Diniyyah Puteri gelar English Camp, Arabic Camp, Tahfidz Camp, dan Fun Learning Camp serentak selama satu bulan

DSC 0086

Setelah menyelenggarakan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) untuk santri baru, Diniyyah Puteri kembali mengadakan Program "Camp" sebelum kegiatan belajar-mengajar di kelas-kelas dimulai. Hal ini bertujuan agar para santri lebih siap dalam menghadapi pelajaran yang akan mereka terima selama masa pembelajaran di Diniyyah Puteri.

Program "Camp" ini dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan, mulai dari hari Minggu, 23 Juli 2017 hingga Rabu, 16 Juli 2017. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri Diniyyah Puteri ini dibagi menjadi empat kelompok, yaitu English Camp, Arabic Camp, Fun Learning Camp, dan Tahfidz Camp, yang dilaksanakan secara serentak dan akan bertukar setiap minggunya.

DSC 0084

“Saya sangat senang bisa mengikuti camp. Seperti halnya English Camp, saya jadi lebih banyak tahu kosa kata dengan bahasa Inggris dan lebih percaya diri untuk berbicara dengan bahasa Inggris.” Tutur Thalia santri kelas X Kuliyatul Mu’alimat El Islamiyyah (MAS KMI). (Bona Ligusti/Diniyyah News Reporter)

Pentas seni Santri Baru tandai Penutupan MATSAMA MTs DMP, SMP DP, dan MA KMI

IMG-20170722-WA0001

Mengawali tahun ajaran 2017/2018, Perguruan Diniyyah Puteri Rahmah El-Yunusiyyah Padangpanjang mengadakan kegiatan ta’aruf bagi peserta didik baru MTs DMP & SMP. Jika di kebanyakan sekolah kita mengenal dengan kata MOS (masa orientasi siswa), di kampus khusus puteri ini dikenal dengan MATSAMA(masa ta’aruf siswa madrasah). Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yang dimulai pada tanggal 18-20 juli 2017.

Kegiatan  matsama dibuka secara resmi di Aula Zainudin Labay El-Yunusy pada pukul 8.40 WIB serta penyerahan santri secara simbolis oleh ibu Fauziah Fauzan, SE.Akt, M.Si. Masa ta’aruf bagi santri MTs DMP&SMP tahun ini disebut juga dengan MOSAIK (masa orientasi santri islam berkarakter).

Pada hari pertama matsama, santri diperkenalkan dengan para guru serta pengurus Dewan Santri, PKM, PMDS, UKS dan Pramuka. Program ini selanjutnya diisi dengan kegiatan-kegiatan intoduktif serta edukatif. Santri diperkenalkan dengan lingkungan Diniyyah Puteri beserta peraturan-peraturan yang ada, kemudian ibu pimpinan memberikan materi mengenai 3 karakter yang harus dimiliki oleh santri Diniyyah Puteri.

Selanjutnya pada hari kedua, santri diberikan materi tentang adaptasi lingkungan baru dan pentingnya pengembangan dan kebersihan diri serta dilanjutkan dengan materi mengenal dan mencintai Al-Qur’an.

Pada hari ketiga, mereka diberikan materi tentang cara bersosialisasi antar personal dilanjutkan dengan mengenal diri dan impian. Acara  penutupan matsama dilakukan pada pukul 13.30- 15.10 WIB di gedung pertemuan Zainudin Labay El-Yunusy serta diakhiri dengan acara pentas seni pada pukul 20.15 WIB. Berbagai penampilan mereka persembahkan dengan semangatnya. Diantaranya yaitu, drama, stand up comedy, nyanyi bersama, reality show dan lain-lain berdasarkan asrama mereka masing-masing.

IMG-20170722-WA0002

“Program ini sangat menyenangkan dan membuat kami have fun. Segala kesedihan dan ketakutan kami karena tidak bersama orang tua terhapuskan. Seniornya pun baik-baik, mereka mengajarkan kami memasang lilit hingga pandai. Semoga kedepannya program ini selalu sukses”, ungkap Afifah Suci Rahalian. (Irma Febriyani, Diniyyah News Reporter)

MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah ) santri baru MA KMI Diniyyah Puteri

DSC 0056

Dalam memasuki tahun ajaran baru, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang menyelenggarakan masa pengenalan sekolah atau yang lebih dikenal dengan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) kepada santri-santri baru Madrasah Aliyah Swasta Kuliyatul Mu’alimat El Islamiyah (MAS. KMI). MATSAMA ini diberi tema Student Qur’an And Sunnah Character Building (SQUAT) yang bertujuan untuk membangun karakter santri berdasarkan Qur’an dan Sunnah. Hal ini sejalan dengan peraturan, kegiatan dan program-program yang telah di buat oleh Perguruan Diniyyah Puteri. Kegiatan ini dimulai dari hari Selasa, 18 Juli 2017 hingga Kamis, 28 Juli 2017.

           Dalam masa pengalaman, para santri diajarkan mulai dari bangun pagi (03.50-04.00 WIB), bersih-bersih asmara (04.00-04.10 WIB), Qiyamullail dan Tilawah (04.30-04.45 WIB), Shalat Sunnah dan Al-Ma’tsurat (04.45-05.30 WIB), latihan memasang atribut sekolah (05.30-06.30 WIB), sarapan pagi (06.30-06.50 WIB), hingga persiapan ke sekolah (06.50-07.00 WIB). Tidak hanya itu, santri baru juga diperkenalkan dengan lingkungan Perguruan Diniyyah Puteri, kurikulum dan peraturan sekolah, 3 karakter santri Diniyyah Puteri oleh ibu Pimpinan Fauziah Fauzan, .SE., Akt., Msi., pengenalan peraturan asrama, tata cara Wudhu dan Shalat, cara bersosialisasi antar personal, mengenali diri dan impian, mengenal dan mencintai Al-Qur’an, serta tata cara berpakaian seorang muslimah. Terakhir, kegiatan acara di tutup dengan acara pentas seni dari seluruh santri Diniyyah Puteri, mulai dari pementasan drama, menyanyi (lagu Generasi Al-Maidah 54), stand up dan masih banyak lagi.

DSC 0058

“Setelah mengikuti kegiatan MATSAMA ini saya merasa sangat bangga dan senang bisa menjadi bagian Diniyyah Putri. Karena dengan bergabung di sini saya jadi lebih tahu apa yang harus saya lakukan untuk mencapai mimpi, serta menjadi muslimah sejati yang aktif, cakap dan berdedikasi tinggi.” Tutur Melni Ulandari, santri kelas X MAS.KMI. (Bona Ligusti/Diniyyah News Reporter)

Ketika Guru Diniyyah Puteri Memenangi Sayembara Penulisan Bahan Bacaan GLN 2017

GLN

Suasana kemenangan selalu membawa aroma kebahagiaan. Terbayar segala lelah setelah melewati beratnya perjuangan. Hal itu pula yang tengah dirasakan Riki Eka Putra. Buku “Mari Mengenal Jalan” yang ditulis Manajer Publishing Diniyyah Research Center (DRC) Perguruan Diniyyah Puteri ini lolos sebagai salah satu buku terpilih sayembara penulisan bahan bacaan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Sayembara yang diadakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut diikuti sebanyak 727 naskah dari seluruh penjuru Indonesia. Setelah melewati proses penyeleksian yang ketat, hanya 120 naskah yang dipilih oleh dewan juri.

Selama ini Riki Eka Putra memang sering menulis di berbagai koran lokal dan nasional. Baik itu cerpen, puisi, artikel, resensi, pantun, dan sebagainya. Ia yang sehari-hari juga guru menulis di Perguruan Diniyyah Puteri mengatakan bahwa buku “Mari Mengenal Jalan” yang ditulisnya terinspirasi dari kebiasaannya memperhatikan jalan dan benda-benda yang ada di sekitar jalan. Ide tersebut ia tuangkan dalam bentuk buku bacaan untuk siswa setingkat kelas 4, 5, dan 6 SD.

GLN 2

Riki mengatakan bahwa dalam rangka perbaikan buku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah mengundang penulis buku terpilih mengikuti pertemuan penulis Gerakan Literasi Nasional, 6-8 Juni 2017, di LPMP Jakarta. Pertemuan kedua rencananya akan diadakan bulan September 2017, sekaligus pemberian hadiah.

“Senang sekali bisa lolos dalam sayembara ini. Sebelumnya hati saya selalu berbunga-bunga saat santri Diniyyah Puteri meraih berbagai perlombaan menulis. Apalagi menyaksikan mereka diundang ke berbagai kota yang semua biayanya ditanggung oleh negara. Kini kebahagiaan serupa turut saya rasakan. Namun di balik semua itu saya berharap semoga buku yang saya tulis bermanfaat untuk anak-anak Indonesia. Karena tujuan utama saya menulis adalah untuk berbagi ilmu dengan sesama,” kata Riki saat ditemui sepulang dari Jakarta. (Alfirdausi/Diniyyah News Reporter)  

You are here: Home News and Events