DSC 0570web

Sabtu, 31/8 bertepatan di acara Festival Serambi Mekkah, diadakankan acara bedah buku Rahmah El Yunusiyyah, Sang Pendidik Bergelar Syaikhah. Buku ini diterbitkan kembali oleh DRC Publishing setelah sekian lama tidak diperbaharui. Diterbitkan dengan desain yang baru agar lebih menarik untuk dibaca oleh semua kalangan.

Di acara festival ini, DiniyyahPuteri juga membuka stand pameran, pertunjukan kesenian santri, serta fashion show pakaian muslimah fashdy (Fashion Diniyyah). Fashion show pakaian muslimah ini oleh uni-uni Kota Padang Panjang.

Fikrul Hanif Sufyan, S.S., M.Hum, sejarahwan, periset di lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Agama Payakumbuh merupakan narasumber utama dalam acara bedah buku Rahmah El Yunusiyyah. Muhammad Subhan sebagai moderator, Fauzi Fauzan,Lc, S. Fils.,I sebagai narasumber dari keturunan keluarga bunda Rahmah.

DSC 0573web

Acara yang diadakan di lapangan Bancah Laweh, Khatib Soelaiman ini turut dimeriahkan oleh kalangan pelajar Kota Padang Panjang, relawan-relawan Forum Pegiat Literasi Kota Padang Panjang, serta masyarakat umum.

Ibu Syafrini Fitri selaku Kepala Divisi Public Relation Diniyyah Puteri menjelaskan, “Bedah buku ini bertujuan untuk memperkenalkan atau menggali lebih dalam lagi tentang sejarah bunda Rahmah El Yunusiyyah, agar orang lebih banyak mengenal perjuangan bunda Rahmah untuk negara. Bagaimana ia sebagai seorang pendidik, bidan, dan lainnya. Intinya agar orang dari kalangan manapun terkhusus untuk perempuan bisa termotivasi untuk berjuang di jalan yang benar. (CiciParamida/Diniyyah News)

DSC 0062 web

Acara Peresmian Museum Rahmah El Yunusiyyah dilaksanakan pada Senin, 26/8. Diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni Hilmar Farid, Ph.D. mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berhalangan hadir.

Meseum ini sebenarnya adalah sebuah rumah tua yang berada di Jalan Abdul Hamid Hakim, tepatnya di seberang Masjid Agung Ashliyah. Di sinilah dulunya Rahmah El Yunusiyyah lahir dan dibesarkan.

Ada tiga sebab didirikannya Museum Rahmah El Yunusiyyah ini yakni keinginan dari Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri yang sudah lama direncanakan, permintaan dari tokoh Malaysia yang berkunjung ke Diniyyah Puteri serta permintaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Padang Panjang.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Perguruan Diniyah Puteri, Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah beserta pengurus yayasan, Wali Kota beserta unsur FORKOPIMDA dan OPD kota Padang Panjang, Ketua Umum Organisasi Alumni Diniyyah Puteri beserta para Alumni Diniyyah Puteri, Rombongan Kemah Budaya Nasional dan Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak, Datuak-Datuak serta masyarakat sekitar.

DSC 0121web

 

Kepala Divisi Public Relation Perguruan Diniyyah Puteri, Ibu Syafrini Fitri, menjelaskan bahwa dalam Museum Rahmah El Yunusiyyah, masih bisa kita lihat kamar tidur beliau, lemari tua, perabotan, dan tempat tidur besi zaman dahulu milik keluarga beliau. Museum ini terdapat juga perpustakaan yang menyimpan koleksi buku-buku lama milik Bunda Rahmah El Yunusiyyah, galeri foto serta piagam penghargaan dari Presiden SBY dan BJ Habibie, fasilitas moving room tentang sejarah perjalanan kehidupan Bunda Rahmah, dan ruang belajar memakai lilit dan baju basiba. Lilit dan baju basiba adalah ciri khas pakaian Diniyyah Puteri. Jadi, pengunjung dari luar bisa menggunakan serta belajar memakai lilit di ruangan yang telah tersedia.

DSC 0143web

Tujuan didirikannya Museum Rahmah ini adalah untuk membangkitkan semangat dari semua kalangan khususnya para wanita agar lebih rajin lagi dalam belajar. Seperti yang sudah dilakukan oleh bunda Rahmah sendiri. Para wanita zaman sekarang dapat meneladani perjuangan Bunda Rahmah sebagai pendidik, bidan, sebagai tokoh perjuangan saat kemerdekaan, dan lain sebagainya.

“Semoga museum ini ramai dikunjungi baik dari kalangan pelajar Kota Padang Panjang, mahasiswa, dosen, termasuk dari luar negeri. Jadi, harapannya semoga museum itu dapat memberi manfaat dan banyak yang bisa diambil dari kisah perjalanan Bunda Rahmah dari dulu sampai sekarang,” jelas Ibu Syafrini Fitri saat ditemui di ruangan kerjanya. (CiciParamida/Diniyyah News)

FLS SMP

Yoiko Naomi adalah santri SMP Diniyyah Puteri yang berhasil lolos bidang esai dalam FLS dengan judul “Menjaga Alam Sekitar Melalui Ikan Larangan”. Naomi berhasil mengalahkan ribuan pesertaSMP se Indonesia dalam kegiatan nasional ini.

Kegiatan FLS jenjang SMP ini ada 5 cabang yang dilombakan yaitu Lomba Cipta Cerpen, Lomba Cipta Puisi, Lomba Story Telling, Lomba Berpantun, dan Lomba Menulis Esai. Setelah naskah dikirim dan dinilai oleh Direktorat Pembinaan SMP maka ditetapkan 34 finalis dari setiap cabang lomba untuk setiap provinsi. Semua finalis yang terpilih akan mengikuti kegiatan final di DKI Jakarta tepatnya di El Royale Hotel Jakarta yang berlangsung dari tanggal 25-29 Juli 2019.

Kegiatan FLS ini bertujuan agar semua pelajar SMP dapat meningkatkan budaya membaca dan menulis dikalangannya masing-masing. Sebagaimana yang kita ketahui buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku kita dapat mengetahui apa saja yang terjadi di belahan bumi ini. Namun, budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar untuk saat ini terbilang sangat rendah. Untuk itu, dalam rangka membudayakan gerakan literasi melalui peningkatan keterampilan membaca dan menulis, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Festival Literasi Sekolah (FLS) tingkat nasional pada (25-29/7) di DKI Jakarta.

Rasyidah Z. Day S. Psi. I, Kepala Sekolah SMP Diniyyah Puteri, mengatakan bahwa ini adalah suatu langkah yang luar biasa bagi santri untuk bidang kepenulisan. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi adik-adik serta teman yang lain agar bisa bersemangat untuk aktif dalam kepenulisan. Apalagi peluang untuk lomba kegiatan menulis dari tingkat kota sampai nasional terbilang cukup banyak.

“Naomi tetap semangat dalam tantangannya di Jakarta. Apapun hasilnya, selama sudah berusaha semaksimal mungkin itulah yang terbaik. Kalah menang itu adalah bonus untuk kita, yang penting sudah mencoba untuk melewati sebuah tantangan baru.” pesan Kepala Sekolah kepada Naomi saat akan berangkat ke Jakarta.

Naomi mengatakan bahwa ia merasa kaget dan tidak percaya ketika mendengar namanya lolos dalam ajang bergengsi yang diikutinya. Karena yang mengikuti FLS ini sangat banyak bahkan ada ribuan peserta. Namun, ia juga merasa sangat senang karena pejuangannya membuahkan hasil. Ia juga berharap agar nantinya bisa lancer dalam final di Jakarta.

Sebelum berangkat ke Jakarta, Naomi beserta pembimbing mengunjungi Balai Kota Padang Panjang serta Dinas Pendidikan dengan tujuan bersilaturrahmi, serta izin pamit. Wakil Wali Kota Padang Panjang, Drs. Asrul, berpesan agar focus dalam kegiatan final di Jakarta. Jangan memikirkan hal-hal lain terlebih dahulu karena bisa membuat focus kita jadi terpecah. Ia juga merasa sangat bangga terhadap santri yang lolos lomba ini.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, Dr. Desmon, M. Pd, ia berpesan agar Naomi tetap semangat dengan kegiatannya di Jakarta serta semoga sukses.         (CiciParamida/ Diniyyah News Reporter)

FL2N SD

Dalam rangka meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang sastra, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N). Kegiatan ini diikuti oleh ribuan siswa Sekolah Dasar se-Indonesia, Madrasah Ibtidaiyah, dan sederajat.

Lima bidang lomba diadakan pada kegiatan ini, yaitu Lomba Menulis Cerpen, Lomba Baca Puisi, Lomba Cipta Pantun, Lomba Cipta Syair, serta Lomba Mendongeng. Tema yang diberi pada Festival dan Lomba Literasi Nasional Sekolah Dasar Tahun ini adalah “Suka Cita Aak Indonesia Belajar Sepanjang Hayat”.

Syahid Athaillah, siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta Rahmah el Yunusiyyah ( MIS REY) Padang Panjang berhasil lolos dalam bidang cipta Cerpen. Ia lolos dengan judul cerpen “Sepak Terjangku”. Final diadakan di Tangerang, 25-29Juli 2019.

Tujuan dari kegiatan ini diantaranya adalah untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang sastra (lisan dan tulis) serta memotivasi peserta didik untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis sejak dini. Nabila Zoraya, S. Pd,I, Kepala MIS REY mengatakan merasa senang mendengar berita ini. Ia juga menanamkan beberapa poin untuk Attahillah ketika akan berangkat ke Tangerang di antaranya ya itu bisa meningkatkan bagaimana silaturrahmi dengan teman-teman lain di luar sana, serta bisa meningkatkan percaya diri. “Untuk Atta, tetap selalu rendah hati karena dengan hati itulah kita bisa untuk menggali terus potensi yang ada dalam diri kita,”pesannya saat ditemui di ruang kerjanya. 

Sebelum berangkat ke Tangerang, Attahillah, pembimbing beserta pihak sekolah mengunjungi Balai Kota Padang Panjang, serta Kementrian Agama untuk bersilaturrahmi serta izin pamit. (CiciParamida/Diniyyah News Reporter)

You are here: Home News and Events