SAHABAT KMI : Hardianti, Cerdas itu dekat dengan Allah SWT

28109329 1674669175889594 1261558508 nweb

Hardianti

Orang cerdas adalah orang yang selalu dekat dengan Allah SWT

Hai sobat dinteen, pasti semua sudah pada kenal sama kakak kelas kita yang satu ini. Namanya Hardianti atau sering dipanggil Kak Ayang. Ia lahir pada tanggal 10 Juni 1999. Ia berasal dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Anak dari pasangan bapak Sudirman dan ibu Ermi Yusnita ini banyak dikagumi olehsantri-santri yang lain karena kebaikan dan keramahannya.

Tentunya sobat ingin tau, apa saja prestasi yang telah diraih oleh kakak kita yang satu ini. Prestasinya cukup mengesankan loh, dan patut dijadikan contoh oleh sobat semua, di antaranya: Juara umum di SD sampai DMP, juara 1 dari SD sampai DMP, nilai tertinggi di antara santri yang lain, juara 2 Olimpiade Biologi se-Padang Panjang, mengikuti Olimpiade Biologi se-Sumatra-Jawa-Bali di UNAND, mengikuti lomba 4 Pilar sebanyak 2 kali, KSM Al-qur’an Hadits, juara 1 puisi bahasa Arab, Olimpiade IPA di SD, ratu bahasaArab di Diniyyah Puteri, musyrifah bahasaArab, dan saat mengikuti dauroh,kakak kita yang satu ini merupakan peserta terbaik dengan hafalan 7 juz dalam 1 bulan. Wah,ternyatabanyaksekaliprestasi yang sudahdiraiholehKakAyang.

Kak Ayang mempunyai hobbi membaca, menghafalsegalasesuatu yang baru, bahkansukamemotivasi orang lain yang sedangmemerlukan kata-kata mutiaranya. Lalu apa ya cita-citanya? Ternyata Kak Ayang ingin menjadi seorang dokter dengan gelaran hafidzoh. Amin. Semoga cita-citanya tercapai ya. Moto dan misinya sangat unik loh, semua bersumber di dalam Al-qur’an, di antaranya berada di QS. Muhammad ayat 7, dan QS. At-Tahrim ayat 6, silahkan dibaca makna dari surah yang menjadi moto dan misi dalam hidup Kak Ayang.

“Aduh, sebenarnya kakak ini belum pantas loh dijadikan sahabat KMI dengan tema cerdas sebagai khalifah, karena ilmu yang kakak punya masih sedikit,” guraunya saat sedang diwawancarai.

Cerdas sebagai khalifahmenurutKakAyang adalahseseorang yang tidakhanyacerdas dibidangakademik, tapijugaharuscerdas dibidang spiritual danemosional. Sesuai kata Umar bin Khattab, “Dia yang bisa menghisabdirinya sebelum dihisab di hari kiamat.Maksudnya adalah orang cerdas itu dia tidak mau rugi sedikit pun, dia hanya ingin untung terus menerus dan sebelum Allah SWT menimbang amalannya, maka dia sudah tahu amalannya sendiri.

Kak Ayang menjelaskan bahwa cerdas itu adalah dia yang sadar apa peran yang harus dilakukannya di dalam masyarakat, agar dapat memimpin dirinya untuk menuju jalan kebenaran serta menjadi virus yang dapat menyebarkan kebaikan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut harus mulai kita terapkan kepada diri kita sendiri dengan cara mengontrol tujuan hidup, memperdalam ilmu-ilmu pengetahuan yang belum pernah kita ketahui sebelumnya, dan bisa berbagi kepada orang-orang di sekitar lingkungan.

Menurut Kak Ayang, orang yang cerdas adalah seorang penghafal Al-qur’an, karena dia lebih bisa tahan banting. Maksudnya seorang penghafal Al-qur’an tidak akanpernahterlibatemosi yang tidakjelas, danpenghafal Al-qur’anakansenantiasasabar menghadapicobaan. Hal yang paling pentingadalahmencerdaskansuatubangsa, agar kitabisamenghasilkangenerasi yang cerdassebagaikhalifah, danmenjadipedomanbagi orang lain. Pada akhirnya bumi yang kita cintai ini akan dipimpin oleh umat Islam, dan telah ditetapkansejak lama di dalam Al-qur’an.

Jangan pernah kita memperhitungkanmatematika Allah SWT,sesungguhnyamatematika Allah SWT tidakakanpernahkitadugasebelumnya. Kakak ada pengalaman yang luar biasa. Saat itu kakak ingin sekali baca Al-qur’an tapi besok ujian, trus kakak berdo’a, “Ya Allah, Ayang ingin sekali menyelesaikan membaca Al-qur’an 1 juz untuk hari ini.” Akhirnya kakak lebih memilih membaca Al-qur’an dan belajarnya di-pending dulu. Rupanya ada pelajaran yang akan masuk dalam soal yang belum kakak pelajari. Tiba-tiba saja, teman disebelah kakak menjelaskan materi yang belum kakak pelajari dan ternyata betul materi tersebut ada dalamsoal yang akan dijawab. Terbukti, ternyata jikkita mementingkan hal yang lebih membuat kita dekat dengan Allah SWT, makaDiaakansenantiasamembantukita.

Pesan dari kakak untuk sobat setia dinteen, jangan lupa untuk minta do’a kepada Allah SWT dan kedua orang tua, tanpa do’a mereka belum tentu kita bisa jadi seperti sekarang ini, mintalah do’a agar senantiasa diberi kemudahan dalam menuntut ilmu. Jangan pernah kita menyia-nyiakan waktu yang telah ada karena waktu tidak akan pernah menunggu kita, dan yang paling penting jangan pernah kita meninggalkan Al-qur’an sesibuk apapun kita di dunia karena sesungguhnya Al-qur’anlah yang akan mencerdaskan kita.

Ternyata kata-kata Kak Ayang ini sungguh menyentuh ya, apalagi pengalaman-pengalaman yang ia dapat saat ia lebih memilih mendekatkan diri dengan Al-qur’an. Orang yang cerdas adalah orang yang selalu dekat dengan Allah SWT. (Adhifa Azra/Dinteen)