MENYINGKAP MANFAAT SHALAT USIA DINI DAN PENYAKIT TULANG PUNGGUNG

capture-20131130-083551

Terkait kewajiban melaksanakan sholat, Allah Swt berfirman sebagai berikut, “Perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS Thaha [20]: 132).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. yang mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Ajarkanlah anak-anak kalian sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika enggan mengerjakannya pada usia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR Al-Haitsami).

            Berikut hasil penelitian manfaat sholat sejak usia dini. Pembedahan tulang otot yang dilakukan di Qatar menghasilkan sebuah teori baru mengenai punggung. Pembedahan tersebut menyingkap dua buah mukjizat Islam yang terpendam lebih dari 1400 tahun. Teori tersebut sebagai berikut, “Jika seseorang mulai melatih dan melemaskan bagian bawah dari tulang punggung semenjak dini, dan kebiasaan ini terus berlangsung dipelihara hingga dewasa, maka kecil kemungkinan orang tersebut merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian bawah tulang punggung dan terhindar dari pergeseran tulang rawan pada bagian tersebut.”

            Singkatnya, sakit yang dialami pada bagian bawah punggung merupakan masalah umum yang sering terjadi pada orang dewasa. Hal tersebut biasanya disebabkan kurangnya cairan pelumas jaringan ikat penguat sendi (Longitudinal Ligament Posterior) pada bagian punggung. Demikian pula dengan jaringan yang membentuk lapisan-lapisan luar pada ujung tulang rawan (Annulus Fibrosus).

            Ketika kelenturan jaringan ini menurun, maka jaringan tersebut akan sobek manakala kita melakukan gerakan-gerakan yang salah. Gerakan-gerakan yang memberikan tekanan pada jaringan ini dapat membengkokkan tulang punggung dan lutut. Sebaliknya, sobekan ini amat jarang ditemukan pada anak-anak, karena jaringan-jaringan urat mereka masih lentur ketika dibengkokkan.

            Kesimpulannya, jika pada masa anak-anak kita senantiasa memelihara kelenturan jaringan ikat penguat sendi dan tulang rawan, apakah kelenturan ini akan menurun manakala seseorang dewasa terkena penyakit bawah punggung dan pergeseran tulang rawan? Lalu dilakukan penelitian lapangan kepada 188 relawan dewasa ketika mereka mengeluh sakit pada bagian bawah punggung atau encok pada bagian pangkal paha disertai rasa sakit yang teramat sangat. Mereka lalu ditanya mengenai sholat, mulai kapan mengerjakannya dan apakah senantiasa menjaga sholatnya secara teratur.

            Hasil dari penelitian kedokteran mengenai teori ini menunjukkan hanya 2,6 persen saja orang yang mulai melaksanakan sholat sebelum menginjak usia 10 tahun merasakan sakit di bagian bawah punggung, sedangkan lebih dari 70 persen penderita sakit merupakan orang-orang yang tidak melaksanakan sholat.

            Penelitian ini dipresentasikan dan didiskusikan pada acara Simposium anak-anak Internasional II di Doha pada bulan April tahun 2000 dan pada Simposium pembedahan Punggung Nasional yang diadakan di Ankara pada tanggal 4-6 September 2002. Simposium tersebut dihadiri oleh para dokter spesialis tulang punggung internasional, sebagaimana diterbitkan dalam Jurnal di Eropa mengenai tulang punggung.

            Selain bertujuan ibadah, Islam menganjurkan anak-anak Muslim untuk mengerjakan sholat ketika usia mereka masih dini, yakni sekitar 7 tahun dan paling lambat pada usia 10 tahun. Gerakan sholat, seperti rukuk, dapat merangsang peregangan jaringan ikat penguat sendi dan tulang rawan, setidaknya dalam sehari dilakukan sebanyak 17 kali ketika sholat lima waktu. Karena itulah, anak-anak kecil Muslim tanpa mereka sadari telah menjaga kelenturan jaringan tersebut sejak usia dini. Hal ini mencegah kekakuan ketika menginjak dewasa dan menghindari terjadinya sobekan pada otot tersebut.

            Jaringan ikat penguat sendi berada di belakang tulang belakang dan jaringan-jaringan pada tulang rawan, melindungi tulang rawan di tempat yang aman, yakni terletak antara tulang belakang serta melindunginya dari sobek. Adapun jika jaringan ini sobek akibat melakukan gerakan yang salah, maka bagian dari tulang rawan akan bergeser ke belakang dikarenakan adanya jaringan saraf tulang belakang dan sambungan otot. Semua ini akan disertai dengan rasa sakit yang luar biasa.

            Dari sisi lain, kita mengetahui bahwa jaringan ikat penguat sendi yang elastis, mampu melakukan suatu kegiatan yang berat. Atlet senam mampu merentangkan kedua kakinya dengan mudah dikarenakan telah terlatih untuk merenggangkan jaringan ikat penguat sendi pangkal paha sejak usia dini.

            Jika seorang atlet senam mulai berlatih sejak usia dini, ia akan memiliki kemampuan melebihi atlet senam yang baru mulai berlatih saat usianya menginjak dewasa. Adapun jika kita merenggangkan secara paksa kedua kaki orang dewasa yang tidak pernah melakukan latihan seperti atlet senam, akan bisa menyebabkan sobeknya jaringan ikat penguat sendi atau bahkan mampu menyobek otot orang tersebut.

            Adapun anak-anak memiliki daya kelenturan yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa disebabkan jaringan saraf mereka masih elastis. Jikalau kita senantiasa menjaga dan memelihara keistimewaan ini (kelenturan) semenjak dini, maka kelenturan jaringan saraf ini akan tetap terpelihara hingga kita mampu melakukan sesuatu yang berat. Lain halnya jika kita mengabaikan atau menyia-nyiakan keistimewaan ini dan tidak melakukan latihan-latihan yang berkesinambungan, maka jaringan saraf tersebut akan mengalami kekakuan ketika menginjak usia dewasa. Ketika melakukan suatu gerakan yang keras, jaringan saraf ini akan sobek dan ini akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat.

            Informasi yang diperoleh berkaitan dengan manfaat sholat dalam mengatasi permasalahan tulang punggung dan sistim motorik, ternyata menjadi salah satu bukti kemukjizatan yang diberikan Allah Swt. Jika kita merenungkan mengenai ibadah dalam Islam, maka akan ditemukan bahwa sholat merupakan satu-satunya ibadah yang wajib untuk dikerjakan, sejak usia 7 tahun hingga akhir hayat. Jika seorang anak mulai melaksanakan sholat (rukuk) secara berulang-ulang setiap hari dimulai sejak usia 7 tahun dan usia paling telat usia 10 tahun, maka jaringan ikat penguat sendi yang berada di belakang tulang belakang dan serat tulang rawan bagian belakang akan menjadi kuat dan kelenturan jaringan tersebut terjaga. Bagian tersebut akan sulit untuk sobek ketika menginjak usia dewasa. Tulang rawannya juga akan terpelihara dengan baik.

            Ternyata, apa yang dikerjakan secara rutin sesuai perintah agama, tanpa disadari telah mengurangi masalah sakit yang banyak menimpa umat manusia. Maha Suci Allah Swt yang melalui rasul-Nya (Muhammad Saw) sejak 14 abad yang lampau, telah memberikan penjelasan sangat detail, penting, dan banyak manfaatnya.

            Sebagai orangtua, sudah menjadi kewajiban kita untuk menyuruh putra-putri masing-masing agar mau melaksanakan sholat sejak usia dini. Sehingga kelak sampai akhir hayat, mereka sudah terbiasa untuk melakukannya. Amin...