PROYEK INTEGRASI PER-MATA PELAJARAN MTsS DMP DINIYYAH PUTERI

WhatsApp Image 2020-11-14 at 11.15.45

Pada TP 2020/2021, MTsS DMP Diniyyah Puteri kembali mengadakan proyek integrasi santri. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini masing-masing santri kelas VII,VIII, dan IX membuat proyek individu.

Kepala MTsS DMP Diniyyah Puteri, Meilina Roza, S.Pd.I, memberitahu ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan proyek integrasi per-mata pelajaran ini. Pertama, pengarahan dari Konsultan Pendidikan, Laili Ramadani, S.Pd.,I, MA, kepada semua guru tanggal 5 November 2020. Kedua, ekspo seluruh guru di depan semua santri pada tanggal 7 dan 8 November guna mengenalkan apa saja proyek yang bisa dilakukan di masing-masing mata pelajaran. Ketiga, santri memilih proyek yang akan dilakukan serta berkonsultasi dan mendapatkan persetujuan masalah dan proyek dari guru pembimbing, 9 November. Keempat, pendampingan proyek oleh guru mulai 10 November-30 November. Kelima, display produk setelah ujian semester, sekitar pertengahan Desember.  

Meilina Roza berharap adanya penemuan-penemuan baru yang dihasilkan oleh santri. Di samping itu ia ingin dengan adanya proyek integrasi per-mata pelajaran ini guru juga berinovasi untuk bisa mendampingi santri menghasilkan produk yang punya nilai jual.

WhatsApp Image 2020-11-14 at 11.17.42

Laili Ramadani, menjelaskan proyek individu santri per-mata pelajaran bertujuan agar santri sampai ke level karya guna, yakni bisa membuat sebuah karya yang berguna bagi orang-orang di sekitarnya. Sebenarnya ini juga salah satu program unggulan Diniyyah Puteri karena salah satu visi Diniyyah Puteri adalah menjadi lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah yang menghasilkan karya di pentas dunia. Guna mencapai visi tersebut pembelajaran dilakukan dengan metode proyek. Selain itu, dengan membuat proyek, capaian santri terhadap materi pelajaran tidak hanya pada level LOT (lower order thingking), yakni santri hanya memahami penjelasan sebuah benda. Namun, diharapkan santri bisa sampai ke tahap HOT (higher order thingking) yakni berpikir tingkat tinggi, seperti bisa menciptakan sebuah karya. Berbekal HOT, santri bisa membuat sesuatu dari materi yang dia pelajari.

Laili menambahkan kalau semua proyek individu yang dibuat santri harus berlandaskan teori dari materi pelajaran. Proyek yang dihasilkan juga tidak terlepas dari Alquran dan Sunnah. Misalnya membuat proyek tentang peta perjalanan haji. Di sekolah, santri belajar tentang haji di mata pelajaran Fiqih. Ia juga harus memperdalam tentang materi haji, wawancara dengan orang yang sudah naik haji, mencari tahu apa saja masalah yang terjadi, sejak mulai mendaftar hingga pulang dalam haji. Berdasarkan semua itu, barulah dia membuat peta perjalanan haji yang memudahkan jemaah haji untuk melaksanakan ibadah haji. Dengan proyek individu tersebut, santri bisa memperdalam sendiri materi yang ia dapatkan di sekolah. Selain itu, dia bisa menciptakan sebuah karya dengan proyek yang dia lakukan.

WhatsApp Image 2020-11-14 at 11.15.37

Bismil Hamdillah, S.Pd., Guru IPA MTsS DMP berujar kalau proyek ini positif sekali. Ada beberapa proyek yang tidak terlaksanakan saat belajar tatap muka, maka di proyek inilah ajang mereka untuk menampilkan kreatifitas. Guru Fiqih, Nuraisyah Lubis, S.Pd.I, juga merasa sangat senang karena ini adalah tantangan untuk santri. Sebelumnya proyek dilakukan secara berkelompok, sedangkan sekarang dilakukan oleh masing-masing individu.

Santri juga menyambut antusias adanya program proyek per-mata pelajaran ini. Salah satunya Balqis Al-fath Qatrunnada, santri kelas IX MTsS DMP asal Riau. Saat diwawancarai, ia ingin memilih proyek mata pelajaran Bahasa Indonesia yakni musikalisasi puisi. Dengan adanya proyek ini Balqis berharap bisa mengembangkan kemampuan yang dimiliki serta mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang sekitar. Ia juga senang bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di kelas menjadi sebuah karya. (Riki Eka Putra/Diniyyah News)

 

Keterampilan Tradisional Minangkabau (KTM)

SMP DINIYYAH PUTERI

 

WhatsApp Image 2020-11-12 at 14.23.09

Tata Boga merupakan mata pelajaran wajib Keterampilan Tradisional Minangkabau (KTM) di SMP Diniyyah Puteri, yang mengajarkan santri tentang dunia memasak. Pelajaran ini sangat penting karena seorang perempuan harus bisa memasak, terlebih lagi jika ia sudah berkeluarga.

Tri Utami, S.Pd, guru Tata Boga SMP Diniyyah Puteri berharap dengan adanya mata pelajaran ini santri bisa mengaplikasikan ilmu Tata Boga dengan semestinya saat berada di lingkungan keluarga masing-masing.

WhatsApp Image 2020-11-12 at 14.23.09 1

Kepala SMP Diniyyah Puteri, Rasyidah Z. Day, S.Psi.I, mengatakan KTM diwajibkan bagi santri kelas VII, VIII, dan IX. Santri kelas VII belajar mengenal bumbu-bumbu, kelas VIII mulai memasak, sedangkan kelas IX memasak masakan luar daerah yang lebih rumit, contohnya Soto Medan atau Spagheti. Masakan yang dipelajari santri mulai dari masakan sederhana sampai masakan yang sulit. KTM memiliki target yakni semua santri bisa memasak berbagai jenis masakan Minangkabau dan makanan luar Minangkabau.

“Di pelajaran Tata Boga ini kami diajarkan tentang masak memasak, mulai dari pengenalan bumbu-bumbu masakan hingga cara mengolahnya menjadi masakan yang enak,” ucap Sri Rahma Syarifah, santri kelas IX SMP Diniyyah Puteri asal Pesisir Selatan.

WhatsApp Image 2020-11-12 at 14.23.09 2

Mutiara Qonita Puteri dan Naufa Azalia Munandar, siswa kelas IX lainnya berujar, “Tak hanya sebatas memasak, di mata pelajaran ini kami juga diajarkan menata dapur dengan rapi. Setelah memasak, kami harus membersihkan dan merapikan kembali dapur yang telah digunakan serta mencuci peralatan memasak yang sudah kotor. Selain itu juga diajarkan cara merawat peralatan dapur dan bahan-bahan masakan yang tak bisa bertahan dalam waktu lama seperti sayuran dan bumbu-bumbu lainnya.” (Rahmi Yulianti/Diniyyah News Reporter)

Evaluasi Mingguan Guru MTsS DMP Diniyyah Puteri

 

WhatsApp Image 2020-11-07 at 13.58.48

Menjadi guru bukan berarti sudah menjadi pribadi yang sempurna, tapi hendaklah senantiasa mengevaluasi diri agar bisa meningkatkan kualitas menjadi lebih baik. Sebab, seorang guruharus siap menjadi contoh dan panutan bagi para siswa yang ia ajarkan.

Hal tersebut selalu jadi perhatian MTsS DMP Diniyyah Puteri. Demi mewujudkan siswa yang berkarakter dan berkualitas, para guru di madrasah ini selalu dijadwalkan mengikuti evaluasi mingguan.

WhatsApp Image 2020-11-07 at 13.58.50

Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan setiap hari Kamis. Tidak hanya rapat antara para guru dengan kepala sekolah, tapi ada beberapa kegiatan penambah ilmu dan kemampuan lainnya. Diantaranya kajian ibadah yang dibimbing oleh Ustad Indra Legiono, Lc, Direktur Diniyyah Arabic Center (DAC). Salah satu materi yang diberikan adalah praktik berwudhu yang benar. Hal ini bermanfaat untuk menyamakan persepsi guru asrama dan sekolah. Kegiatan selanjutnya yaitu menyetor hafalan dengan tim Diniyyah Tahfizul Qur’an (DTQ). Di samping itu, guru juga diajarkan Bahasa Arab yang dibimbing langsung oleh tim Diniyyah Arabic Center (DAC) guna menambah kemampuan berbahasa. Tujuannya agar saat berinteraksi dengan siswa, guru bisa menggunakan Bahasa Arab,” jelas Meilina Roza, S.Pd.I, Kepala MTsS DMP Diniyyah Puteri.

WhatsApp Image 2020-11-07 at 13.58.51

Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan evaluasi. Banyak hal yang dibicarakan oleh kepala, wakil, guru sekolah, dan guru asrama. Diantaranya pembahasan masalah Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas selama seminggu yang lalu, mencari solusi dalam permasalahan yang ada serta merancang program sekolah seminggu ke depan. (Rahmi Yulianti/Diniyyah News)

Lingkungan MTsS DMP Diniyyah Puteri yang Asri

WhatsApp Image 2020-11-05 at 14.02.36

Lingkungan sekolah merupakan salah satu penunjang kenyamanan dalam belajar. Oleh karena itu perlu bagi sekolah membentuk lingkungan yang teduh dan asri.

Hal tersebut tak luput dari perhatian MTsS DMP Diniyyah Puteri. Sejak beberapa tahun terakhir, lingkungan sekolah ditata sedemikian rupa hingga santri merasa betah mengikuti proses belajar.

Dalam menjaga lingkungan sekolah, tidak hanya guru dan karyawan yang ikut merawat tanaman. Namun, santri juga diikutsertakan. Salah satunya melalui ekstrakurikuler gardener. Di ekstrakurikuler tersebut santri diajarkan cara bercocok tanam dan merawat tanaman. Kemampuan ini juga menjadi salah satu yang diuji dalam ujian keputrian bagi santri kelas IX.  

Meilina Roza, S.Pd.I, Kepala MTsS DMP Diniyyah Puteri menjelaskan bahwa tahun 2019, sekolah yang dipimpinnya berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Sumatra Barat.

WhatsApp Image 2020-11-05 at 14.02.36 1

“Kita sebagai putri sejati di pondok pesantren harus cinta lingkungan. Selain itu, kemampuan bercocok tanam dan merawat tanaman ini bisa dijadikan bisnis yang bermanfaat bagi santri kedepannya,” jelasnya saat ditemui ruang kerjanya.

Senada dengan itu, Dalius Djamal, BA., guru ekstrakurikuler gardener MTsS DMP mengatakan merawat lingkungan ini sangat penting. Beliau mengutip ucapan Bunda Rahmah El Yunusiyyah yang mengatakan menyelamatkan satu wanita sama dengan menyelamatkan satu keluarga. Jadi, seorang wanita harus cakap dan aktif dalam rumah tangga. Salah satunya bisa bercocok tanam, seperti menanam bunga, toga (tanaman obat keluarga), dan tanaman lainnya.

Salah satu santri kelas VIII, Farahul Husna, amat senang melihat lingkungan sekolah yang asri dan banyak tanamannya.

WhatsApp Image 2020-11-05 at 14.02.36 2

“Melihat sekolah ini, saya merasa nyaman, sama seperti di rumah. Karena papa dan mama juga hobi bercocok tanam,” ucapnya senang. (Riki Eka Putra/Diniyyah News)

You are here: Home News and Events