aDSC 0044

Belajar, bermain dan bernyanyi. Itulah aktivitas yang akan kita lihat bila mengunjungi TK Raudhatul Athfal Rahmah El Yunusiyah. Keceriaan selalu tampak dari wajah para siswanya. Apalagi mereka didampingi oleh guru-guru yang penyayang. Untaian nasehat dan ilmu baru selalu mereka dapatkan setiap harinya. TK Raudhatul Athfah Rahmah Elyunusiyah tidak sekedar TK biasa. TK yang didirikan pada 5 Agustus 1982 ini telah mengukir banyak prestasi. Diantaranya adalah:Juara I Lomba Tahfidz Tingkat PABASKO, Juara I Lomba Mewarnai, Juara III Melukis, Harapan I Lomba Melukis Tingkat Padang Panjang, Harapan III Melukis Tingkat SUMBAR, Juara I Lomba Peragaan Busana Adat Tingkat Kota Padang Panjang, Juara II Lomba Kreativitas Anak ‘Kolase’ Tingkat Kota Padang Panjang, Juara Harapan II Lomba Sepakbola Mini Tingkat Kota Padang Panjang, Juara I Lomba Menari Tingkat PABASKO, dan Juara I Lomba Menyanyi Tingkat PABASKO. Seolah tak mau kalah dengan siswanya, para guru pun memperlihatkan prestasi yang mengagumkan yaitu juara I Lomba Kreativitas Guru Nyanyi Duet(Lagu Pahlawan) Tingkat Sumatera Barat, juara III Lomba Mengajar Tingkat kota Padang Panjang. Ditemui di kantornya. Yanti Gusvita S,Ama selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa prestasi-prestasi tersebut adalah hasil kerja keras semua pihak yang ada di sekolah. beberapa tahun terakhir. Jumlah siswa juga terus mengalami peningkatan yang cukup pesat. Saat ini sekolah membina 165 siswa untuk 8 kelas. Umumnya berasal dari Kota Padang Panjang dan beberapa orang dari Batipuh, Panyalaian, dan Lembah Anai. Jumlah guru yang ada sebanyak 18 orang. Program-program yang ada di sekolah seperti program tahfidz, pembelajaran Sempoa, computer, pengembangan diri (angklung, menari, menyanyi, dolanan, melukis, olase dan lain-lain), jelasnya kemudian. Memasukkan anak ke TK ini adalah pilihan yang tepat jika anda membutuhkan pendidikan berkarakter untuk buah hati tercinta.(Fauzul Izmi/ Reporter Diniyyah News)

aDSC 0027

STIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah telah menebar berbagai program kegiatan di masyarakat. Tidak hanya di dalam negeri, program praktek lapangan dan mengajar juga merambah ke Malaysia. Tepatnya, di Sekolah Menengah Agama Ad Diniah Al Islamiah Padang Rengas Perak Malaysia, dalam program Tahfiz Quran dan mengajar selama tiga minggu pada Desember 2012 silam.

Dalam rangka mempererat ikatan kerja sama antara STIT Diniyyah Puteri dengan SMA Ad Diniah Al islamiah, disela-sela seminar Internasional yang dilaksanakan STIT Ahad 15/9, dilakukan Penandatanganan MoU Kerja sama antara STIT Diniyyah Puteri dengan SMA Ad Diniah Al Islamiah.

MoU itu memuat item kerja sama, Praktek mengajar dan mengabdi mahasiswa STIT Diniyyah Puteri di sana selama 1 bulan, training pendidikan dan motivasi. “ rencananya, Mahasiswa STIT akan menjadikan SMA Ad Diniah Al Islamiah sebagai tempat mengajar sebelum mereka diwisuda.’Ujar Ketua STIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah, Syarifatul Hayati, Lc, M.A kemarin ( Ahad, 15/9).

aDSC 0033

Di pihak STIT, penanda tanganan dilakukan oleh ketua STIT sendiri, sementara dipihak SMA Ad Diniah Al Islamiah, diteken oleh Kepala Sekolah, Dr. Jurij Jalaludi . Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri , Fauziah Fauzan, SE, AKt, Msi, dan Kepala kementrian Agama Kota Padang Panjang, Drs. Japeri, MM serta disaksikan oleh ratusan peserta seminar internasional Character Builing dan Kurikulum 2013. ( Ahmad /humas DP)

Santri MTs DMP berbicara dalam bahasa Inggris di depan audiens

English Grand Opening adalah acara pembukaan kelas English setiap awal semester di Perguruan Diniyyah Puteri. Event ini begitu ditunggu santriwati, karena selain acara yang ditampilkan menggunakan bahasa Inggris, selalu ada momen bagi-bagi hadiah.

Acara dilangsungkan pada hari Selasa, 03 September 2013. Pukul 06.15 wib, seluruh santriwati Diniyyah Puteri berbondong-bondong menuju ke sekolahan bawah. Mereka terlihat begitu bersemangat. Para senior kelas 9 MTs DMP dan kelas 12 MA KMI serta Pramuka membantu mengarahkan santriwati untuk masuk ke gedung pertemuan Zainudin Labay dengan tertib. Sembilan orang English instruktur dari Dynamic English Corse Padang Panjang yang bekerja sama dengan Diniyyah English Centre, sudah bersiap di aula. Pukul 06.25 wib, acara dimulai yang dipandu oleh tiga orang English Intruktur, yaitu Miss Icha, Miss Dina dan Miss Lelen. Acara ini sengaja diadakan dalam rangka pembukaan kelas bahasa inggris dan hari itu adalah first meeting, sekalian juga pengenalan program English yang ada di Diniyyah Puteri kepada santriwati yang baru.

Ternyata benar apa yang ditunggu-tunggu santriwati, ada bagi-bagi hadiahnya. Masing-masing angkatan mengutus perwakilannya untuk menaklukan tantangan dari English instruktur. Kelas 7 MTs DMP dan 10 MA KMI mendapat tantangan introduction self selama satu menit. Kelas 8 MTs DMP dan 11 MA KMI tantangannya membaca fonetic symbol. Sedangkan untuk kelas 9 MTs DMP dan 12 MA KMI tantangannya adalah telling dream selama satu menit. Para utusan angkatannya ini tidak hanya sekedar tampil, akan tetapi mendapat hadiah THR dari English program.

Fitiyah Al Islam, perwakilan dari kelas 12 IPS tampil dengan percaya diri mewakili angkatannya. Dia memperkenalkan dirinya dan menceritakan impiannya di depan para audiance. Tepuk tangan riuh mewarnai aula, mendengar jabaran impiannya tersebut ditambah dengan bahasa Inggrisnya yang lancar membuat para juniornya terkesima.

Setelah acara berbagi-bagi hadiah selesai, dilanjutkan dengan menonton video Caine’s arcade, yaitu film dokumenter bahasa Inggris yang menceritakan tentang seorang anak yang di usia sembilan tahun sudah menjadi milioner.

Pukul 07.10 wib acara berakhir dan para santriwati melanjutkan proses belajar mengajar (PBM) di kelas masing-masing. Menurut Adiya Inayah, kelas 9 MTs DMP, “Acara ini sangat menarik sehingga menambah semangat lagi untuk belajar bahasa Inggris. Begitu juga dengan Afifah Kurnia Noviandri santriwati asal Jambi, “Seru banget acaranya, apalagi ada acara bagi THRnya. Jadi lebih bersemangat dalam belajar bahasa Inggris dan ingin juga seperti teman yang lain bagus sekali berbahasa Inggris,” ujarnya dengan senyum khasnya. Semoga dengan adanya program bahasa Inggris semakin membuat santriwati Diniyyah Puteri  senang dengan bahasa Inggris dan terus mempraktekkanya serta bisa go internasional. (Lelen Sartika Woyla/reporter Diniyyah News)

a

Almarhumah Ibunda Syaikah Hj.Rahmah El Yunusiyyah (1900-1969), (Pendiri Perguruan Diniyyah Puteri, Pendiri Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Kota Padang Panjang & Tokoh Pendidik Asia Tenggara) telah dianugerahi gelar “Bintang Mahaputera Adipradana”

Yang diserahkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Selasa, 13 Agustus 2013 pukul 14.30 WIB. Bintang penghargaan itu   diterima langsung oleh Ibu Fauziah Fauzan SE.Akt, Msi (ahli waris sekaligus Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri)

Bintang Mahaputera Adipradana merupakan penghargaan tertinggi Negara yang diberikan kepada seseorang yang berjasa luar biasa dalam pendidikan, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi serta perjuangan Bangsa. Penghargaan ini tidak hanya diakui ditingkat Nasional juga ditingkat Internasional.

Ibunda Rahma El Yunusiyyah menerima pengharagaan bersama 11 peneriman penghargaan lainnya, dimana terdapat 8 menteri kabinet bersatu jilid 2 dan 3, Tokoh Nasional dan Pejuang. Para penerimaan penghargaan Bintang Mahaputera Adiparana itu antara lain, Prof. Dr. Mahfud Md, Ir.Hatta Rajasa, Letjen(Purn) Sudi Silalahi, Prof. Purnomo Yusgiantoro, Ir.Jero Wacik, Ir.Joko Kirmanto, Prof.Dr.Moh. Nuh, Drs.Suryadharma Ali, Dr.Marie Elka Pangestu, Almh.Hj Rahmah El Yunusiyyah dan Alm.Abdul Basweda (anggota BPUPKI).

Ibunda Rahmah pernah mendapat gelar Doctor Honororis Causa dari Al Azhar University tahun 1957. Gelar itu adalah Syaikkah. Satu-satunya gelar yang pernah diberikan oleh Al Azhar untuk perempuan.

Sayangnya, gelar Pahlawan Nasional belum bisa disandangkan kepada Ibunda Rahmah El Yunusiyyah sampai saat ini, semoga di tahun mendatang, Negara memberikan pengakuan atas jasa dan kepahlawanan beliau, yang berjuang di bidang pendidikan dan di medan perang.

Beliau telah mendidik banyak generasi puteri dari Singapura, Malaysia, Brunei hingga Thailand selama kurun 1923-1960–an, dimana Puteri Malaysia banyak belajar di Diniyyah Puteri.

Tan Sri Aisyah Ghani, mantan Menteri Kebajikan AM (Menteri Sosial ) Malaysia diera Dr.Mahatir Muhammad, adalah bekas murid Rahmah. Datin Sakinah Junaid, Ketua Dewan Muslimat pas juga murid beliau.

Semoga dengan anugerah ini, akan tetap memotivasi para pendidikan untuk lebih giat dalam berkarya kedepannya.

 

You are here: Home News and Events