DSC 0094web

Setelah Liburan Hari Raya Idul Fitri berakhir, Perguruan Diniyyah Puteri mengadakan kegiatan Halal bihalal, di mana guru dan karyawan saling maaf-memaafkan dan menjalin silaturrahmi. Halal bihalal inipun bisa menjadi momentum meningkatkan prestasi kerja, karena dalam dunia kerja pastinya ada suatu hal yang tidak menyenangkan hati. Seperti emosi yang tidak terkendali sampai terjadinya konflik sesama karyawan, dengan lebih mempererat ukhuwah islamiyah, niscaya komunikasi dan kerjasama tim akan menjadi lebih baik lagi.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Zainuddin Labay el Yunusi ini berlangsung pukul 08.00 WIB sampai selesai, Selasa (18/06). Dalam kegiatan ini dihadirkan Direktur Pasca Sarjana IAIN Bukittinggi Dr. Ismail Novel, M.A sebagai penceramah. Acara ini dihadiri oleh Ibu Fauziah Fauzan El Muhammady SE, Akt. M.Si selaku Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauzi Fauzan el Muhammady, S. Fils selaku Kepala SDM dan semua guru serta karyawan Perguruan Diniyyah Puteri.

DSC 0106web

Syafrini Fitri, A.Md selaku panitia pelaksana menyampaikan sangat senang bisa berkumpul lagi dengan teman-teman sebelum memulai aktivitas kerja seperti biasanya dan di acara ini juga bisa saling maaf memaafkan mulai dari karyawan unit pendidikan sampai karyawan divisi otonom. Ia juga berharap untuk acara halal bihalal selanjutnya guru dan karyawan bisa hadir semuanya tanpa terkecuali sebab masih banyak guru dan karyawan yang masih di luar kota saat acara ini diadakan. (Cici Paramida/Diniyyah News Reporter)

DSC 0181web

Dalam rangka peringatan kerjasama dengan Indonesia, Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat mengunjungi Diniyyah Puteri Padangpanjang pada Kamis (16/5/18). Acara sambutan dilaksanakan di aula Zainuddin Labay El Yunusiy Diniyyah Puteri. Kegiatan ini dimulai dari pukul 16:30 hingga selesai berbuka puasa bersama.

Acara ini turut dihadiri Wali Kota Padangpanjang, H. Fadli Amran, B.B.A, Kapolsek Padangpanjang, Kepala Dinas Pendidikan Padangpanjang serta santri, dosen, dan mahasiswi STIT Diniyyah Puteri.

Sambutan kedatangan serta ekspose Diniyyah Puteri disampaikan oleh Kepala SDM Perguruan Diniyyah Puteri, Fauzi Fauzan El Muhammady Lc, S. Fils, I sekaligus mewakili Pimpinan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan, SE. Akt, M.Si yang berhalangan hadir saat acara tersebut.

Pada kata sambutannya, Dubes Amerika Serikat Mr. Joseph R. Donovan menyampaikan sangat terkesan dengan sejarah panjang berdirinya serta perkembangan Diniyyah Puteri dari awal hingga saat ini. Hal ini membuatnya lebih ingin mendalami sejarah Sumatera Barat secara luas,baik dari segi budaya, kuliner, wisata, dan lainnya.(RahmidanCici/Diniyyah NewsReporter)

DSC 0091web

Salah satu divisi otonom Perguruan Diniyyah Puteri yakni Diniyyah Research Centre (DRC), mengadakan Literacy Camp bagi santri Diniyyah Puteri. Menurut ketua pelaksana, Riki Eka Putra ST, acara ini bertujuan untuk membuka wawasan santri, mengajarkan mereka membaca alam sekitar guna memperluas wawasan, karena jika hanya dari buku saja, wawasan mereka akan kurang berkembang. Selain itu, itu mereka juga perlu banyak membaca alam sekitar supaya bisa benar-benar memahami dan menjalani kehidupan dengan baik. Manager Publishing DRC ini juga menjelaskan bahwa dengan adanya acara ini santri diharapkan bisa berkomunikasi dengan orang di sekitarnya sehingga bisa memberikan solusi terhadap masalah yang mereka temukan di lapangan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis-Jum’at, 25-26 April 2019 ini berlokasi di Diniyyah Outbond dan Agro (DOA) Diniyyah Puteri Padangpanjang. Diikuti oleh 10 orang santri MTsS DMP dan SMP, serta 5 orang santri MAS KMI Diniyyah Puteri. Acara pertama diisi oleh pendongeng nasional, Niki Martoyo. S.Pt. Pak Niki memberikan banyak ilmu tentang mendongeng, seperti manfaat mendongeng bagi anak, macam-macam dongeng, teknik mendongeng, dan lain-lain. Peserta turut diminta untuk praktek mendongeng ke depan seperti pendongeng pada umumnya.

DSC 0103web

Aktivitas berikutnya, yaitu mengunjungi Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Di sini, para peserta mempelajari literasi musik bersama Kak Alvin dan Kak Asep. Para santri dikenalkan dengan beberapa alat musik modern, seperti biola, cello, terompet, klarinet, dan lain-lain. Beberapa santri diperbolehkan memainkan alat musik tersebut. Pada malam hari, peserta mendapatkan motivasi dari salah satu alumni Diniyyah Puteri, Bayu Suci Kurnia, tentang bagaimana cara berprestasi dengan literasi. Kak Bayu berbagi ceritanya, mulai dari mengikuti debat tingkat ASEAN, menjadi penerjemah sebuah seminar, hingga mendapatkan beasiswa S2 ke Belanda yang InsyaAllah akan berangkat pada tahun 2020 mendatang. Motivasi tentang kehidupan berdasarkan pengalamannya mengajar di daerah pedalaman ikut diberikan. Mendengar cerita kondisi sekolah yang kurang memadai di sana, kondisi anak-anak yang harus menyeberang sungai dan mendaki saat pergi ke sekolah, dan semacamnya, membuat para peserta Literacy Camp harus banyak merasa bersyukur.

Hari berikutnya, para santri mengikuti hiking literasi. Hiking ini tidak sekedar mendaki, tapi juga mempelajari tempat-tempat yang dilalui. Rute perjalanan melalui Stasiun Kereta Api Padangpanjang. Stasiun tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Walaupun sudah tidak aktif lagi, tapi rel kereta apinya masih kuat dan kokoh. Sedikit menyedihkan melihat rel kereta api itu yang banyak dicoret oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Selanjutnya peserta tiba di Jorong Sangkur, Kabupaten Tanah Datar, yang hanya dibatasi oleh sungai dengan Kota Padangpanjang. Kondisi daerah di sana kurang baik. Jalanannya mendaki melewati tanah yang licin. Di tempat ini para santri memberikan sembako kepada warga sekitar.

DSC 0273web

Di pengujung acara, peserta menuliskan jurnal kegiatan selama mengikuti camp ini. Ada pula penyampaian kesan dan pesan dari beberapa peserta. “Awalnya, saya bingung ingin ikut atau tidak, dan akhirnya ikut. Ternyata, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga,” ujar Hanifah Syakirah, salah satu peserta. Peserta lainnya, Afira Azzahra, mengatakan bahwa ia sangat senang mengikuti acara ini. Beragam ilmu yang diperolahnya. Ia berharap kedepannya Literacy Camp ini terus diadakan dengan durasi waktu yang lebih lama. (Zikra & Rahmi Yulianti)

studi ilmiah web 2

Selama beberapa hari (17-22 Maret 2019) yang lalu, Diniyyah Puteri mengadakan program tahunan Studi Ilmiah santri kelas VII MTs DMP dan SMP Diniyyah Puteri. Program yang diikuti 92 orang santri ini berlokasi di tiga kota di Jawa, yaitu Jakarta, Purwakarta, dan Bandung. Pada hari pertama, para santri berada di ibukota Jakarta mengunjungi Monumen Nasional dan berkesempatan beribadah di Masjid Istiqlal. Dilanjutkan dengan makan siang dan segera menuju Purwakarta. Rombongan sampai malam hari di Homestay Kampung Tajur dan langsung salat Isya serta makan malam. Setiap 6-7 orang tinggal di satu homestay yang diawasi oleh seorang orang tua angkat.

Pagi yang cerah menyambut hari kedua, Kegiatan santri dimulai dengan membantu orang tua angkat, seperti ke sawah, membuat wajik dan keripik singkong serta membajak sawah dengan kerbau. Kegiatan bermain di sungai juga menjadi kegiatan yang mengisi jadwal para santri. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan ke Bandung sesudah melaksanakan salat Zhuhur. Sesampai di Bandung, santri langsung beristirahat di penginapan Daarut Tauhid.

Di hari ketiga, santri langsung mengunjungi Tahu Susu Lembang, Farm house, dan Floating Market. Terlihat banyak kreatifitas yang tertuang, banyak ide yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu langsung mengunjungi Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu.

Studi ilmiahweb

Hari keempat, para santri diajak menjelajahi masa lalu di museum Geologi serta mempelajari tentang bencana alam serta kehidupan manusia purba dan dinosaurus. Setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan alat musik bambu khas Sunda di Saung Udjo. Berikutnya mendengar penjelasan dan slide tentang Observatorium Boscha, astronomi, dan tentang teleskop Ganda Zeis. Sorenya para santridibebaskan berbelanja di Cibaduyut menjelang Magrib.

Di pagi hari kelima, rombongan melesat menuju museum Konferensi Asia Afrika untuk mempelajari sekilas tentang Konferensi Asia Afrika. Lalu santri kembali berkreasi di Inna Cookies dan bersenang-senang di Trans Studio Bandung. Dan hari terakhir rombongan kembali ke Jakarta untuk memanen ilmu di Puspitek, Taman Mini Indonesia Indah.

“Senang sekali, karena banyak pengalaman yang saya dapatkan. Selain itu saya juga dapat melatih kemampuan dalam bahasa Inggris karena saya sempat berkesempatan untuk berbicara dengan keluarga ramah dari Australia,” ungkap Aliffa Faiza Khairana, salah satu peserta studi ilmiah.

Hari pertama sampai hari terakhir kegiatan Studi Ilmiah ini telah memberikan banyak ilmu kepada para santri yang tidak bisa didapatkan di bangku sekolah. Kunjungan ke Kota Jakarta, Purwakarta, dan Bandung seperti ladang ilmu untuk dipetik. Semoga ilmu yang didapatkan dapat dimanfaatkan santri untuk diri sendiri dan orang lain, selain itu mampu membuat Negara tercinta lebih maju dengan generasi muda yang akan jadi pemimpin di masa depan. (Yoiko Naomi/SMP DiniyyahPuteri)

You are here: Home News and Events