SEMINAR BUDAYA MUSLIMAH

DSC 0002

Diniyyah Training Centre (DTC) kembali melaksanakan training dengan tema budaya muslimah. Seminar kali ini merupakan yang pertama kalinya diadakan oleh Dinas Pariwisata kota Padang Panjang. Seminar tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 15 April 2015 hingga Kamis, 16 April 2015 di ruang biru Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. Dimulai pada jam 08.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Peserta kegiatan itu berjumlah 20 orang yang merupakan bundo kanduang sekota Padang Panjang.

            Seminar tersebut juga dihadiri oleh bapak Kedinasan Pariwisata Kota Padang Panjang. Trainer utama dalam kegiatan itu merupakan direktur DTC sekaligus pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri. Bundo kandung memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat yang berbudaya. Karena itulah Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang mengikutsertakan bundo kandung dalam seminar budaya muslimah tersebut. Selain itu bundo kandung juga mencerminkan sosok wanita muslimah yang dapat membangun karakter para remaja dilingkungannya.

            Remaja zaman sekarang sudah tidak peka lagi dengan adat-adat yang ada di minang. Mereka hanya sekedar mengetahui, namun tidak menjadikannya sebagi panduan dalam bertingkah laku. Budaya minang sesuai dengan ajaran-ajaran islam yang menerapkan karakter muslimah. Karena itulah dinas pariwisata berharap bundo kandung ini bisa menerapkan budaya minang yang sudah mulai dilupakan. Serta membangun masyarakat minang yang sesuai dengan karakter muslimah.

            Selama dua hari tersebut trainer utama dalam seminar itu menyampaikan segala hal yang berkaitan dengan budaya muslimah dalam bersikap. Diantaranya materi tentang keikhlasan, kejujura, sopan santun serta berpakaian yang sesuai dengan norma-norma agama dan adat. Dari semua materi yang diberikan trainer mencoba memahamkan kepada para peserta tentang karakter muslimah yang sesuai dengan pandangan Islam dan budaya Minangkabau.

            “ Kegiatan tersebut sangat bagus untuk menambah pengetahuan bundo kandung yang ada di pandang panjang ini. Selain itu juga memotivasi para peserta untuk ikutserta memperbaiki karakter anak bangsa dilingkungan mereka. Terutama dapat mengamalkan ilmu yang didapat dari seminar ini kepada remaja dalam keluarganya sendiri dan masyarakat sekitarnya.” Ujar Rini selaku panitia acara tersebut sekaligus Humas Perguruan Diniyyah Puteri.

            Harapan kedepannya, para bundo kandung itu bisa menjadi acuan dan contoh dalam bertingkah laku baik bagi lingkungannya sendiri maupun masyarakat sekitar. Sehingga remaja-remaja minang yang saat ini terlena dengan kecanggihan zaman modern mampu memfilter kebudayaan luar yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat kita. Serta dapat kembali menerapkan budaya muslimah yang sesuai dengan ajaran Islam dan dapat diterima oleh adat Minang.

            (Jummiati Oktariana/ News Reporter)