MI REY gelar Bazar Muharram

 
 
Madrasah Ibtidaiyah Rahmah El Yunusiyyah adakan acara bazar dalam rangka menyemarakkan Tahun baru Islam. Agenda tahunan MIS REY yang diadakan pada 11/9 di lingkungan MIS REY ini menghadirkan stand-stand penjualan makanan dan minuman yang dikelola oleh murid setiap kelas. Adapun makanan tersebut seluruhnya dibawa dari rumah masing-masing, dimana teman-teman wajib membantu orang tua dalam pembuatannya.
Bazar ini bertujuan untuk melatih 18 sikap dan karakter yang harus diwujudkan dalam pendidikan DiniyyahPuteri. Di antara 18 sikap dan karakter itu yaitu rasa kasih sayang, sikap jujur, ikhlas, ramah, dan lainnya. 
“Di sini, kami melihat anak-anak sangat semangat untuk melayani para pembeli dagangannya. Kami juga melihat ada rasa kasih saying sesame mereka seperti membantu menjualkan makanan temannya yang belum terjual. Rasa kasih saying inilah salah satu 18 sikap dan karakter yang ditanamkan di Diniyyah Puteri ini. Di sini, kami tidak mengajarkan sistem yang abstrak kepada anak tetapi  mengajarkan sistem yang konkret” ucapWakil Kepala Sekolah MIS REY, Siska Margareta, S. Pd. I.
Acara ini dihadiri oleh Pejabat Kantor Kementerian Agama Padang Panjang, Kepala Departemen Perguruan Diniyyah Puteri, karyawan, seluruh unit Diniyyah Puteri, santri Diniyyah Puteri, serta Wali Murid MIS REY. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Agus Nasution, S. Ag, MA sebagai Pengawas Madrasah pada Kementerian Agama Kota Padang Panjang. Kegiatan ini juga dibuka dengan penampilan musik gendang tambua dari murid MIS REY sendiri. 
“Sebagian keuntungan dari hasil jualan bazar ini disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Dari sini anak-anak akan belajar sistem infak, sedekah dan zakat. Dalam bazar ini, anak-anak ada lembar kerjanya juga. Seperti mulai dari persiapannya, bahan yang digunakan apa saja, langkah kerjanya bagaimana termasuk alat-alatnya. Kemudian harapan yang akan dicapai serta saran dari bazar yang sudah mereka laksanakan. Dari bazar ini, anak bisa langsung belajar tentang mutu juga seperti makanan kalau tidak dibungkus dengan baik maka itu tidak akan bermutu. Kemudian kalau tidak dibuat dengan proses yang baik seperti bahannya dicampur dengan bahan yang kurang bagus maka akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik. Jadi konsep jujurnya juga ada di sana,” tambahSiska Margareta, S. Pd, I (CiciFaramida/DiniyyahNews)
 

Peserta KBN Kunjungi Diniyyah Puteri dan Museum REY

DSC 0297web

Peserta Kemah Budaya Nasional pada Selasa (27/8) kunjungi Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. Kemah Budaya Nasional edisi ke X ini berlangsung dari tanggal 26-30/8di Padang Panjang. Semua peserta KBN ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok putri dan putra.

Awalnya kelompokputri dibawa ke museum Rahmah El Yunusiyyah dan kelompok putra dibawa mengunjungi area sekolah. Setelah itu change antara kelompok putri dan putra. Jadi, mereka akan mendapatkan dua informasi setelah mengunjungi Diniyyah Puteri yakni informasi tentang museum Rahmah El Yunusiyyah yang baru diresmikan dan tentang sekolah Diniyyah Puteri dari zaman dahulu sampai sekarang.

DSC 0312web

 

Syafrini Fitri, Kepala Divisi Public Relation Diniyyah Puteri mengatakan bahwa peserta dan juga kakak pembina pramuka tampak sangat senang ketika dikenalkan tentang Diniyyah Puteri. Karenaberasal dari daerah yang berbeda-beda, mereka baru tahu bahwa di Sumatra Barat itu ada sekolah khusus perempuan.Mereka sangat tidak menyangka sekali ketika tahu Diniyyah Puteri ini dibangun oleh seorang perempuan. Merekatakjub mendengar kisah perjalanan hidup bunda Rahmah El Yunusiyyah.

“Ya.., kami juga ingin memperkenalkan bahwa sosok wanita itu juga bisa menjadi seorang pemimpin maupun pejuang. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan pejuang itu adalah seorang laki-laki, yaitu Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman, Tuanku Imam Bonjol, dan yang lainnya. Ternyata di Padang Panjang ada seorang perempuan yang dengan kegigihannya berjuang membela negara. Nah, yang kita harapkan di sini ialah peserta KBN dan anak-anak yang lainnya juga bisa menjadi seorang tokoh pejuang nantinya. Bisa menampilkan karya-karya terbaiknya untuk negara,” ungkap Kepala Public Relation Perguruan Diniyyah Puteri.(Cici Paramida/Diniyyah News).

Bedah Buku Sang Pendidik Bergelar Syaikhah

DSC 0570web

Sabtu, 31/8 bertepatan di acara Festival Serambi Mekkah, diadakankan acara bedah buku Rahmah El Yunusiyyah, Sang Pendidik Bergelar Syaikhah. Buku ini diterbitkan kembali oleh DRC Publishing setelah sekian lama tidak diperbaharui. Diterbitkan dengan desain yang baru agar lebih menarik untuk dibaca oleh semua kalangan.

Di acara festival ini, DiniyyahPuteri juga membuka stand pameran, pertunjukan kesenian santri, serta fashion show pakaian muslimah fashdy (Fashion Diniyyah). Fashion show pakaian muslimah ini oleh uni-uni Kota Padang Panjang.

Fikrul Hanif Sufyan, S.S., M.Hum, sejarahwan, periset di lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Agama Payakumbuh merupakan narasumber utama dalam acara bedah buku Rahmah El Yunusiyyah. Muhammad Subhan sebagai moderator, Fauzi Fauzan,Lc, S. Fils.,I sebagai narasumber dari keturunan keluarga bunda Rahmah.

DSC 0573web

Acara yang diadakan di lapangan Bancah Laweh, Khatib Soelaiman ini turut dimeriahkan oleh kalangan pelajar Kota Padang Panjang, relawan-relawan Forum Pegiat Literasi Kota Padang Panjang, serta masyarakat umum.

Ibu Syafrini Fitri selaku Kepala Divisi Public Relation Diniyyah Puteri menjelaskan, “Bedah buku ini bertujuan untuk memperkenalkan atau menggali lebih dalam lagi tentang sejarah bunda Rahmah El Yunusiyyah, agar orang lebih banyak mengenal perjuangan bunda Rahmah untuk negara. Bagaimana ia sebagai seorang pendidik, bidan, dan lainnya. Intinya agar orang dari kalangan manapun terkhusus untuk perempuan bisa termotivasi untuk berjuang di jalan yang benar. (CiciParamida/Diniyyah News)

Rumah Kelahiran Bunda Rahmah Dijadikan Museum

DSC 0062 web

Acara Peresmian Museum Rahmah El Yunusiyyah dilaksanakan pada Senin, 26/8. Diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni Hilmar Farid, Ph.D. mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berhalangan hadir.

Meseum ini sebenarnya adalah sebuah rumah tua yang berada di Jalan Abdul Hamid Hakim, tepatnya di seberang Masjid Agung Ashliyah. Di sinilah dulunya Rahmah El Yunusiyyah lahir dan dibesarkan.

Ada tiga sebab didirikannya Museum Rahmah El Yunusiyyah ini yakni keinginan dari Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri yang sudah lama direncanakan, permintaan dari tokoh Malaysia yang berkunjung ke Diniyyah Puteri serta permintaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Padang Panjang.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Perguruan Diniyah Puteri, Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah beserta pengurus yayasan, Wali Kota beserta unsur FORKOPIMDA dan OPD kota Padang Panjang, Ketua Umum Organisasi Alumni Diniyyah Puteri beserta para Alumni Diniyyah Puteri, Rombongan Kemah Budaya Nasional dan Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak, Datuak-Datuak serta masyarakat sekitar.

DSC 0121web

 

Kepala Divisi Public Relation Perguruan Diniyyah Puteri, Ibu Syafrini Fitri, menjelaskan bahwa dalam Museum Rahmah El Yunusiyyah, masih bisa kita lihat kamar tidur beliau, lemari tua, perabotan, dan tempat tidur besi zaman dahulu milik keluarga beliau. Museum ini terdapat juga perpustakaan yang menyimpan koleksi buku-buku lama milik Bunda Rahmah El Yunusiyyah, galeri foto serta piagam penghargaan dari Presiden SBY dan BJ Habibie, fasilitas moving room tentang sejarah perjalanan kehidupan Bunda Rahmah, dan ruang belajar memakai lilit dan baju basiba. Lilit dan baju basiba adalah ciri khas pakaian Diniyyah Puteri. Jadi, pengunjung dari luar bisa menggunakan serta belajar memakai lilit di ruangan yang telah tersedia.

DSC 0143web

Tujuan didirikannya Museum Rahmah ini adalah untuk membangkitkan semangat dari semua kalangan khususnya para wanita agar lebih rajin lagi dalam belajar. Seperti yang sudah dilakukan oleh bunda Rahmah sendiri. Para wanita zaman sekarang dapat meneladani perjuangan Bunda Rahmah sebagai pendidik, bidan, sebagai tokoh perjuangan saat kemerdekaan, dan lain sebagainya.

“Semoga museum ini ramai dikunjungi baik dari kalangan pelajar Kota Padang Panjang, mahasiswa, dosen, termasuk dari luar negeri. Jadi, harapannya semoga museum itu dapat memberi manfaat dan banyak yang bisa diambil dari kisah perjalanan Bunda Rahmah dari dulu sampai sekarang,” jelas Ibu Syafrini Fitri saat ditemui di ruangan kerjanya. (CiciParamida/Diniyyah News)

You are here: Home News and Events