Reuni Akbar dan Musyawarah Besar (Mubes) Interaksi Keluarga Diniyyah (IKD)

398859704 6437662176342439 64nj57722843567265233 n

Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Diniyyah Puteri di Aula Zainudin Labay El Yunusy dihadiri oleh ratusan alumni yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini dilaksanakan pada Minggu (05/11/2023) bertepatan dengan rangkaian Milad ke 1 Abad Diniyyah Puteri.

Mubes ini dilaksanakan bersamaan dengan reuni akbar seluruh angkatan keluarga besar Alumni Diniyyah Puteri. Ketua Interaksi Keluarga Diniyyah (IKD), Drs. Eva Delva, M.MPd menjelaskan bahwa dalam milad kali ini menyampaikan laporan pertanggung jawaban dari kepemimpinan periode sebelumnya. “Pada Mubes tadi kami menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) serta merevisi Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART) yang sudah berhasil dibuat di masa kepemimpinan kami,” ucapnya.

Pada acara ini Eva Delva menuturkan  pengurus IKD turut menuturkan peresmian IKD sebagai organisasi resmi dengan pengurusan izin pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) serta penyerahan donasi kepada Perguruan Diniyyah Puteri dari alumni sebanyak 136 juta.

Eva Delva menjelaskan bahwa pendirian IKD bertujuan untuk memberikan manfaat bagi sesama, terutama kepada Diniyyah Puteri sekaligus bersuara, bergerak dan saling menjembatani satu sama lain.

Beliau juga menyebutkan bahwa hal ini menjadi momentum dimana semua alumni bisa membersamai sekaligus melepas rindu antar teman seangkatan, kakak serta adik kelas.

Hal senada diungkapkan oleh Rifda Neli, alumni yang berasal dari Jakarta. Ia mengaku antusias dan bersemangat mengikuti reuni akbar IKD. “Acara seperti ini sangat penting untuk melepas rindu. Terutama bagi kita yang sudah lama tidak berjumpa. Terlebih lagi kita anak asrama yang mengetahui suka duka kehidupan teman-teman kita di asrama lainnya. Hal ini menjadi momen bagi kita mengingat memori lama kehidupan asrama,” ujarnya.

Sementara itu, Fauziah Fauzan, El Muhammady, SE. Akt. M.Si, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri yang juga alumni Diniyyah Puteri menyebutkan harapannya bagi IKD. “Semoga IKD tetap eksis membangun alumni serta menjadi wadah kebersamaan, mampu saling membantu satu sama lain, dan terus membangun ukhuwah atas izin Allah,” sebutnya. (Tasya Sabila/Diniyyah Puteri) 

Jusuf Kalla Hadiri Perayaan Milad 100 Tahun Diniyyah Puteri

398197242 6432366636871993ds 5597827667867310965 n

Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla mendatangi Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sabtu (04/11/2023). JK, sapaan akrabnya datang dalam rangka perayaan Milad 1 Abad sekolah yang didirikan oleh Rahmah El Yunusiyyah, tokoh pembaharu pendidikan Islam dari Minangkabau.

JK tiba di Diniyyah Puteri didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Kedatangannya disambut meriah oleh santri dan diiringi dengan musik drum band sebelum memasuki Aula Zainudin Labay El Yunusy.

JK kagum pada Diniyyah Puteri, sekolah yang didirikan 1 abad lalu oleh Rahmah El Yunusiyyah. “Begitu jauhnya perbedaan pandangan. Seratus tahun yang lalu di tempat ini sudah didirikan sekolah khusus puteri,” ucapnya.

Beliau juga memuji kehadiran sekolah ini sebagai kemajuan pemikiran bangsa, “Pemikiran kita jauh lebih maju dari Afghanistan. Pada hari ini wanita disana belum mendapatkan pendidikan yang layak, tapi disini seratus tahun yang lalu sudah hadir sekolah khusus Puteri.”

Ia turut menjelaskan bahwa pendidikan adalah melihat masa depan serta peran wanita yang semakin maju, profesi yang makin besar dan harus mendapatkan pendidikan yang sesuai. Beliau melihat hal ini telah berhasil diwujudkan oleh Diniyyah Puteri melalui para alumninya. Contohnya, Rasuna Said dan Nurhayati Subakat.

JK turut memberikan selamat atas perjalanan panjang Diniyyah Puteri yang telah berhasil mencapai usia 1 Abad. Ia berharap seluruh pengabdian Diniyyah Puteri menjadi amal jariyah dan turut menjadi bagian untuk kemajuan bangsa.

Putra Bugis ini turut mengapresiasi dan memberikan harapannya atas usia 1 abad Diniyyah Puteri. “Kita mengapresiasi kurikulum dan pembelajaran disini. Mengikuti perkembangan, jadi tidak hanya agama tapi juga teknologi. Semoga tetap memberikan yang terbaik bagi anak muridnya, jelasnya.

Pada kesempatan ini JK juga berkesempatan meresmikan tugu 1 Abad Diniyyah Puteri dan meresmikan Asrama Hj. Yuliana yang baru didirikan pada tahun ini. (TasyaSabila/DiniyyahNewsReporter) 

Meriahnya Perayaan 1 Abad Diniyyah Puteri

s

Gegap gempita menyambut perayaan Milad 1 Abad Diniyyah Puteri Padang Panjang. Hadir sejumlah tokoh seperti Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla, Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Plt. Walikota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah, Nadirman Haska, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, serta sejumlah akademisi dan alumni Diniyyah Puteri dari berbagai angkatan.

Perayaan Milad 1 abad ini dilaksanakan pada Sabtu, (04/11/23) di Aula Zainudin Labay El Yunusy.

   JK, sapaan akrab Jusuf kalla menuturkan kemajuan pemikiran Diniyyah Puteri merupakan suatu hal yang harus diapresiasi, “Begitu jauhnya perbedaan pandangan, 100 tahun yang lalu di tempat ini sudah didirikan sekolah khusus Puteri. Pemikiran kita lebih maju dari Afghanistan yang sampai hari ini masih tidak mengizinkan perempuan bersekolah.” Senada dengan JK, Haedar Nashir, mengungkapkan harapannya pada Milad 1 Abad Diniyyah Puteri, “Semoga dari generasi ini lahir Aisyah dan Khadijah di abad modern, serta Rasuna Said berikutnya dan menjadi putri-putri Islam yang melanjutkan perjuangan bangsa.”

Nurhayati Subakat, Komisaris Utama PT. Paragon Technology and Innovation, Alumni Diniyyah Puteri yang hadir via zoom turut menyampaikan selamat pada Milad 1 Abad Diniyyah Puteri. Ia menjelaskan bahwa santri yang menempuh pendidikan di Diniyyah Puteri sangat potensi menjadi kader terbaik dari generasi ke generasi. Ia menjelaskan bahwa Bunda Rahmah mengajarkan tujuan hidup yang bermanfaat bagi orang lain dan menjadi perempuan mandiri. Alhamdulillah hasilnya dapat kita lihat di masa krisis pun Paragon bergerak lebih cepat dan lebih bermakna. Hal ini tidak lepas dari karakter dan pembelajaran yang ditanamkan Bunda Rahmah. Ia turut menyampaikan pesan kepada para guru Diniyyah Puteri agar tidak pernah bosan mendidik para santri.

Ungkapan syukur juga dilontarkan Fauziah Fauzan pada perayaan milad kali ini “Alhamdulillah Diniyyah Puteri mencapai usia 100 tahun atas izin Allah dan guru-guru yang berjiwa ikhlas semoga mendapat Ridha Ilahi,” ucapnya. Beliau juga mengungkapkan harapannya agar Diniyyah Puteri mampu mengemban risalah Rasulullah dan melanjutkan perjuangan Islam untuk mencetak generasi-generasi terbaik.

Momen menarik pada perayaan Milad kali ini adalah penyerahan bendera 1 Abad oleh Fauziah Fauzan pada generasi pertama Diniyah Puteri, Siti M Nur yang diwakili oleh anaknya Taufik Ismail dan Rahmat Ismail diiringi oleh lantunan Asmaul Husna. Taufik Ismail beserta adiknya pun turut memberikan sebuah arsip keluarga mereka berupa foto generasi pertama Diniyyah Puteri yang memuat Rasuna Said, Siti M Nur beserta teman-temannya pada generasi pertama. Foto yang berusia 100 tahun tersebut diterima langsung oleh Zizi, sapaan akrab Fauziah Fauzan.

Suasana semakin syahdu kala Taufik Ismail membacakan puisi yang ia buat khusus pada perayaan Milad 1 Abad Diniyyah Puteri.

  Pada momen 100 tahun ini Jusuf Kalla didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi  Ansharullah dan Fauziah Fauzan meresmikan tugu 1 Abad Diniyyah Puteri beserta asrama baru yang diberi nama Hj. Yuliana.

Pada kesempatan ini turut hadir Yendra Fahmi, Pengusaha Asal Minangkabau yang menjadi donator utama pembangunan Asrama Hj. Yuliana, asrama baru Diniyyah Puteri serta pemberian paket Umrah pada 50 guru terpilih.

Suasana milad semakin khidmat dengan dinyanyikannya lagu Mars Diniyyah Puteri beserta lagu Padang Panjang. Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan penampilan Hadroh dan penampilan musik kolaborasi oleh Santri Diniyyah Puteri. (Tasya Sabila/Diniyyah News Reporter)  

Peluncuran Buku Biografi dan Webtoon Rahmah El Yunusiyyah

398681739_64276fef60860675904_4483178851874825384_n.jpg

      Genap berusia 100 tahun, Perguruan Diniyyah Puteri menggelar peluncuran buku biografi dan webtoon Rahmah El Yunusiyyah, Jum’at (03/11/2023) di Aula Zainuddin Labay El Yunusy, Padang Panjang.

    Acara peluncuran buku yang diberi judul “Rahmah El Yunusiyyah Sang Pendidik Bergelar Syaikhah” digelar bersama Gramedia, penerbit buku terbesar di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh Bagus Syumanjaya, Manager Bisnis Development Penerbit Elex Media Komputindo, Jarwati, Kepala Redaksi Quanta Penerbit Islami Elex Media Komputindo,Kepala SDM Diniyyah Puteri, Fauzi Fauzan, Lc,S.Fils,I, Kepala Departemen Pendidikan Diniyyah Puteri, Dr. Laili Ramadhani, MA, guru, dosen, karyawan, mahasiswa dan santri  Diniyyah Puteri Padang Panjang.

     Buku ini mengisahkan tentang sejarah perjuangan Rahmah El Yunusiyyah dalam membangun sekolah khusus puteri pertama di Indonesia, Diniyyah Puteri. Buku ini dikisahkan oleh keluarga, anak didik serta beberapa tokoh nasional seperti Buya Hamka dan Mohammad Natsir.

    Buku ini menjelaskan seluk beluk perjuangan Rahmah dalam membangun dan memperjuangkan pendidikan bagi kaum wanita melalui sekolah yang ia bangun. Melalui buku ini kita juga diajak mengenal sistem pendidikan islami khusus muslimah yang dirancang oleh Rahmah El Yunusiyyah.

     Menariknya, pada perayaan milad 1 abad ini, tidak hanya buku biografi Rahmah yang diluncurkan melainkan juga Webtoon mengenai tokoh perempuan Minangkabau tersebut. Fauzi Fauzan menjelaskan perancangan pembuatan webtoon serial Bunda Rahmah ini penting untuk menyasar anak muda.

    “Peluncuran webtoon ini ditujukan untuk menyasar golongan anak-anak muda, karena buku biografi pasti kebanyakan lebih diminati oleh orang dewasa. Hal ini penting guna membuat para anak muda juga mengenal sejarah tapi melalui media komik digital,” ucapnya.

    Sementara itu, Bagus Syumanjaya menjelaskan inisiatif dari pembuatan webtoon Rahmah El Yunusiyyah.  Rencananya webtoon ini akan berisi kisah fiksi tentang Bunda Rahmah namun sarat akan nilai dan ajaran-ajaran beliau. Webtoon ini akan didistribusikan di Indonesia, Malaysia, Timur Tengah dan Eropa.

     Serial webtoon ini nantinya akan menggambarkan karakter Rahmah kecil serta Rahmah muda yang memuat petualangan Rahmah, kisah persahabatan, serta dorongan kepada wanita untuk mengejar mimpi dan cita-citanya. Menariknya dari karakter Rahmah ialah tidak melepaskan visual dari sosok aslinya yang memakai lilit dan baju kurung basiba khas wanita Minangkabau.

     Jarwati, Kepala Redaksi Quanta, penerbit biografi buku Bunda Rahmah menyampaikan harapannya, “Semoga dengan terbitnya buku Rahmah El Yunusiyyah: Sang Pendidik Bergelar Syaikhah” ini bisa menginspirasi khususnya kaum wanita, santriwati dan generasi muda saat ini agar lebih produktif, lebih berkembang dan maju. Mari kita teladani Bunda Rahmah dari perjuangan dan perilaku keseharian beliau.”

    Lebih lanjut Jarwati pun menyampaikan harapannya pada peluncuran buku dan webtoon agar sosok Rahmah El Yunusiyyah dapat diteladani oleh generasi muda. Tidak hanya generasi muda Sumatera Barat, tapi juga Indonesia bahkan dunia. (Tasya Sabila/Diniyyah News Reporter)    

You are here: Home News and Events