Nadhira Asiyah Arrin “Jurnalis Muda Indonesia”

16864310 345232469203497 4650188611090719248 n

Nadhira Aisyah Arrin yang akrab disapa Arrin, lahir di Jakarta, 7 Agustus 1999. Saat ini sedang menempuh pendidikan di kelas XII IPS MAS KMI Diniyyah Puteri. Menjadi bagian dari Diniyyah Puteri membuat Arrin menorehkan banyak prestasi, yang membanggakan keluarga maupun sekolah.

Gadis yang terkenal suka tersenyum dan ramah ini dipercaya menjadi Pimpinan  Redaksi Majalah Diniyyah News Teen (Dinteen) 2016-2017. Sebelumnya ia tergabung dalam tim reporter Dinteen, tahun 2012-2016. Selain berkecimpung dalam majalah sekolah, Arrin juga memiliki banyak pengalaman di bidang jurnalistik. Hal itu dibuktikannya dengan menjadi trainer menulis. Baik itu di lingkungan Diniyyah Puteri maupun ke sekolah-sekolah di luar daerah Padang Panjang. Prestasi dalam bidang menulis dibuktikannya dengan meraih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI) Kosbema UNAND se-Sumatera Barat (2015).

Sejak duduk di kelas VII SMP Diniyyah Puteri, Arrin sering menulis puisi, artikel, dan berita di Singgalang, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Selain itu tulisannya juga sudah berhasil menembus harian Republika dan Kompas. Kemampuan menulis ini pula yang mengantarkan Arrin lolos sebagai reporter magang di Kompas Muda, tahun 2016, setelah lolos seleksi tertulis dan wawancara, bersaing dengan ratusan pelamar dari seluruh penjuru Indonesia. 

Selain memiliki prestasi di bidang Jurnalistik, Arrin juga memiliki prestasi di sekolah. Diantaranya, peserta Debat Bahasa Inggris se-ASEAN di MRSM Felda, Malaysia (2012), juara 1 lomba Debat Bahasa Inggris tingkat SLTP se-Kota Padang Panjang (2013), serta  menjadi Best Speaker dalam lomba yang sama. Di samping itu ia juga meraih juara III LCC 4 Pilar tingkat SLTA se-Kota Padangpanjang (2014), juara III dalam lomba Debat Bahasa Inggris se-Kota Padang panjang, juara II Lomba Debat Bahasa Inggris DEC (2015), dan juga meraih Best Speaker pada lomba ini. Tak kalah kerennya, Arrin terpilih jadi salah satu peserta Jambore Internasional di Jepang (2015).

Putri dari Ardanel Aries dan Rini Suardi ini telah wisuda tahfiz Al-Qur’an 7 juz pada tahun 2015 lalu. Dikenal sebagai anak yang smart, membuat Arrin memiliki banyak cita-cita. Menjadi Diplomat, Jurnalis, Konsultan Pendidikan, dan Owner kursus pendidikan. Sederetan cita-cita itu tentunya akan bisa dicapai dengan ikhtiar dan tentunya yang paling utama adalah do’a.

Any tool can make something complicated, It take a genius to make it simple” merupakan motto Arrin. Gadis yang pantang berputus asa ini telah mengunjungi beberapa negara yakni Malaysia, Singapura, Jepang, dan Arab Saudi. Negara berikutnya yang ingin dikunjunginya adalah Finlandia, negara dengan SDM paling bermutu dan kualitas Pendidikan terbaik se-Dunia. Dengan semangat dan terus berprestasi, Arrin akan mewujudkan semua yang telah dicita-citakannya itu. (Fitri Yeni, Diniyyah News Reporter)