Dinda Azzahra Nastasya

Dinda Azzahra Nastasya

Bersahabat dengan Alquran

 

Dinda Azzahra

Dinda Azzahra Nastasya, itulah nama lengkap santriwati kelas X IPA 2 MAS KMI Diniyyah Puteri. Bungsu dari 4 saudara yang lahir di Jambi, 11 Juli 2003. Sehari-hari ia lebih akrab disapa Dinda.

Perempuan berwajah cantik ini memegang teguh kalimat “Percayalah dengan apa yang kau percaya”. Kalimat itu dijadikan motto hidup oleh buah hati Maya dan Nasrun ini. Hal itu ia buktikan dengan prestasi yang ia raih bersama sahabat dunia dan akhiratnya yakni Alquran.

Salah satu prestasi yang berhasil Dinda raih bersama Alquran adalah juara 2 lomba Tahfiz se-Kota Jambi. Perempuan penyuka warna hijau dan biru ini juga berhasil meraih juara harapan 3 di lomba yang sama.

Besar sekali harapan Dinda untuk jadi psikolog yang bisa menggunakan Hadits dan Alquran serta ilmu yang ia dapat selama hidup sebagai landasan. “Setelah tamat MAS KMI nanti, Dinda mau masuk Fakultas Psikologi UGM,” ucapnya mantap.

Santri yang suka menulis ini adalah reporter Diniyyah News Teen (Dinteen), majalah sekolah Diniyyah Puteri. Selain itu ia juga mengembangkan bakatnya dalam dunia sastra dengan menjadi anggota Sanggar Sastra Rahmah Muda.

Semoga Dinda bisa mencapai semua harapan dan cita-citanya. Tentunya semua itu bisa terwujud dengan orang tua yang ia jadikan sebagai panutan dan motivasi. (Yoiko Naomi/SMP Diniyyah Puteri)

Alya Khairunnisa Tandri Perjuangan Itu Penting

Sahabat DMP

Santri  kelahiran Bandung, 18 Mei 2003 ini bernama Alya Khairunnisa Tandri. Lebih akrabnya biasa dipanggil ‘Alya, Nisa, AKT, Alya khai, juga Akatds’. Gadis kelahiran Bandung ini sekarang  menduduki bangku kelas VIII SMP Diniyyah Puteri.  Alya adalah putri dari pasangan Hendriko dan Lita Rahayu. Nah, sekarang mari kita simak prestasi yang pernah diraih Alya.

Bermula dari juara 1 lomba menulis tingkat SD (2010) lomba menggambar Jam Gadang  se-kota Bukittinggi (2014) lomba mewarnai tingkat SD se-kota Bandung (2011), ikut  lomba olimpiade Matematika “gebyar- gebyar” SMPN 1 Bukittinggi (2015) , juara 1 O2SN tenis meja se-komite cup di SDN 02 Percontohan Bukittinggi, harapan 1 hafalan haflah khatam al-qur’an SD Excellent Bukittinggi, ikut lomba semaphore 2 Padang  Panjang  (2015), ikut  PSB UNAND Ke XIII (2016), juara 2 poster “BATIK BIRU” SMAN 1 Padang Panjang  (2016), ikut lomba Fisika UNP (2016), ikut lomba poster “Warna-warni Matematika” PSB di Unand  (2016), ikut lomba poster  “math is everything ”  PSB ke-XIV di UNAND  (2017).

Alya yang hobi menggambar, denger lagu, nulis diary, dan baca novel ini, bercita-cita sebagai seorang arsitek yang menulis banyak novel serta hafal al-qur’ an. Gadis berkulit hitam manis ini bermotto “Keep moving forward” .

Gadis yang suka es pisang ijo ini berpesan, “Jangan pernah menyerah dan maju terus. Kalau kita jatuh, bangkit lagi. Itulah yang namanya semangat hidup.” Nah, dari pengalaman teman kita ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita harus lebih giat lagi dalam memperjuangkan sesuatu, karena perjuangan itu penting. (Putri Salsabila Anabel/SMP Diniyyah Puteri)

Rigia Natifatul Zulfa “Berkarya dengan Seni”

IMG 9524

Nabi Muhammad SAW, suri tauladan bagi umat Islam adalah tokoh idola dari gadis muslimah kelahiran Jambi, 29 Desember 1999. Anak tunggal dari bapak Rinaldi dan ibu Anggia Wirdayully ini bernama lengkap Rigia Natifatul Zulfa. Ia pernah bersekolah di SDN 05 Kuala Tungkal, MTs DMP Diniyyah Puteri, dan sekarang duduk di kelas XII IPS MAS KMI Diniyyah Puteri.

Gadis cantik yang akrab dipanggil Tifa atau Natifa ini memiliki cita-cita menjadi CEO “Z Design Company” di Indonesia, Amerika, dan Dubai. Gadis berkaca mata ini sangat mencintai seni, dan ia sangat ingin kehidupannya penuh dengan seni.

Puteri manis ini pernah mengikuti trainingone day sporting” pada tahun 2010 di Jambi. Tidak hanya itu, selama di Diniyyah Puteri, Tifa juga aktif diberbagai kegiatan seperti menjadi panitia Training Jurnalistik Diniyyah Puteri bersama Kompas, mengikuti kegiatan jelajah kota Padang Panjang, menjadi panitia Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun ajaran 2013/2014 dan tahun ajaran 2016/2017, menjadi salah satu anggota drumband di Perguruan Diniyyah Puteri, mengikuti perlombaan PBB se-kota Padang Panjang tahun 2013, serta mengikuti perlombaan tenis meja “Martina Widjaya” tahun 2011.

Selain aktif diberbagai kegiatan, gadis kelahiran Jambi ini juga aktif di berbagai organisasi, seperti menjadi ketua humas tahun ajaran 2012/2013 pramuka penggalang dan tahun ajaran 2014/2015 pramuka penegak, menjadi sekretris DA tahun ajaran 2016/2017pramuka penegak, kemudian fotografer majalah Diniyyah News Teens.

Meski memiliki segudang aktifitas, Natifa juga memiliki segudang prestasi, diantaranya juara 1 fotografer islami se-kota Padang Panjang “POSPEDA” tahun 2016, juara 3 fotografer islami se-Sumatera Barat “POSPENAS” tahun 2016.

Gadis yang menyukai buku Hujan’ karya Tere-liye ini memiliki impian bisa membuat perusahaan design dan course design, membuat pameran fotografi di Indonesia, keliling dunia, dan mendirikan Universitas Design. Tidak hanya itu, wanita pecinta fotografi ini sangat ingin mengunjungi Mekah untuk beribadah, ke Jepang untuk melihat anine-anime secara langsung, dan Korea Selatan untuk mengelilingi tempat-tempat bersejarah.(Bona Ligusti/Diniyyah News Reporter)

Nadhira Asiyah Arrin “Jurnalis Muda Indonesia”

16864310 345232469203497 4650188611090719248 n

Nadhira Aisyah Arrin yang akrab disapa Arrin, lahir di Jakarta, 7 Agustus 1999. Saat ini sedang menempuh pendidikan di kelas XII IPS MAS KMI Diniyyah Puteri. Menjadi bagian dari Diniyyah Puteri membuat Arrin menorehkan banyak prestasi, yang membanggakan keluarga maupun sekolah.

Gadis yang terkenal suka tersenyum dan ramah ini dipercaya menjadi Pimpinan  Redaksi Majalah Diniyyah News Teen (Dinteen) 2016-2017. Sebelumnya ia tergabung dalam tim reporter Dinteen, tahun 2012-2016. Selain berkecimpung dalam majalah sekolah, Arrin juga memiliki banyak pengalaman di bidang jurnalistik. Hal itu dibuktikannya dengan menjadi trainer menulis. Baik itu di lingkungan Diniyyah Puteri maupun ke sekolah-sekolah di luar daerah Padang Panjang. Prestasi dalam bidang menulis dibuktikannya dengan meraih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI) Kosbema UNAND se-Sumatera Barat (2015).

Sejak duduk di kelas VII SMP Diniyyah Puteri, Arrin sering menulis puisi, artikel, dan berita di Singgalang, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Selain itu tulisannya juga sudah berhasil menembus harian Republika dan Kompas. Kemampuan menulis ini pula yang mengantarkan Arrin lolos sebagai reporter magang di Kompas Muda, tahun 2016, setelah lolos seleksi tertulis dan wawancara, bersaing dengan ratusan pelamar dari seluruh penjuru Indonesia. 

Selain memiliki prestasi di bidang Jurnalistik, Arrin juga memiliki prestasi di sekolah. Diantaranya, peserta Debat Bahasa Inggris se-ASEAN di MRSM Felda, Malaysia (2012), juara 1 lomba Debat Bahasa Inggris tingkat SLTP se-Kota Padang Panjang (2013), serta  menjadi Best Speaker dalam lomba yang sama. Di samping itu ia juga meraih juara III LCC 4 Pilar tingkat SLTA se-Kota Padangpanjang (2014), juara III dalam lomba Debat Bahasa Inggris se-Kota Padang panjang, juara II Lomba Debat Bahasa Inggris DEC (2015), dan juga meraih Best Speaker pada lomba ini. Tak kalah kerennya, Arrin terpilih jadi salah satu peserta Jambore Internasional di Jepang (2015).

Putri dari Ardanel Aries dan Rini Suardi ini telah wisuda tahfiz Al-Qur’an 7 juz pada tahun 2015 lalu. Dikenal sebagai anak yang smart, membuat Arrin memiliki banyak cita-cita. Menjadi Diplomat, Jurnalis, Konsultan Pendidikan, dan Owner kursus pendidikan. Sederetan cita-cita itu tentunya akan bisa dicapai dengan ikhtiar dan tentunya yang paling utama adalah do’a.

Any tool can make something complicated, It take a genius to make it simple” merupakan motto Arrin. Gadis yang pantang berputus asa ini telah mengunjungi beberapa negara yakni Malaysia, Singapura, Jepang, dan Arab Saudi. Negara berikutnya yang ingin dikunjunginya adalah Finlandia, negara dengan SDM paling bermutu dan kualitas Pendidikan terbaik se-Dunia. Dengan semangat dan terus berprestasi, Arrin akan mewujudkan semua yang telah dicita-citakannya itu. (Fitri Yeni, Diniyyah News Reporter)

Naila Husnaini Penulis Berbakat dari Diniyyah Puteri

Naila Husnaini

Naila Husnaini, yang  akrab dipanggil Naila, lahir di Bukittinggi, 20 Januari 1999. Memiliki banyak hobbi, diantaranya, menggambar, menulis, membaca, dan nonton.  Puteri ke 2 dari 3 bersaudara pasangan Drs. Alfiar M.Pd dan Khairunnisa ini menamatkan pendidikannya di TK Aisiyah Bustanul Athfal, SD 11 Tanjung Pandai Sikek, SMP Diniyyah Puteri, dan sekarang duduk di kelas 12 IPA MAS KMI Diniyyah Puteri.

            “Ingin membantu anak-anak yang sakit dan kurang mampu”, inilah niat yang terbesit di hati  Naila yang bercita-cita ingin menjadi dokter spesialis anak dan mendirikan rumah sakit sendiri. Selain itu Naila memiliki banyak pengalaman kegiatan sejak sekolah di Diniyyah Puteri, diantaranya mengikuti Akademi Remaja Kreatif Indonesia di Jakarta dan beragam seminar kepenulisan di kawasan Sumatera Barat.

Prestasi yang telah diraih Naila antara lain, finalis kategori cerpen ARKI 2015 dan 2016, Juara 2 Menulis Cerpen Kearifan Lokal Tanah Datar dan Padang Panjang 2015, juara 3 menulis cerpen FIB UNAND 2015, dan juara 3 lomba karya tulis ilmiah Kosbema UNAND 2015. Prestasi-prestasi tersebut tak terlepas dari usaha dan kerja keras yang dilakukannya di bidang menulis.

Selain menulis, Naila juga berpartisipasi dalam organisasi yang ada di sekolahnya, yakni sebagai sekretaris UKS MAS KMI Diniyyah Puteri TA 2014/2015, serta Pleno Pendidikan UKS MAS KMI Diniyyah Puteri TA 2015/2016.

            Semua buku Tere Liye terutama yang berjudul “Hujan”, semua buku Ika Natasya, serta kumpulan puisi Taufik Ismail “Debu di atas Debu”, adalah buku-buku yang pernah dibaca Naila. Gadis yang sangat mencintai dunia menulis ini juga pernah memberikan training menulis di beberapa sekolah di Sumatera Barat. 

Keluarga adalah tokoh idola yang Naila kagumi, karena inspirasi dan motivasi yang ia dapatkan berasal dari keluarganya. Dalam menjalani kehidupan pastinya ia juga menginginkan agar bisa berkeliling dunia. Negara impian yang dipilih Naila untuk dikunjungi adalah Jerman. Alasannya karena Jerman negara maju, pendidikannya gratis asalkan bisa berbahasa Jerman. Negara selanjutnya adalah Korea Selatan karena Naila penasaran dengan budaya yang ada di sana. Hongkong juga menjadi negara yang dipilihnya, karena menurut Naila, Hongkong adalah best place for travelling. (Fitri Yeni/Diniyyah News Reporter)