WhatsApp Image 2019-02-11 at 11.58.57

Madrasah Aliyah Swasta Kulliyyatul Mu’allimat El Islamiyyah (MAS KMI) Diniyyah Puteri Padangpanjang kembali torehkan prestasi di bidang kepenulisan, khususnya Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Dari lima tim finalis Marco tingkat MA Sederajat, dua diantaranya berasal dari MAS KMI DIniyyah Puteri PadangPanjang Sumatera Barat. Kali ini kedua tim yang diutus berhasil membawa pulang piala Juara satu,atas nama Tazkia Noor El Houda dengan mengusung tema budaya yang mengangkat tentang songket dengan judul karya tulis, Pengembangan Potensi Pariwisata Budayadan Kegiatan Ekonomi Nagari Pandai Sikek Melalui Program Asosiasi Lapau Songket (ALAS) Sedangkan Juara harapan satu atas nama Julastri Dwi Rizky dan Ainun Afifah,mengangkat tema Wisata kuliner dengan judul penelitian, Perencanaan Pembangunan Pusat Makanan Khas Minang Kabau Berbasis Tradisional dan Glokalisasi Untuk Memajukan Wisata Kuliner dan Pusat Oleh-Oleh di Padang Panjang.

WhatsApp Image 2019-02-11 at 11.58.54 1

Para finalis yang terpilih melalui seleksi online dalam kegiatan lomba Marco ini diundang langsung ke MAN 1 Pekanbaru untuk mengikuti rangkaian kegiatan lanjutan, mulai dari technical meeting hingga presentasi hasil karya tulis di hadapan para juri. Kegiatan berlangsung dari Jum’at (8/2/19) hingga Sabtu (9/2/19).

“Alhamdulillah kegiatan MAN 1 Research (Marco) dan Islamic Competion Sains (ICS) ini mendapat respon yang baik, tidak hanya dari Riau saja namun juga dari berbagai daerah seperti Padang Panjang, Bengkalis dan Jambi. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang kami adakan dengan tujuan mencari bibit-bibit unggul di Provinsi Riau dan daerah lain dalam bidang Sains dan research. Bagi para pemenang dalam kegiatan lomba ini, akan bisa direkomendasikan untuk masuk ke MAN 1 Pekanbaru tanpa tes.” Terang kepala MAN 1 Pekanbaru, Dr H Marzuki M Ag.

WhatsApp Image 2019-02-11 at 11.58.53

 

Usai menerima penghargaan, tak henti-hentinya Ainun Afifah mengucap rasa syukur atas pengalaman berharga yang didapatkan selama rangkaian acara dan proses perlombaan. ungkapan kebahagiaannnya saat diwawancarai reporter Diniyyah News. (Rahmi Yulianti/Diniyyah News Reporter)

IMG 20190207 090430

 

“Menulis itu adalah hal penting, karena dengan menulis kita bisa menyampaikan pandangan yang berbeda tentang suatu hal yang kita tanggapi. Kita bisa berpikir beda dengan kebanyak orang tentang menanggapi sesuatu hal. Kita juga bisa mencerna kembali isu-isu yang beredar di sekitar kita. Mencari kebenaran informasi yang didapat,” ungkap Fauzi Fauzan, Lc, S.Fils, Direktur Diniyyah Research Centre (DRC), saat memberikan sambutan kegiatan penyerahan penghargaan kepada guru MAS KMI Diniyyah Puteri yang aktif menulis di media cetak.

Acara ini dilakukan di ruang kelas MAS KMI Diniyyah Puteri, bertepatan dengan kegiatan evaluasi rutin guru, Kamis (7/2/19). Penghargaan langsung diserahkan langsung oleh Fauzi Fauzan Lc, S.Fils, I. Penghargaan ini diberikan kepada dua orang guru yang aktif menulis yaitu Winda Sesmita, M.Sn dan  Dra. Yasmaida.

“Terima kasih kepada tim DRC atas apresiasi yang telah diberikan. Ini menjadi motovasi bagi saya untuk lebih aktif lagi menulis kedepannya dan insyaallah saya makin semangat menyelesaikan novel saya,” ucap Winda Sasmita, guru Seni Budaya MAS KMI Diniyyah Puteri.

Dra. Yasmaida, Guru Bahasa Indonesia MAS KMI Diniyyah Puteri yang juga mendapat penghargaan, turut merasa bahagia. Beliau menyampaikan bahwa menulis tanpa mengenal usia. Dengan menulis beliau bisa menyampaikan ide dan berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang banyak. (Rahmi Yulianti/Diniyyah News Reporter)

batch IMG 8494

Kamis (31/1/19), reporter Dinteen (Diniyyah News Teen) dan anggota Sanggar Sastra Rahmah Muda Diniyyah Puteri memberikan training menulis kepada siswa SMA N 2 Lubuk Basung. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB ini diikuti oleh 50 siswa SMA N 2 Lubuk Basung yang terdiri dari kelas X dan XI.

Dinteen dan Sanggar Sastra Rahmah Muda merupakan organisasi jurnalistik dan saatra yang dibina langsung oleh Diniyyah Research Centre (DRC), salah satu divisi otonom yang ada di Diniyyah Puteri. Reporter Dinteen dan Sanggar Sastra Rahmah Muda terdiri dari santri MTs DMP, SMP, dan MAS KMI Diniyyah Puteri.

batch IMG 8557

Tarining ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahunnya oleh DRC. Tujuan kegiatan ini adalah melatih reporter Dinteen dan anggota Sanggar Sastra Rahmah Muda untuk bisa tampil di depan umum dan juga berbagi motivasi dan tips menulis kepada teman-teman sebaya mereka di sekolah-sekolah yang ada di Sumatera Barat.

Kegiatan dimulai dengan perkenalan reporter Dinteen dan Sanggar Sastra Rahmah Muda satu persatu kepada seluruh peserta training, kemudian dilanjutkan dengan training menulis yang disampaikan oleh Quratul Akyuni yang merupakan pimpinan Sanggar Sastra Rahmah Muda tahun ajaran 2018/2019. Tidak hanya berbagai tips dan motivasi menulis, acara ini juga dilengkapi dengan sharing tentang trik lulus beasiswa LPDP luar negeri, bersama Bayu Suci Kurnia, peraih beasiswa ke Belanda, yang merupakan alumni Dinteen angkatan pertama.

batch IMG 8648

Kegiatan tidak hanya terfokus pada sharing dan berbagi motivasi tentang menulis, namun juga ada sesi praktek menulis bersama Riki Eka Putra, ST,Manager Publishing juga pembina Dinteen dan Sanggar Sastra Rahmah Muda. Peserta training tampak antusias mengikuti praktek menulis dengan banyak berdiskusi dan bertanya kepada pembicara.(Rahmi Yulianti)

DSC 0173web

“Anda belum tentu mendapatkan semua yang anda impikan, tapi anda tidak akan mendapatkan apa-apa tanpa mengimpikannya.” Kalimat tersebut menjelaskan betapa pentingnya bermimpi bagi seseorang. Tanpa mimpi, kita tidak akan menjadi apa-apa. Kita hanya akan berputar di satu titik dan tidak akan mengetahui tujuan kita. Dengan mimpi, kita mempunyai visi dan misi yang jelas untuk menjalani hidup di dunia. Namun bermimpi saja tidak cukup. Hal ini harus didukung dengan perbuatan untuk mencapai hal yang kita impikan.

Menyadari pentingnya mimpi ini, sejak tahun 2010 Diniyyah Puteri mengadakan Training Super Camp untuk santri MTs DMP, SMP, dan MAS KMI. Trainer dalam kegiatan ini adalah Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri yakni Fauziah Fauzan El Muhammady.

Setelah hampir sembilan tahun lamanya, di awal tahun 2019 Training Super Camp kembali dilaksanakan, tepatnya 8 Januari hingga 12 Januari 2019. Di angkatan ke-9 ini peserta adalah santri kelas X tingkat MAS KMI dan kelas VII MTs DMP dan SMP Diniyyah Puteri. Acara ini merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri baru di Diniyyah Puteri.

“Training Super Camp yang bertemakan My Big Dream adalah training yang bertujuan untuk merancang masa depan dan pembentukan karakter santri serta mengajarkan mereka untuk memiliki impian dan bagaimana untuk meraih impian tersebut. Selain itu santri juga diajarkan cara menemukan bakat dan minat, mengenal berbagai jenis lapangan pekerjaan, serta mengenal beragam universitas dan jurusannya. Tak kalah pentingnya dalam training ini santri dikenalkan dengan domain untuk perbaikan diri,” jelas Fauziah Fauzan, di Aula Zainudin Labay El Yunusy, 12 Januari 2019. Bu Zizi menyampaikan hal itu di sela-sela training yang berlangsung.

Dari Training Super Camp ini telah banyak santri Diniyyah Puteri yang berani membangun mimpi dan bekerja keras untuk menggapai impiannya tersebut. Salah satunya adalah Nadhira Asiyyah Arrin, alumni SMP dan MAS KMI Diniyyah Puteri yang kini kuliah di Asia Pacifik University, Beppu, Jepang. Sewaktu menuntut ilmu di Diniyyah Puteri, santri yang akrab disapa Arrin ini bermimpi untuk bisa meraih beasiswa kuliah di negeri sakura tersebut. Impian tersebut ia tuliskan dalam blue print yang diajarkan dalam Training Super Camp.

DSC 0159web

Training Super Camp juga dilengkapi dengan buku ‘My Big Dream” yang ditulis sendiri oleh Bu Zizi. Buku yang diselesaikan beliau tahun 2009 ini berisi tentang bagaimana meraih impian terbesar dalam hidup. Untuk mencapainya harus dibuat blue print masa depan yakni rancangan jadi potret diri di masa depan. Di dalam buku ini juga dijelaskan beragam universitas serta jurusan serta peluang kerja yang akan dimasuki. (Riki Eka Putra/ Diniyyah News Reporter)

 
You are here: Home News and Events