DSC 0062 web

Acara Peresmian Museum Rahmah El Yunusiyyah dilaksanakan pada Senin, 26/8. Diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni Hilmar Farid, Ph.D. mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berhalangan hadir.

Meseum ini sebenarnya adalah sebuah rumah tua yang berada di Jalan Abdul Hamid Hakim, tepatnya di seberang Masjid Agung Ashliyah. Di sinilah dulunya Rahmah El Yunusiyyah lahir dan dibesarkan.

Ada tiga sebab didirikannya Museum Rahmah El Yunusiyyah ini yakni keinginan dari Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri yang sudah lama direncanakan, permintaan dari tokoh Malaysia yang berkunjung ke Diniyyah Puteri serta permintaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Padang Panjang.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Perguruan Diniyah Puteri, Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah beserta pengurus yayasan, Wali Kota beserta unsur FORKOPIMDA dan OPD kota Padang Panjang, Ketua Umum Organisasi Alumni Diniyyah Puteri beserta para Alumni Diniyyah Puteri, Rombongan Kemah Budaya Nasional dan Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak, Datuak-Datuak serta masyarakat sekitar.

DSC 0121web

 

Kepala Divisi Public Relation Perguruan Diniyyah Puteri, Ibu Syafrini Fitri, menjelaskan bahwa dalam Museum Rahmah El Yunusiyyah, masih bisa kita lihat kamar tidur beliau, lemari tua, perabotan, dan tempat tidur besi zaman dahulu milik keluarga beliau. Museum ini terdapat juga perpustakaan yang menyimpan koleksi buku-buku lama milik Bunda Rahmah El Yunusiyyah, galeri foto serta piagam penghargaan dari Presiden SBY dan BJ Habibie, fasilitas moving room tentang sejarah perjalanan kehidupan Bunda Rahmah, dan ruang belajar memakai lilit dan baju basiba. Lilit dan baju basiba adalah ciri khas pakaian Diniyyah Puteri. Jadi, pengunjung dari luar bisa menggunakan serta belajar memakai lilit di ruangan yang telah tersedia.

DSC 0143web

Tujuan didirikannya Museum Rahmah ini adalah untuk membangkitkan semangat dari semua kalangan khususnya para wanita agar lebih rajin lagi dalam belajar. Seperti yang sudah dilakukan oleh bunda Rahmah sendiri. Para wanita zaman sekarang dapat meneladani perjuangan Bunda Rahmah sebagai pendidik, bidan, sebagai tokoh perjuangan saat kemerdekaan, dan lain sebagainya.

“Semoga museum ini ramai dikunjungi baik dari kalangan pelajar Kota Padang Panjang, mahasiswa, dosen, termasuk dari luar negeri. Jadi, harapannya semoga museum itu dapat memberi manfaat dan banyak yang bisa diambil dari kisah perjalanan Bunda Rahmah dari dulu sampai sekarang,” jelas Ibu Syafrini Fitri saat ditemui di ruangan kerjanya. (CiciParamida/Diniyyah News)

FLS SMP

Yoiko Naomi adalah santri SMP Diniyyah Puteri yang berhasil lolos bidang esai dalam FLS dengan judul “Menjaga Alam Sekitar Melalui Ikan Larangan”. Naomi berhasil mengalahkan ribuan pesertaSMP se Indonesia dalam kegiatan nasional ini.

Kegiatan FLS jenjang SMP ini ada 5 cabang yang dilombakan yaitu Lomba Cipta Cerpen, Lomba Cipta Puisi, Lomba Story Telling, Lomba Berpantun, dan Lomba Menulis Esai. Setelah naskah dikirim dan dinilai oleh Direktorat Pembinaan SMP maka ditetapkan 34 finalis dari setiap cabang lomba untuk setiap provinsi. Semua finalis yang terpilih akan mengikuti kegiatan final di DKI Jakarta tepatnya di El Royale Hotel Jakarta yang berlangsung dari tanggal 25-29 Juli 2019.

Kegiatan FLS ini bertujuan agar semua pelajar SMP dapat meningkatkan budaya membaca dan menulis dikalangannya masing-masing. Sebagaimana yang kita ketahui buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku kita dapat mengetahui apa saja yang terjadi di belahan bumi ini. Namun, budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar untuk saat ini terbilang sangat rendah. Untuk itu, dalam rangka membudayakan gerakan literasi melalui peningkatan keterampilan membaca dan menulis, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Festival Literasi Sekolah (FLS) tingkat nasional pada (25-29/7) di DKI Jakarta.

Rasyidah Z. Day S. Psi. I, Kepala Sekolah SMP Diniyyah Puteri, mengatakan bahwa ini adalah suatu langkah yang luar biasa bagi santri untuk bidang kepenulisan. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi adik-adik serta teman yang lain agar bisa bersemangat untuk aktif dalam kepenulisan. Apalagi peluang untuk lomba kegiatan menulis dari tingkat kota sampai nasional terbilang cukup banyak.

“Naomi tetap semangat dalam tantangannya di Jakarta. Apapun hasilnya, selama sudah berusaha semaksimal mungkin itulah yang terbaik. Kalah menang itu adalah bonus untuk kita, yang penting sudah mencoba untuk melewati sebuah tantangan baru.” pesan Kepala Sekolah kepada Naomi saat akan berangkat ke Jakarta.

Naomi mengatakan bahwa ia merasa kaget dan tidak percaya ketika mendengar namanya lolos dalam ajang bergengsi yang diikutinya. Karena yang mengikuti FLS ini sangat banyak bahkan ada ribuan peserta. Namun, ia juga merasa sangat senang karena pejuangannya membuahkan hasil. Ia juga berharap agar nantinya bisa lancer dalam final di Jakarta.

Sebelum berangkat ke Jakarta, Naomi beserta pembimbing mengunjungi Balai Kota Padang Panjang serta Dinas Pendidikan dengan tujuan bersilaturrahmi, serta izin pamit. Wakil Wali Kota Padang Panjang, Drs. Asrul, berpesan agar focus dalam kegiatan final di Jakarta. Jangan memikirkan hal-hal lain terlebih dahulu karena bisa membuat focus kita jadi terpecah. Ia juga merasa sangat bangga terhadap santri yang lolos lomba ini.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, Dr. Desmon, M. Pd, ia berpesan agar Naomi tetap semangat dengan kegiatannya di Jakarta serta semoga sukses.         (CiciParamida/ Diniyyah News Reporter)

FL2N SD

Dalam rangka meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang sastra, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N). Kegiatan ini diikuti oleh ribuan siswa Sekolah Dasar se-Indonesia, Madrasah Ibtidaiyah, dan sederajat.

Lima bidang lomba diadakan pada kegiatan ini, yaitu Lomba Menulis Cerpen, Lomba Baca Puisi, Lomba Cipta Pantun, Lomba Cipta Syair, serta Lomba Mendongeng. Tema yang diberi pada Festival dan Lomba Literasi Nasional Sekolah Dasar Tahun ini adalah “Suka Cita Aak Indonesia Belajar Sepanjang Hayat”.

Syahid Athaillah, siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta Rahmah el Yunusiyyah ( MIS REY) Padang Panjang berhasil lolos dalam bidang cipta Cerpen. Ia lolos dengan judul cerpen “Sepak Terjangku”. Final diadakan di Tangerang, 25-29Juli 2019.

Tujuan dari kegiatan ini diantaranya adalah untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang sastra (lisan dan tulis) serta memotivasi peserta didik untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis sejak dini. Nabila Zoraya, S. Pd,I, Kepala MIS REY mengatakan merasa senang mendengar berita ini. Ia juga menanamkan beberapa poin untuk Attahillah ketika akan berangkat ke Tangerang di antaranya ya itu bisa meningkatkan bagaimana silaturrahmi dengan teman-teman lain di luar sana, serta bisa meningkatkan percaya diri. “Untuk Atta, tetap selalu rendah hati karena dengan hati itulah kita bisa untuk menggali terus potensi yang ada dalam diri kita,”pesannya saat ditemui di ruang kerjanya. 

Sebelum berangkat ke Tangerang, Attahillah, pembimbing beserta pihak sekolah mengunjungi Balai Kota Padang Panjang, serta Kementrian Agama untuk bersilaturrahmi serta izin pamit. (CiciParamida/Diniyyah News Reporter)

IMG-20190704-WA0002

 

 

MTs. DMP menjadi satu-satunya sekolah asal Sumatera Barat yang mengikuti MYRES (Madrasah Young Researcher Super Camp) tahun 2019 ini. MYRES tahun ini diikuti oleh perwakilan siswa madrasah jenjang MTs dan MA yang ada di seluruh Indonesia. Dari 1013 peserta yang mengirim proposal penelitian, yang lolos hanya 27 peserta siswa MTs dan 27 peserta siswa MA. Dari banyak peserta yang lolos seleksi proposal penelitian itu, terdapat dua orang siswa MTs. DMP Diniyyah Puteri Padang Panjang, yaitu Fazatil Husainah dan Shalwa Khalisa Aqiilah.

Fazatil Husainah dan Shalwa Khalisa Aqiilah mengajukan proposal penelitian dalam bidang Sosial dan Kemanusiaan (Sosial dan Humaniora). Judul proposalnya adalah “Peran Tradisi Batagak Kudo-Kudo Sebagai Perekat Persatuan di Kecamatan Batipuh.” Mereka pun bersama peserta lain yang lolol seleksi proposal berhak mengikuti Workshop Pendampingan Proposal, yang digelar pada tanggal 3-5 Juli 2019 di Serpong, Banten.

IMG-20190704-WA0004

Di kegiatan Workshop ini, rencananya mereka diberikan pembinaan awal untuk mengembangkan proposal penelitian yang mereka teliti. Setelah 3 hari mendapatkan pembinaan di Serpong, mereka pun akan diberi waktu kira-kira satu bulan untuk melakukan penelitian di lapangan sekaligus menuliskan laporan hasil penelitian.

IMG-20190704-WA0000

Hasil penelitian ini yang akan dikirim paling lambat bulan Agutus ke Kementerian Agama RI di Jakarta untuk dinilai kembali. Sembilan hasil penelitian terbaiklah yang masuk ke babak grand final, yang Insya Allah digelar di Manado pada tanggal 8-11 September 2019.

Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan el Muhammady, SE. Akt. M.Si mengatakan penelitian itu sebenarnya adalah akumulasi dari berbagai keterampilan berpikir yang akhirnya menggarap kemampuan critical thinking. Penelitian ini penting untuk dasar pengambilan sebuah keputusan. “Kalau mereka dari usia sekolah, usia remaja apalagi tingkat MTs. Sudah memahami tentang penelitian maka aslinya itu kemampuan literasi mereka yang berkembang dalam berbagai sisi, tidak hanya membacadanmenulis, juga analisa bahkan semuanya,” ungkap Ibu Fauziah Fauzan penuh apresiasi.

“Itu berarti sudah baik dan kemampuan meneliti harusnya memang dimiliki oleh anak usia sekolah, bahkan saat usia dini. Jadi, jika membahas researcher di usia SMP itu sebenarnya telat. Karena di Negara maju anak TK itu sudah belajar penelitian, seperti sudah bisa mengoperasikan pompa air, membedah burung, dll.” jelas Ibu Fauziah Fauzan menceritakan pengalaman beliau berkunjung ke beberapa negara.

“Tetapi, dengan program yang sudah dibuat di Diniyyah Puteri ini kita bersyukur artinya program yang diberikan kepada santri itu menunjukkan ada hasil setidaknya santri Diniyyah Puteri lolos di tingkat nasional dan diperhitungkan. Kita berharap keterampilan ini terus ditingkatkan sehingga menjadi kemampuan semua santri secara merata. Kalau di usia-usia SMP sudah punya kemampuan keterampilan yang baik untuk penelitian dan di SMA semakin baik maka ketika kuliah sudah bisa menghasilkan sesuatu,” tambah Ibu Fauziah Fauziah.

PimpinanPerguruanDiniyyahPuteri juga memberi saran dan harapannya kepada santri yang akan mengikuti workshop di Serpong yaitu harus beradaptasi dengan lingkungan karena pasti banyak anak-anak dari sekolah lain yang mengikuti lomba ini mempunyai kebiasaan yang berbeda, aturan serta standar sikap yang berbeda maka santri harus siap. Santri juga harus melihat, belajar dari anak sekolah lain, apa yang mereka teliti, apa kehebatan serta keunikannya karena dengan melihat pemikiran orang lain juga bisa menjadi pembanding kepada yang lebih baik. Santri harus sungguh-sungguh mengikuti workshop-nya sehingga nanti bisa berbagi dengan teman-teman, serta adik-adiknya.

“Dalam sebuah perlombaan itu tidak perlu focus dalam masalah menang atau kalah. Berikan saja usaha terbaik kita sebab semua itu orang yang menilai. Kalau menang ya Alhamdulillah dan kalau kalah ya tidak masalah, yang penting kita punya prestasi yang benar,” pesan Bu Zizi mengakhiri perkataannya.

“Waah, kami tidak menyangka sekali bisa lolos dalam kompetisi MYRES 2019 ini. Karena rasanya banyak sekali saingan dari peserta sekolah lain yang hebat-hebat. Tapi, kami juga merasa sangat senang karena perjuangan saat menyiapkan proposal ini membuahkan hasil yang memuaskan,” ungkap Fazatil Husainah dan Shalwa Khalisa Aqiilah dengan gembira.

IMG-20190704-WA0024

Sebelum berangkat ke Serpong, Banten, santri yang lolos dalam lomba ini serta pembimbing pergi ke Kantor Kemenag Kota Padang Panjang untuk pamit dan minta restu kepada Bapak Drs. H. GusmanPiliang, M.M selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang. Beliau bersama seluruh pegawai sangat bangga terhadap santri yang lolos lomba ini, selain membuat harum nama sekolah, mereka juga membawa nama baik Kota Padang Panjang ke tingkat nasional, bahkan nama Sumatera Barat. “Semoga lancar dalam perjalanan, serta dimudahkan dalam segala urusan di sana, dan tentunya semoga berhasil!,” ucap Kepala Kantor Kemenag saat ditemui di ruangan kerjanya. (CiciParamida/Diniyyah News)

You are here: Home News and Events