Keterampilan Tradisional Minangkabau (KTM)

SMP DINIYYAH PUTERI

 

WhatsApp Image 2020-11-12 at 14.23.09

Tata Boga merupakan mata pelajaran wajib Keterampilan Tradisional Minangkabau (KTM) di SMP Diniyyah Puteri, yang mengajarkan santri tentang dunia memasak. Pelajaran ini sangat penting karena seorang perempuan harus bisa memasak, terlebih lagi jika ia sudah berkeluarga.

Tri Utami, S.Pd, guru Tata Boga SMP Diniyyah Puteri berharap dengan adanya mata pelajaran ini santri bisa mengaplikasikan ilmu Tata Boga dengan semestinya saat berada di lingkungan keluarga masing-masing.

WhatsApp Image 2020-11-12 at 14.23.09 1

Kepala SMP Diniyyah Puteri, Rasyidah Z. Day, S.Psi.I, mengatakan KTM diwajibkan bagi santri kelas VII, VIII, dan IX. Santri kelas VII belajar mengenal bumbu-bumbu, kelas VIII mulai memasak, sedangkan kelas IX memasak masakan luar daerah yang lebih rumit, contohnya Soto Medan atau Spagheti. Masakan yang dipelajari santri mulai dari masakan sederhana sampai masakan yang sulit. KTM memiliki target yakni semua santri bisa memasak berbagai jenis masakan Minangkabau dan makanan luar Minangkabau.

“Di pelajaran Tata Boga ini kami diajarkan tentang masak memasak, mulai dari pengenalan bumbu-bumbu masakan hingga cara mengolahnya menjadi masakan yang enak,” ucap Sri Rahma Syarifah, santri kelas IX SMP Diniyyah Puteri asal Pesisir Selatan.

WhatsApp Image 2020-11-12 at 14.23.09 2

Mutiara Qonita Puteri dan Naufa Azalia Munandar, siswa kelas IX lainnya berujar, “Tak hanya sebatas memasak, di mata pelajaran ini kami juga diajarkan menata dapur dengan rapi. Setelah memasak, kami harus membersihkan dan merapikan kembali dapur yang telah digunakan serta mencuci peralatan memasak yang sudah kotor. Selain itu juga diajarkan cara merawat peralatan dapur dan bahan-bahan masakan yang tak bisa bertahan dalam waktu lama seperti sayuran dan bumbu-bumbu lainnya.” (Rahmi Yulianti/Diniyyah News Reporter)

Evaluasi Mingguan Guru MTsS DMP Diniyyah Puteri

 

WhatsApp Image 2020-11-07 at 13.58.48

Menjadi guru bukan berarti sudah menjadi pribadi yang sempurna, tapi hendaklah senantiasa mengevaluasi diri agar bisa meningkatkan kualitas menjadi lebih baik. Sebab, seorang guruharus siap menjadi contoh dan panutan bagi para siswa yang ia ajarkan.

Hal tersebut selalu jadi perhatian MTsS DMP Diniyyah Puteri. Demi mewujudkan siswa yang berkarakter dan berkualitas, para guru di madrasah ini selalu dijadwalkan mengikuti evaluasi mingguan.

WhatsApp Image 2020-11-07 at 13.58.50

Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan setiap hari Kamis. Tidak hanya rapat antara para guru dengan kepala sekolah, tapi ada beberapa kegiatan penambah ilmu dan kemampuan lainnya. Diantaranya kajian ibadah yang dibimbing oleh Ustad Indra Legiono, Lc, Direktur Diniyyah Arabic Center (DAC). Salah satu materi yang diberikan adalah praktik berwudhu yang benar. Hal ini bermanfaat untuk menyamakan persepsi guru asrama dan sekolah. Kegiatan selanjutnya yaitu menyetor hafalan dengan tim Diniyyah Tahfizul Qur’an (DTQ). Di samping itu, guru juga diajarkan Bahasa Arab yang dibimbing langsung oleh tim Diniyyah Arabic Center (DAC) guna menambah kemampuan berbahasa. Tujuannya agar saat berinteraksi dengan siswa, guru bisa menggunakan Bahasa Arab,” jelas Meilina Roza, S.Pd.I, Kepala MTsS DMP Diniyyah Puteri.

WhatsApp Image 2020-11-07 at 13.58.51

Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan evaluasi. Banyak hal yang dibicarakan oleh kepala, wakil, guru sekolah, dan guru asrama. Diantaranya pembahasan masalah Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas selama seminggu yang lalu, mencari solusi dalam permasalahan yang ada serta merancang program sekolah seminggu ke depan. (Rahmi Yulianti/Diniyyah News)

Lingkungan MTsS DMP Diniyyah Puteri yang Asri

WhatsApp Image 2020-11-05 at 14.02.36

Lingkungan sekolah merupakan salah satu penunjang kenyamanan dalam belajar. Oleh karena itu perlu bagi sekolah membentuk lingkungan yang teduh dan asri.

Hal tersebut tak luput dari perhatian MTsS DMP Diniyyah Puteri. Sejak beberapa tahun terakhir, lingkungan sekolah ditata sedemikian rupa hingga santri merasa betah mengikuti proses belajar.

Dalam menjaga lingkungan sekolah, tidak hanya guru dan karyawan yang ikut merawat tanaman. Namun, santri juga diikutsertakan. Salah satunya melalui ekstrakurikuler gardener. Di ekstrakurikuler tersebut santri diajarkan cara bercocok tanam dan merawat tanaman. Kemampuan ini juga menjadi salah satu yang diuji dalam ujian keputrian bagi santri kelas IX.  

Meilina Roza, S.Pd.I, Kepala MTsS DMP Diniyyah Puteri menjelaskan bahwa tahun 2019, sekolah yang dipimpinnya berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Sumatra Barat.

WhatsApp Image 2020-11-05 at 14.02.36 1

“Kita sebagai putri sejati di pondok pesantren harus cinta lingkungan. Selain itu, kemampuan bercocok tanam dan merawat tanaman ini bisa dijadikan bisnis yang bermanfaat bagi santri kedepannya,” jelasnya saat ditemui ruang kerjanya.

Senada dengan itu, Dalius Djamal, BA., guru ekstrakurikuler gardener MTsS DMP mengatakan merawat lingkungan ini sangat penting. Beliau mengutip ucapan Bunda Rahmah El Yunusiyyah yang mengatakan menyelamatkan satu wanita sama dengan menyelamatkan satu keluarga. Jadi, seorang wanita harus cakap dan aktif dalam rumah tangga. Salah satunya bisa bercocok tanam, seperti menanam bunga, toga (tanaman obat keluarga), dan tanaman lainnya.

Salah satu santri kelas VIII, Farahul Husna, amat senang melihat lingkungan sekolah yang asri dan banyak tanamannya.

WhatsApp Image 2020-11-05 at 14.02.36 2

“Melihat sekolah ini, saya merasa nyaman, sama seperti di rumah. Karena papa dan mama juga hobi bercocok tanam,” ucapnya senang. (Riki Eka Putra/Diniyyah News)

Milad ke-97, Menuju Satu Abad Perguruan Diniyyah Puteri

 

WhatsApp Image 2020-11-04 at 11.49.57

 

 

Perguruan Diniyyah Puteri, Minggu (1/10) merayakan milad yang ke-97. Berbeda dengan peringatan di tahun-tahun sebelumnya, milad bertema ‘Menuju Satu Abad, Mendidik Generasi Membangun Negeri’ kali ini diadakan secara daring (dalam jaringan).  

Resepsi milad yang diadakan di Aula Zainudin Labay El Yunusy, dihadiri terbatas oleh santri, guru, dan karyawan Diniyyah Puteri. Pada acara tersebut, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan, SE.,M.Si, menyatakan bahwa milad kali ini spesial karena dirayakan oleh kalangan internal saja. Biasanya setiap kali milad, Diniyyah Puteri selalu mengundang tamu-tamu dari luar dan alumni. Sedangkan di masa pandemi ini semua santri guru dan karyawan bisa menyaksikan resepsi milad secara langsung. Spesialnya lagi, di milad kali ini semua santri, guru, dan karyawan menggemakan shalawat, bentuk kecintaan kepada Rasulullah Saw.

Selanjutnya, beberapa kata sambutan dari para tamu kehormatan dilakukan via Zoom Meeting. Diantaranya Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah, Kepala Kantor Kementerian agama Kota Padang Panjang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, dan Walikota Padang Panjang.  

Selain itu, turut dilakukan ‘Bincang Saran Menuju Satu Abad Diniyyah Puteri’ via Zoom Meeting bersama Prof. dr. Fasli Jalal, Sp. GK., Ph.D, Dra. Nurhayati Subakat, Apt., Hj. Emma Yohana, Pimpinan Diniyyah Puteri Lampung, Pimpinan Diniyyah Al Azhar Jambi, Pimpinan Diniyyah Pekanbaru, Ketua Ikatan Keluarga Diniyyah (IKD) Pusat beserta pengurus, IKD Jakarta, IKD Padang, IKD Medan, IKD Pekanbaru, IKD Bandung, dan IKD Bukittinggi. Dari bincang saran tersebut, didapatkan kesimpulan agar Diniyyah Puteri terus meningkatkan sistem pendidikan sehingga bisa menghasilkan santri yang berkarakter.

WhatsApp Image 2020-11-04 at 12.58.43

Dalam momentum milad ke-97 ini, Dra. Nurhayati Subakat, Apt., pemilik perusahaan kosmetik Wardah, yang juga alumni Diniyyah Puteri, memberikan bantuan Rp. 1 Miliar. Bantuan tersebut untuk membenahi asrama dan fasilitas pendukung lainnya guna mewujudkan pendidikan berkualitas di Diniyyah Puteri.

Guna memeriahkan acara, turut ditampilkan paduan suara dan pertunjukan talempong oleh santri. (Riki Eka Putra/Diniyyah News)      

You are here: Home News and Events