studi ilmiah web 2

Selama beberapa hari (17-22 Maret 2019) yang lalu, Diniyyah Puteri mengadakan program tahunan Studi Ilmiah santri kelas VII MTs DMP dan SMP Diniyyah Puteri. Program yang diikuti 92 orang santri ini berlokasi di tiga kota di Jawa, yaitu Jakarta, Purwakarta, dan Bandung. Pada hari pertama, para santri berada di ibukota Jakarta mengunjungi Monumen Nasional dan berkesempatan beribadah di Masjid Istiqlal. Dilanjutkan dengan makan siang dan segera menuju Purwakarta. Rombongan sampai malam hari di Homestay Kampung Tajur dan langsung salat Isya serta makan malam. Setiap 6-7 orang tinggal di satu homestay yang diawasi oleh seorang orang tua angkat.

Pagi yang cerah menyambut hari kedua, Kegiatan santri dimulai dengan membantu orang tua angkat, seperti ke sawah, membuat wajik dan keripik singkong serta membajak sawah dengan kerbau. Kegiatan bermain di sungai juga menjadi kegiatan yang mengisi jadwal para santri. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan ke Bandung sesudah melaksanakan salat Zhuhur. Sesampai di Bandung, santri langsung beristirahat di penginapan Daarut Tauhid.

Di hari ketiga, santri langsung mengunjungi Tahu Susu Lembang, Farm house, dan Floating Market. Terlihat banyak kreatifitas yang tertuang, banyak ide yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu langsung mengunjungi Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu.

Studi ilmiahweb

Hari keempat, para santri diajak menjelajahi masa lalu di museum Geologi serta mempelajari tentang bencana alam serta kehidupan manusia purba dan dinosaurus. Setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan alat musik bambu khas Sunda di Saung Udjo. Berikutnya mendengar penjelasan dan slide tentang Observatorium Boscha, astronomi, dan tentang teleskop Ganda Zeis. Sorenya para santridibebaskan berbelanja di Cibaduyut menjelang Magrib.

Di pagi hari kelima, rombongan melesat menuju museum Konferensi Asia Afrika untuk mempelajari sekilas tentang Konferensi Asia Afrika. Lalu santri kembali berkreasi di Inna Cookies dan bersenang-senang di Trans Studio Bandung. Dan hari terakhir rombongan kembali ke Jakarta untuk memanen ilmu di Puspitek, Taman Mini Indonesia Indah.

“Senang sekali, karena banyak pengalaman yang saya dapatkan. Selain itu saya juga dapat melatih kemampuan dalam bahasa Inggris karena saya sempat berkesempatan untuk berbicara dengan keluarga ramah dari Australia,” ungkap Aliffa Faiza Khairana, salah satu peserta studi ilmiah.

Hari pertama sampai hari terakhir kegiatan Studi Ilmiah ini telah memberikan banyak ilmu kepada para santri yang tidak bisa didapatkan di bangku sekolah. Kunjungan ke Kota Jakarta, Purwakarta, dan Bandung seperti ladang ilmu untuk dipetik. Semoga ilmu yang didapatkan dapat dimanfaatkan santri untuk diri sendiri dan orang lain, selain itu mampu membuat Negara tercinta lebih maju dengan generasi muda yang akan jadi pemimpin di masa depan. (Yoiko Naomi/SMP DiniyyahPuteri)

Nasyad akbar 2

Kamis, 21 Februari 2019, Diniyyah Arabic Centre (DAC) mengadakan acara Nasyad Akbar di aula Zainuddin Labay El Yunusy Perguruan Diniyyah Puteri. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB-12.30 WIB ini dihadiri oleh seluruh santri kelas VII sampai kelas XI beserta guru dan karyawan Diniyyah Puteri.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Syekh Wali Hamdi dari Al-Azhar, Mesir. Hal ini bertujuan untuk memotivasi para santri agar giat berbahasa Arab dan menunjukkan bahwa bahasa Arab itu mudah.

nasyad akbar 3

Bentuk kegiatan yang lain berupa pelantikan instruktur baru dari santri tingkat IX MTs DMP dan SMP, serta X dan XI MAS KMI. Ada juga penampilan-penampilan kreatif dari santri berupa drama dan nasyid. Turut diadakan penganugerahan pemenang lomba yang telah diadakan oleh DAC sejak sebulan yang lalu. Acara terakhir ada penampilan video dari kelas XI STT (Studi Timur Tengah) MAS KMI yang kembali dari Madinah.

“Acaranya sangat memotivasi saya untuk terus menggunakan basaha Arab. Penampilannya keren dan bagus. Acaranya sangat menarik dan luar biasa,” ucap Rifda dan Ori, kelas X IPA 2 MAS KMI.

Nasyad Akbar

Melisa, instruktur DAC dan panitia acara mengatakan, “Semoga dengan adanya acara ini para santri lebih giat bersahara Arab dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun dengan lancar, bukan di depan musyrifah saja tapi semuanya.” (Dinda Azzahra Nastasya/MAS KMI Diniyyah Puteri)

Paud

Sema (Senat Mahasiswa) STIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah bekerja sama dengan Diniyyah Research Center (DRC) mengadakan pelatihan menulis cerita PAUD di Aula Zainudin Labay El Yunusi. Pelatihan yang berlangsung pukul 09.00-12.00 WIB, Sabtu (16/02) tersebut menghadirkan narasumber Aldino Adry Baskoro, S.Si., penulis pemenang lomba menulis cerita PAUD 2017 dan 2018.

Tema yang dibahas dalam pelatihan yang diikuti oleh guru-guru PAUD dan mahasiswa se-Sumbar ini adalah bagaimana teknik menulis cerita PAUD sehingga layak diterbitkan dan diikutsertakan dalam perlombaan.

            Acara dibuka oleh Pjs. Pembantu Ketua III STIT Diniyyah Puteri, Taufik Rahman, S.Pd.I, MA. Beliau sangat bersyukur atas terselenggaranya acara ini dan menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat dibutuhkan sekali oleh caron guru dan seorang guru karena calon guru atau guru hendaknya bisa memiliki bahan ajar yang bisa dibuat sendiri. Seorang calon guru atau guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan lisan tapi juga lisan.

Paud 1

 

            Mahasiswi STIT Diniyyah Puteri yang berasal dari Aceh Tenggara, Putri Halimaini, manyambut baik kegiatan pelatihan tersebut, sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan menambah pengetahuan tentang teknik menulis cerita PAUD. “Saya sangat bahagia karena dapat ilmu baru yang nantinya akan berguna bagi saya saat jadi seorang guru di masa depan. Di samping itu pelatihan ini juga dapat menambah pengalaman saya,” jelasnya.

            Di sesi pelatihan, Aldino Adry Baskoro, memaparkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh calon penulis cerita PAUD untuk menghasilkan cerita sendiri. Penulis yang berasal dari Bali ini mengatakan bahwa hal utama yang harus dilakukan sebelum mulai menulis adalah banyak membaca cerita PAUD. Beliau juga menjelaskan bagaimana cara menemukan ide, menyusun urutan kalimat cerita, membuat ilustrasi, dan sebagainya. Tak hanya teori, Aldino juga mengajak semua peserta untuk mempraktikkan cara menulis cerita PAUD. (Riki Eka Putra)

Jepang 1

Tanggal 9 Februari 2019, bertepatan pada hari Sabtu, rombongan study tour ke Jepang yang dipimpin oleh Ibu Fauziah Fauzan El Muhammady berangkat menuju Bandara International Minangkabau, untuk selanjutnya transit di Malaysia. Santri yang berangkat sebanyak 26 orang ditambah 2 orang guru dan 1 Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri. Perjalanan berlangsung selama 9 hari dan berakhir pada tanggal 17 Februari 2019.

Pada hari pertama, rombongan berangkat menuju Sakai City. Di sana santri belajar tentang upacara minum teh dan perkembangan Kota Sakai dari tahun ke tahun. Lalu rombongan kembali berangkat ke gedung penanggulangan bencana tsunami dan air laut pasang. Di sana santri belajar bagaimana menghadapi bencana alam seperti tsunami atau gempa bumi.

Kemudian rombongan menaiki Cruise (sejenis kapal Feri), dan menginap di sana semalam. Selanjutnya rombongan berangkat ke Incinerator Pengolahan Sampah Jepang. Di sana santri belajar bagaimana mengolah sampah dan bisa digunakan lagi sebagai bentuk lain. Di negeri sakura ini sampah atau limbah bisa dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan semen sehingga tidak terbuang dengan sia-sia.

Setelah itu rombongan berangkat ke Asia Pasific University (APU), untuk beristirahat sekaligus berkeliling melihat keindahan Kota Beppu. Para mahasiswa memperkenalkan kampus serta asrama kepada santri Diniyyah Puteri. Rata-rata santri berkeinginan untuk memasuki APU.

Keesokan harinya rombongan berangkat ke Kota Ube menuju dua buah sekolah terbaik yaitu Kagawa School dan Keishin School. Di sana santri berkenalan dan menambah relasi dengan teman-teman baru yang berasal dari Negara Jepang. Semua santri MAS KMI Diniyyah Puteri belajar seperti biasa dan mengikuti cara belajar mereka dengan seksama.

Jepang

 

Di hari tersebut, pukul 16.30 waktu Jepang, santri dijemput dengan orang tua angkat. Ada pula yang pulang dengan kereta bersama orang tua mereka masing-masing. Santri menginap di rumah orang tua angkat selama satu malam saja. Kemudian esoknya santri kembali dibawa oleh rombongan dan melanjutkan tur.

Setelah itu santri diajak ke IPA Hirose, di sana santri belajar bagaimana mengolah air agar bisa digunakan dan bisa pula diminum oleh masyarakat Kota Ube. Air yang ada di Jepang sangat bersih dan sehat sehingga bisa diminum. Limbah air di tempat ini dijadikan bahan pembuatan semen. Tempat pengolahan air di Jepang tidak hanya di Kota Ube, tapi ada pula di Nakayama.

Di Indonesia, tempat pengolahan semen yang paling terkenal adalah Semen Padang. sedangkan di sana adalah Ube Cement Industry, yang bahannya berasal dari limbah dan sampah. Setelah itu santri dibawa ke Yamaguchi Universirty dan Yamaguchi Hospital. Di tempat ini santri diajak berkeliling untuk melihat-lihat bangunan universitas dan rumah sakit.

Pada hari terakhir, rombongan berangkat menuju Biwako Valley. Di sana santri bermain salju dan berselancar salju. Lalu rombongan kembali berangkat ke Aquarium Kaiyukan. Di tempat ini santri berkeliling melihat hewan-hewan air yang belum diketahui oleh santri. Pada malam harinya, rombongan pulang kembali ke tanah air dan transit kembali di Kuala Lumpur. (Afira Azzahra/MAS KMI Diniyyah Puteri)

You are here: Home News and Events