Jelajah Literasi Sanggar Rahmah Muda

Jelajah Literasi 3a

Jum’at, 9 November 2019, anggota Sanggar Rahmah Muda Perguruan Diniyyah Puteri melakukan jelajah literasi. Tujuan kegiatan yang diikuti 30 santri ini agar santri bisa mengkritisi suatu persoalan atau lebih tepatnya dapat menemukan permasalahan yang dianggap remeh oleh orang kebanyakan. Kegiatan yang dimulai pukul 8 pagi hingga menjelang adzan Zhuhur ini bagi sebagian besar santri terasa menyenangkan dan cukup memuaskan.

Jelajah Literasi 4a

Kegiatan dimulai setelah pembagian peserta menjadi tiga kelompok,dan diberi pijakan oleh pembimbing. Para santri pun mulai berjalan mengikuti pembimbing. Rute pertama adalah mengamati pengrajin pandai besi yang berada di belakang gedung SMP Diniyyah Puteri. Dalam perjalanan menuju rute pertama, para santri memasuki gang kecil disebelah masjid Ashliyah. Begitu memasuki gang, rumah-rumah warga terlihat tidak tertata letaknya. Hal yang lebih memprihatinkannya lagi adalah banyaknya kuburan yang letaknya berdampingan dengan rumah warga. Kuburan itu pun tidak terawat dan juga tidak diberi batas dengan rumah warga.

Jelajah Literasi 2a

Begitu selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju KAN atau Kerapatan Adat Nagari Bukit Surungan, Kota Padang Panjang. Tempat ini terletak di simpang Pasar Usang. Bangunan ini merupakan tempat berkumpulnya para pemuka adat bila ingin membahas urusan kenagarian. Bangunan KAN berupa rumah gadang yang ukurannya tidak terlalu besar.

Selanjutnya peserta jelajah literasi pergi ke stasiun kereta api Padang Panjang yang tidak terpakai lagi. Stasiun itu tampak kurang terawat. Padahal batu dan rel sudah diganti beberapa waktu lalu. Karena merupakan aset negara, batu-batu yang ada di sekitaran rel tidak boleh diambil. Selain itu karena tidak ada kepastian dari pemerintah, banyak gerbong yang ada disana jadi korban kenakalan anak muda. Gerbong tersebut menjadi tempat coretan tangan-tangan nakal. Hal yang lebih dikawatirkan adalah anak muda yang melakukan zina pada malam hari di stasiun.

Jelajah Literasi 1a

Perjalanan dilanjutkan ke kampung Cina Kota Padang Panjang. Di sana ada rumah duka HBT (Himpunan Bersatu Teguh) dan HTT (Himpunan Tjinta Teman). Setelah itu rombongan kembali kesekolah dan menulis kesimpulan perjalanan. (Yoiko Naomi/SMP Diniyyah Puteri)

 

 MI REY gelar Bazar Muharram

bazar muharram1

 

Madrasah Ibtidaiyah Rahmah El Yunusiyyah adakan acara bazar dalam rangka menyemarakkan Tahun baru Islam. Agenda tahunan MIS REY yang diadakan pada 11/9 di lingkungan MIS REY ini menghadirkan stand-stand penjualan makanan dan minuman yang dikelola oleh murid setiap kelas. Adapun makanan tersebut seluruhnya dibawa dari rumah masing-masing, dimana teman-teman wajib membantu orang tua dalam pembuatannya.

Bazar ini bertujuan untuk melatih 18 sikap dan karakter yang harus diwujudkan dalam pendidikan DiniyyahPuteri. Di antara 18 sikap dan karakter itu yaitu rasa kasih sayang, sikap jujur, ikhlas, ramah, dan lainnya. 

bazar muharram2

“Di sini, kami melihat anak-anak sangat semangat untuk melayani para pembeli dagangannya. Kami juga melihat ada rasa kasih saying sesame mereka seperti membantu menjualkan makanan temannya yang belum terjual. Rasa kasih saying inilah salah satu 18 sikap dan karakter yang ditanamkan di Diniyyah Puteri ini. Di sini, kami tidak mengajarkan sistem yang abstrak kepada anak tetapi  mengajarkan sistem yang konkret” ucapWakil Kepala Sekolah MIS REY, Siska Margareta, S. Pd. I.

Acara ini dihadiri oleh Pejabat Kantor Kementerian Agama Padang Panjang, Kepala Departemen Perguruan Diniyyah Puteri, karyawan, seluruh unit Diniyyah Puteri, santri Diniyyah Puteri, serta Wali Murid MIS REY. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Agus Nasution, S. Ag, MA sebagai Pengawas Madrasah pada Kementerian Agama Kota Padang Panjang. Kegiatan ini juga dibuka dengan penampilan musik gendang tambua dari murid MIS REY sendiri. 

bazar muharram3

“Sebagian keuntungan dari hasil jualan bazar ini disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Dari sini anak-anak akan belajar sistem infak, sedekah dan zakat. Dalam bazar ini, anak-anak ada lembar kerjanya juga. Seperti mulai dari persiapannya, bahan yang digunakan apa saja, langkah kerjanya bagaimana termasuk alat-alatnya. Kemudian harapan yang akan dicapai serta saran dari bazar yang sudah mereka laksanakan. Dari bazar ini, anak bisa langsung belajar tentang mutu juga seperti makanan kalau tidak dibungkus dengan baik maka itu tidak akan bermutu. Kemudian kalau tidak dibuat dengan proses yang baik seperti bahannya dicampur dengan bahan yang kurang bagus maka akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik. Jadi konsep jujurnya juga ada di sana,” tambahSiska Margareta, S. Pd, I (CiciFaramida/DiniyyahNews)

 

DSC 0297web

Peserta Kemah Budaya Nasional pada Selasa (27/8) kunjungi Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. Kemah Budaya Nasional edisi ke X ini berlangsung dari tanggal 26-30/8di Padang Panjang. Semua peserta KBN ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok putri dan putra.

Awalnya kelompokputri dibawa ke museum Rahmah El Yunusiyyah dan kelompok putra dibawa mengunjungi area sekolah. Setelah itu change antara kelompok putri dan putra. Jadi, mereka akan mendapatkan dua informasi setelah mengunjungi Diniyyah Puteri yakni informasi tentang museum Rahmah El Yunusiyyah yang baru diresmikan dan tentang sekolah Diniyyah Puteri dari zaman dahulu sampai sekarang.

DSC 0312web

 

Syafrini Fitri, Kepala Divisi Public Relation Diniyyah Puteri mengatakan bahwa peserta dan juga kakak pembina pramuka tampak sangat senang ketika dikenalkan tentang Diniyyah Puteri. Karenaberasal dari daerah yang berbeda-beda, mereka baru tahu bahwa di Sumatra Barat itu ada sekolah khusus perempuan.Mereka sangat tidak menyangka sekali ketika tahu Diniyyah Puteri ini dibangun oleh seorang perempuan. Merekatakjub mendengar kisah perjalanan hidup bunda Rahmah El Yunusiyyah.

“Ya.., kami juga ingin memperkenalkan bahwa sosok wanita itu juga bisa menjadi seorang pemimpin maupun pejuang. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan pejuang itu adalah seorang laki-laki, yaitu Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman, Tuanku Imam Bonjol, dan yang lainnya. Ternyata di Padang Panjang ada seorang perempuan yang dengan kegigihannya berjuang membela negara. Nah, yang kita harapkan di sini ialah peserta KBN dan anak-anak yang lainnya juga bisa menjadi seorang tokoh pejuang nantinya. Bisa menampilkan karya-karya terbaiknya untuk negara,” ungkap Kepala Public Relation Perguruan Diniyyah Puteri.(Cici Paramida/Diniyyah News).

DSC 0570web

Sabtu, 31/8 bertepatan di acara Festival Serambi Mekkah, diadakankan acara bedah buku Rahmah El Yunusiyyah, Sang Pendidik Bergelar Syaikhah. Buku ini diterbitkan kembali oleh DRC Publishing setelah sekian lama tidak diperbaharui. Diterbitkan dengan desain yang baru agar lebih menarik untuk dibaca oleh semua kalangan.

Di acara festival ini, DiniyyahPuteri juga membuka stand pameran, pertunjukan kesenian santri, serta fashion show pakaian muslimah fashdy (Fashion Diniyyah). Fashion show pakaian muslimah ini oleh uni-uni Kota Padang Panjang.

Fikrul Hanif Sufyan, S.S., M.Hum, sejarahwan, periset di lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Agama Payakumbuh merupakan narasumber utama dalam acara bedah buku Rahmah El Yunusiyyah. Muhammad Subhan sebagai moderator, Fauzi Fauzan,Lc, S. Fils.,I sebagai narasumber dari keturunan keluarga bunda Rahmah.

DSC 0573web

Acara yang diadakan di lapangan Bancah Laweh, Khatib Soelaiman ini turut dimeriahkan oleh kalangan pelajar Kota Padang Panjang, relawan-relawan Forum Pegiat Literasi Kota Padang Panjang, serta masyarakat umum.

Ibu Syafrini Fitri selaku Kepala Divisi Public Relation Diniyyah Puteri menjelaskan, “Bedah buku ini bertujuan untuk memperkenalkan atau menggali lebih dalam lagi tentang sejarah bunda Rahmah El Yunusiyyah, agar orang lebih banyak mengenal perjuangan bunda Rahmah untuk negara. Bagaimana ia sebagai seorang pendidik, bidan, dan lainnya. Intinya agar orang dari kalangan manapun terkhusus untuk perempuan bisa termotivasi untuk berjuang di jalan yang benar. (CiciParamida/Diniyyah News)

You are here: Home News and Events