Naila Husnaini Penulis Berbakat dari Diniyyah Puteri

Naila Husnaini

Naila Husnaini, yang  akrab dipanggil Naila, lahir di Bukittinggi, 20 Januari 1999. Memiliki banyak hobbi, diantaranya, menggambar, menulis, membaca, dan nonton.  Puteri ke 2 dari 3 bersaudara pasangan Drs. Alfiar M.Pd dan Khairunnisa ini menamatkan pendidikannya di TK Aisiyah Bustanul Athfal, SD 11 Tanjung Pandai Sikek, SMP Diniyyah Puteri, dan sekarang duduk di kelas 12 IPA MAS KMI Diniyyah Puteri.

            “Ingin membantu anak-anak yang sakit dan kurang mampu”, inilah niat yang terbesit di hati  Naila yang bercita-cita ingin menjadi dokter spesialis anak dan mendirikan rumah sakit sendiri. Selain itu Naila memiliki banyak pengalaman kegiatan sejak sekolah di Diniyyah Puteri, diantaranya mengikuti Akademi Remaja Kreatif Indonesia di Jakarta dan beragam seminar kepenulisan di kawasan Sumatera Barat.

Prestasi yang telah diraih Naila antara lain, finalis kategori cerpen ARKI 2015 dan 2016, Juara 2 Menulis Cerpen Kearifan Lokal Tanah Datar dan Padang Panjang 2015, juara 3 menulis cerpen FIB UNAND 2015, dan juara 3 lomba karya tulis ilmiah Kosbema UNAND 2015. Prestasi-prestasi tersebut tak terlepas dari usaha dan kerja keras yang dilakukannya di bidang menulis.

Selain menulis, Naila juga berpartisipasi dalam organisasi yang ada di sekolahnya, yakni sebagai sekretaris UKS MAS KMI Diniyyah Puteri TA 2014/2015, serta Pleno Pendidikan UKS MAS KMI Diniyyah Puteri TA 2015/2016.

            Semua buku Tere Liye terutama yang berjudul “Hujan”, semua buku Ika Natasya, serta kumpulan puisi Taufik Ismail “Debu di atas Debu”, adalah buku-buku yang pernah dibaca Naila. Gadis yang sangat mencintai dunia menulis ini juga pernah memberikan training menulis di beberapa sekolah di Sumatera Barat. 

Keluarga adalah tokoh idola yang Naila kagumi, karena inspirasi dan motivasi yang ia dapatkan berasal dari keluarganya. Dalam menjalani kehidupan pastinya ia juga menginginkan agar bisa berkeliling dunia. Negara impian yang dipilih Naila untuk dikunjungi adalah Jerman. Alasannya karena Jerman negara maju, pendidikannya gratis asalkan bisa berbahasa Jerman. Negara selanjutnya adalah Korea Selatan karena Naila penasaran dengan budaya yang ada di sana. Hongkong juga menjadi negara yang dipilihnya, karena menurut Naila, Hongkong adalah best place for travelling. (Fitri Yeni/Diniyyah News Reporter)