“Mengantisipasi Efek Negatif Era Globalisasi Dan Informasi”

By. Zulfikri, S.Th.I, M,Hum

            Zaman sekarang ialah zaman modern, ada orang menyebutnya zaman canggih. Istilah terbaru ialah Era Globalisasi dan Informasi. Tentu kita bertanya di dalam hati kita masing-masing apa sesungguhnya yang disebut Era Globalisasi dan Informasi? Nah! Era Globalisasi dan Informasi ialah suatu masa atau zaman yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini diilhami oleh firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 190  yang artinya sebagai berikut ;

“Sesunggunya penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir’. (Q.S. Ali-Imran [3] : 190)

            Kemudian dalam surat Ar-Rahman ayat 33 Allah juga berfirman yang artinya sebagai berikut:

“Wahai sekalian jema’ah jin dan manusia, sekiranya kamu sanggup melintasi penjuru langit dan bumi (angkasa luar) silakan lintasi, tapi kamu tiada akan sanggup melintasinya kecuali dengan kekuatan”.(Q.S. ar-Rahman [55] : 33)

            Beranjak dari firman Allah Swt tersebut, maka menjadi keniscayaan yang wajar manusia berkembang dan mengembangkan dirinya dengan menggunakan instrument dan bahan yang ada di bumi. Akibat dari berpikir, menganalisa dan melakukan percobaan, maka terjadilah perkembangan ilmu pengetahuan. Diantara perkembangan ilmu pengetahuan tersebut yakni : perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu botani, zoologi, arkeologi, farmasi, kimia, biologi, astronomi, dalam bidang komunikasi dan lain sebagainya. Itulah beberapa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu suatau bentuk kasih sayang serta rahmat Allah Swt. Semua kenajuan itu merupakan efek posistif dari era globalisasi dan informasi.

Era globalisasi dan informasi desamping mempunyai efek positif, juga mempunyai efek negatif. Diantara efek negatif yang ditimbulkan oleh Era globalisasi dan informasi adalah ;

  1. Adanya kecenderungan memperlihatkan bagian fisik manusia yang mestinya ditutupi (aurat). Aurat adalah sesuatu yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain. Namun orang beranggapan bahwa sekarang zaman modern. maka tidak segan-segan (malu-malu) memperlihatkan auratnya kepada orang lain yang menyebabkan orang lain berdosa. Bila kita berjalan kemana-mana banyak terlihat wanita-wanita yang pakai celana pendek, baju you can see, pakai rok mini dan lain-lain.
  2. Perjudian yang terus di langgengkan.

Baik dikota maupaun di desa saat ini, gejala perjudian sudah merupakan penyakit kronis yang sangat sukar untuk diberantas. Ini sudah lama disinggung ribuan tahun lalu melalui firman Allah Swt dalam surat Al-Maidah ayat 90 yang artinya ;

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Al-Maidah [5] : 90)

  1. Pergaulan bebas antara pria dan wanita

Tingkat relasi atau hubungan antara pria dan wanita perlu di pertimbangkan. Tidak jarang pergaulan bebas dapat mengakibatkan bobroknya nilai-nilai agama. Lebih jauh Islam dipandang sebagai agama yang tidak konsisten dengan ajarana-ajaranya sendiri.

  1. Menurunnya nilai-nilai agama

Salah satu gejala yang sangat berbahaya saat ini adalah adanya kecenderungan orang tidak begitu peduli dengan agama. Salah satu contohnya ialah ; bila ada perbuatan maksiat dalam suatu daerah, orang cuek dan seolah-olah tidak mau tahu saja. Disini terkesan seolah agama itu hanya simbol belaka. Selain itu banyak generasi yang lahir, namun mereka tidak begitu peduli dengan agama. Umat Islam hanya unggul dalam kuantitas tetapi kalah dalam kualitas.

  1. Gaya hidup Materialistis dan Individualistis.

Di zaman modren ini orang diumpamakan “mabuk” mencari harta sebanyak-banyaknya tanpa peduli dengan nasib orang lain, dengan cara apapun. Padahal Islam sesungguhnya ialah menampilkan suatu bentuk tatanan ekonomi berimbang, makanya ada pensyariatan zakat atau sedekah dalam Islam. Untuk terciptanya suatu tatana masyarakat muslim yang secara ekonomi stabil.

  1. Nyanyi-nyanyian yang jauh dari aspek moral ke-Islaman

Pada dasarnya lagu adalah salah satu bentuk ekspresi dari daya imajinasi seni manusia. Dan dalam Islam hal ini diperbolehkan. Namun yang perlu menjadi tekanan ialah apabila nyanyian, lagu tersebut memuat konten syair/baitnya yang negatif. Terlebih dapat memalingkan dalam hal peribadatan pada Allah Swt.

Dengan banyaknya pengaruh negatif dari Era globalisasi itu untuk mengantisipasinya Allah Swt telah memberikan tuntunan dalam surat An-Nisa’ ayat 9 yang artinya :

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisa [4] : 9)

Lebih jauh untuk mengantisipasi efek negatif dari Era globalisasi dan informasi tersebut perlu mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Kita laksanakan ajaran Islam secara murni dan konsekuen
  2. Kita saring budaya asing yang masuk ke Indonesia, yang baik kita ambil dan yang jelek kita tinggalkan atau kita buang.
  3. Kita ciptakan generasi yang kuat, yang punya ilmu pengetahuan, punya keterampilan, punya akhlak yang baik serta iman yang mantap. Wallahu ‘alam