibu Fauziah Fauzan, S.E.,Akt.,M.Si.

Ibu Sum yang juga mengidolakan sosok teladan manusia di bumi (Muhammad SAW) ini sangat ingin mengelilingi dunia. Ia ingin melihat ciptaan Allah SWT., seperti Singapore, Malaysia, Jepang, dan Saudi Arabia yang pernah ia kunjungi.(Bona Ligusti/Diniyyah News Reporter)

Marlena, M.Pd.I Mendidik Sepenuh Hati

13782052 232442700482475 606219947223449031 n

“Aku Anak Shaleh”, sebuah majalah yang telah menginspirasi wanita muslimah kelahiran Babatan Ulu, Bengkulu, 01 Agustus 1985 silam ini untuk menjadi seorang guru. Kini beliau berprofesi sebagai Kepala Sekolah di MI Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah. Wanita yang memiliki nama lengkap Marlena ini akrab dipanggil bu Lena. Beliau merupakan anak kelima dari tujuh orang bersaudara.

Ibu dari empat orang anak ini telah bercita-cita menjadi seorang guru dari kecil, karena baginya, profesi sebagai seorang guru adalah pekerjaan yang mulia. Lena menempuh pendidikan menengah di MTsN 2 Manna dan SMUN I Seginim, Bengkulu. Setelah itu, ia meneruskan pendidikannya di STIT Diniyyah Puteri jurusan PAI untuk Strata I dan STAIN Batusangkar untuk Strata II. Wanita penyuka masakan ibunya ini juga aktif dalam berbagai organisasi.

Sebelum menjadi guru kepala sekolah, Lena pernah menjadi guru TPQ/TPSQ di beberapa masjid di kota Padang Panjang dari, Guru asrama Diniyyah Puteri, Guru Imtaq SMAN I Padang Panjang dan MTs DMP Diniyyah Puteri, Wakil Kepala MI Diniyyah Puteri. Sekarang bu Lena menjabat sebagai Kepala Sekolah MI Diniyyah Puteri, Penyuluh Agama Honorer kota Padang Panjang dan juga sebagai Dosen STIT Diniyyah Puteri.

Anak dari pasangan Herman dan Sadinah ini ingin sekali mengelilingi dunia. Keinginannya untuk keliling dunia tidak hanya untuk kesenangan semata. Melainkan dia ingin belajar dari negeri luar bagaimana bentuk pendidikan di negara lain serta sistem pendidikan yang dijalankan dinegara-negara itu. Karena baginya pendidikan di Indonesia masih sangat minim. Jadi harus lebih banyak belajar, dan melihat lagi ke luar agar bisa membentuk pendidikan yang lebih baik untuk mempersiapkan generasi bangsa selanjutnya. Negara impian bu Lena adalah tanah airnya sendiri, Indonesia. Sementara impian terbesarnya adalah ingin memperbaiki pendidikan di Indonesia.

Aktif dalam organisasi tidak membuat bu Lena melupakan prestasi. Wanita yang hobi membaca ini juga memiliki segudang prestasi. Diantaranya juara I dan III Lomba Kreasi Model Pembelajaran Guru Madrasah Ibtidaiyyah Tingkat Kota Padangpanjang, dan tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2010, serta Juara I dan II Lomba Kepala Madrasah berprestasi tingkat kota Padangpanjang, dan Sumbar tahun 2015. Buku favoritnya adalah semua buku karangan Ari Ginanjar dan Asma Nadia. Membaca baginya bukan hanya sekedar hobi melainkan kebutuhan pribadinya. (Rahmi Yulianti/Diniyyah News Reporter)