TRAINING MANAJEMEN ASRAMA, BERJUANG MEMPERSIAPKAN GENERASI TERBAIK UNTUK ISLAM

WhatsApp Image 2022-01-29 at 11.38.17 3

Guna memberikan pembelajaran kepada pemilik pondok pesantren dan boarding school, Diniyyah the Training Center mengadakan Training Manajemen Asrama, Kamis-Jumat, 27-28 Januari 2022. Bertempat di Aula Zainuddin Labai El Yunusi, training ini diikuti oleh 32 orang peserta yang berasal dari Tasikmalaya, Lampung, Muaro Bungo, Solok, Agam, Duri, Medan, dan Jakarta.

Erwita Dewiyani, S.Pd.I, Kepala Asrama Diniyyah Puteri yang menjadi narasumber menjelaskan bahwa training ini membahas visi, misi, strategi, program, standar operasional, lesson plan, proses masuk anak ke dalam asrama, aturan di asrama, program di asrama, standar kebersihan, guru asrama, mengasuh dengan bahasa cinta, komunikasi efektif, menaklukkan argumen remaja, proses penilaian rapor, dan agenda harian santri.

WhatsApp Image 2022-01-29 at 11.38.17 1

“Bersyukur sekali bisa berbagi dengan teman-teman peserta training karena ini merupakan wadah untuk dakwah mengajak orang untuk bersama-sama me-manage asrama, yang mana asrama merupakan lembaga pendidikan yang memiliki kurikulum dan aturan,” ujar Erwita. Beliau berharap peserta yang ikut training mendapat semangat untuk mengelola asrama serta me-manage asrama dengan semua sistemnya serta menggunakan bahasa cinta untuk mempersiapkan generasi terbaik untuk Islam.

Robi Arianto, peserta training yang berasal dari Tasikmalaya mengatakan training ini sangat luar biasa. “Sekolah kami merupakan SMP dan SMA boarding school. Banyak kekurangan yang terjadi dalam sistem kami saat ini. Segala masukan dari materi training ini akan menjadi bahan kemajuan di ma’had kami nantinya,” jelasnya. (Syifa Khaira Najwa/Diniyyah News)

DTC GELAR TRAINING LEADERSHIP FOR EXECUTIVE

Leader1

Sabtu-Rabu (22/01-26/01) Diniyyah the Training Center mengadakan Training Leadership for Executive. Training yang berlangsung di aula Zainudin Labay El Yunusi ini diikuti 22 orang peserta yang berasal dari Tangerang, Tasikmalaya, Lampung, dan Karawang, Sabtu-Rabu, 22-26 Januari 2022.

Narasumber training, Fauziah Fauzan, SE, Akt, MSi mengatakan training ini dilatarbelakangi pentingnya menyiapkan pemimpin agar bisa mengelola lembaga atau institusi, terutama ketua yayasan, pimpinan pondok pesantren, dan kepala sekolah.

Training ini terdiri atas 3 level. Level 1 diadakan di hari pertama, membahas bagaimana cara memimpin diri sendiri. Level 2 di hari kedua dan ketiga, membahas bagaimana menjadi seorang kepala yang bijaksana, bisa menyatukan visi tim, berkomunikasi yang baik, dan menyelesaikan masalah dalam konflik. Selanjutnya, level 3 di hari keempat dan kelima, membahas bagaimana membuat visi misi suatu lembaga, strategi, dan bagaimana cara menjalankannya. “Sebelum kita memimpin orang lain kita harus bisa memimpin diri kita sendiri agar suatu lembaga atau instansi yang kita pimpin dapat berjalan dengan lancar dan baik,” kata Fauziah Fauzan yang juga merupakan Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri.

Leader2

 

Salah seorang peserta training, Hafsah Mardhatillah mengatakan, “Benar sekali yang dikatakan Bu Fauziah Fauzan. Sebelum kita memimpin orang lain kita harus bisa memimpin diri sendiri. Beliau selalu mengkaitkan semua permasalahan dan membawa lagi ke lembaga instansi. Sangat sesuai dengan audience-nya. Dimana nanti para peserta juga bisa mengaitkan dengan sekolahnya masing-masing”. (Syifa Khaira Najwa/Diniyyah News)

PRESENTASI TIGA BAHASA MTsS DMP & SMP DINIYYAH PUTERI

WhatsApp Image 2022-01-18 at 10.01.08

MTsS DMP & SMP Diniyyah Puteri melaksanakan presentasi tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab) sebagai syarat kelulusan. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 18-20 Januari 2022 ini diikuti oleh santri kelas IX.

Kepala MTsS DMP, Rasyidah Z Day, S.Psi.I mengungkapkan bahwa makalah disusun selama 3 bulan berdasarkan hasil  proyek individu yang digarap oleh para santri. Setelah selesai, makalah dipresentasikan di hadapan para penguji dengan durasi waktu 8 menit untuk masing-masing bahasa. Hasil akhir diperoleh dari gabungan nilai ketiga penguji tersebut. Setelah dinyatakan lulus, setiap santri diberikan sertifikat.

WhatsApp Image 2022-01-19 at 09.19.36 1

 

Beliau menambahkan pada presentasi kali ini santri mengalami kemajuan dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka lebih tenang dan maksimal dalam pembuatan makalahnya. Harapan kedepannya melalui presentasi ini santri dapat bertanggungjawab dengan karya yang telah mereka hasilkan.

Ketika diwawancarai reporter Diniyyah News, Farah Hul Husna, salah satu santri yang telah mengikuti presentasi mengungkapkan antusiasnya mengikuti proses kegiatan ini. “Kami lebih terarah dan terbantu dengan pembimbing yang bersedia meluangkan waktu sepenuhnya. Pembuatan makalahnya maksimal tiga bulan. Namun untuk presentasi, ada yang empat menit tiap bahasa, ada yang delapan menit, tergantung pada persiapan masing-masing,” ucapnya. (Tasya Sabila/Diniyyah News)   

Project Based Learning, Membangun Kreativitas Siswa

PBL2

Dewan Pendidikan bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Padang Panjang mengadakan training Project Based Learning, 17 dan 18 Januari 2022 di Aula Zainuddin Labay El Yunusi. Tampil sebagai narasumber adalah Fauziah Fauzan, SE., Akt, M.Si dan Dr. Laili Ramadani, MA.

Training yang bekerja sama dengan Diniyyah Training Center ini ditujukan untuk guru SMP, MTs dan MA se-Kota Padang Panjang. Masing-masing sekolah mengutus 3 sampai 4 orang guru. Di hari pertama, Senin (17/1) peserta terdiri dari guru SMP, sedangkan di hari kedua, Selasa (18/1) diikuti oleh guru MTs dan MA.

Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan mengatakan bahwa Project Based Learning sangat menarik untuk dilakukan agar dapat mengembangkan serta membangun kreativitas siswa. Hal ini sudah dicantumkan pada kurikulum pembelajaran tahun 2022. Sementara Diniyyah Puteri sudah menjalankannya sejak tahun 2015.Jadi Diniyyah Puteri ingin berbagi dengan sekolah-sekolah lain, baik di bawah Kementrian Agama serta Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang.

Salah satu peserta, Meta Oktri, Guru SMP IT Al-Hijrah mengatakan pelatihan ini sangat bagus dimana guru-guru diajarkan bagaimana cara mendidik siswa agar lebih berpikir kritis dan kreatif. Beliau juga mengatakan Project Based Learning membuat siswa-siswa lebih mampu menghadapi kehidupan. Siswa tidak hanya dibekali teori tetapi diberikan solusi terhadap masalah yang terjadi sehingga mereka dapat menghubungkan pembelajaran ke dalam kehidupan sehari-hari.

PBL1

 

Peserta lainnya, Fristiani Junard, guru MAS Thawalib mengatakan sangat bersyukur bisa ikut pelatihan tersebut. Ia mendapatkan banyak ide setelah melihat hasil karya siswa Diniyyah Puteri. Ternyata terdapat banyak pembelajaran yang bisa dijadikan proyek. Training ini juga memberinya pencerahan tentang bagaimana pendidikan yang baik ke depannya. Ia berharap agar setelah training ini sekolah-sekolah bisa melaksanakan Project Based Learning yang membuat siswa semakin inovatif dan kreatif dalam mengembangkan ide-ide mereka.

Setelah mengikuti training di dalam aula, peserta training menyaksikan Display Proyek santri Diniyyah Puteri yang dibuat bulan Desember 2021 lalu. Setelah itu guru-guru mengunjungi Arfa Café dimana mereka langsung dilayani oleh Robot Sabai dan Midun. (Syifa Khaira Najwa/Diniyyah News)

You are here: Home News and Events