MENGAJAR ALA TRAINER

281235 255039707841246 6073565 n

(Laili Ramadani, S.Pd.I, MA/Dosen STIT Diniyyah Puteri)

Alangkah serunya pembelajaran di sebuah kelas jika gurunya mengajar ala trainer, Jika siswanya tidak fokus lagi, keluarlah berbagai jurus handal untuk mengatasinya.

Apakah anda pernah mengikuti sebuah training? Bagaimana perasaan anda ketika mengikuti training itu? Saya yakin anda merasa senang walaupun anda hanya duduk berjam-jam mendengarkan celotehan trainernya. Hal ini bisa terjadi karena para trainer punya banyak jurus ampuh untuk mengatasi kebekuan suasana. Ketika peserta training mulai mengantuk dan tidak fokus lagi, keluarlah berbagai ice breaking, brain gym, fun story dan game-game seru sehingga suasana kembali mencair dan semua peserta menjadi fokus lagi.

Begitulah seharusnya seorang guru. Alangkah serunya sebuah pembelajaran jika para guru memiliki kemampuan seperti trainer. Ketika siswa mengantuk, bosan, dan tidak fokus lagi mengikuti pembelajaran, keluarlah berbagai ice breaking, brain gym, fun story dan game-game seru pemecah kebekuan suasana sampai siswanya fokus lagi mengikuti pembelajaran. Bak kata para ahli bahwa manusia itu hanya bisa fokus mengikuti pembelajaran pada saat 15 menit pertama. Setelah 15 menit, pada umumnya siswa sudah mulai gelisah, mengantuk, dan tidak fokus.

Kalau kita boleh berteori lagi, menurut ahli neurologi ada empat gelombang otak yang merekam aktivitas manusia sepanjang hari, salah satu gelombang itu adalah gelombang alpha. Kondisi alpha adalah tahap paling iluminasi (cemerlang) proses kreatif otak seseorang. Kondisi ini dikatakan sebagai kondisi paling baik untuk belajar, sebab neuron (sel saraf) sedang berada dalam suatu harmoni (keseimbangan). Seseorang yang berada dalam kondisi alpha akan mengalami kondisi relaks tapi waspada. Seperti orang yang sedang diam terpana, tapi sebenarnya sedang berpikir. Kondisi alpha merupakan kondisi terbaik untuk belajar. Oleh karena itu, para guru hendaknya mengetahui kondisi siswanya, jika siswa keluar dari kondisi alpha, maka percayalah, informasi apapun yang diajarkan tidak akan masuk ke dalam memory siswa.

Bagaimana cara guru mengetahui bahwa siswa sudah keluar dari zona alpha? Ada beberapa tanda siswa berada di zona alpha. Jika siswanya senang, ceria, tersenyum, bahkan tertawa mengikuti pembelajaran, maka pastilah siswanya berada dalam zona alpha. Tapi, jika siswa sudah mulai mengantuk, keluar masuk kelas, tidur, bosan, melamun dan tidak fokus lagi, sebaiknya anda menghentikan pembelajaran. Percuma saja meneruskan pembelajaran karena informasi apapun yang disampaikan, tidak akan masuk ke dalam memory siswa.

Bagaimana cara mengatasinya? Nah, disinilah kemampuan para trainer dibutuhkan. Anda harus mampu memecahkan suasana dengan cara memberikan stimulus khusus kepada siswa. Stimulus ini dapat diberikan dalam empat bentuk yaitu ice breaking, fun story, musik, dan brain gym.

Ice breaking, dapat berupa berbagai macam yel-yel, jenis-jenis tepuk tangan, teka-teki lucu dan lain sebagainya. Fun story merupakan cerita-cerita lucu yang menarik bagi siswa. Musik juga bisa membawa siswa ke zona alpha. Brain gym adalah senam otak untuk melatih otak kanan dan otak kiri melalui berbagai gerakan kreatif.

Bayangkan, betapa serunya pembelajaran jika dihiasi dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Sungguh membahagiakan sekali jika siswa-siswi anda tersenyum, tertawa dan ceria belajar dengan anda. Mari teman-teman guru mulailah mengajar dengan keahlian seorang trainer. Insya Allah siswa anda akan bahagia dan menangkap pelajaran dengan cepat. Jika anda kewalahan mencari berbagai macam ice breaking, fun story dan brain gym, anda bisa minta bantuan teman-teman guru lainnya untuk bersama-sama mengumpulkan berbagai macam bentuk alpha zona dan membuat katalognya, sehingga di sekolah anda ada katalog ice breaking, catalog fun story dan catalog brain gym. Selamat mencoba.